Cinta Yang Akhirnya Terungkap

Cinta Yang Akhirnya Terungkap
Gemassss


__ADS_3

"Sini." ucap Arvi saat melihat Davika keluar dari walk in closet memakai baju kaos dan celana panjang rumahan lengkap dengan kerudung bergo.


Davika pun berjalan mendekati ranjang lalu duduk di samping ranjang.


"Nanti setelah makan malam siap siap ya aku akang mengajakmu keluar." ucap Arvi.


"Mau kemana mas malem malem?" tanya Davika.


"Ke tempat saudara, aku sudah minta ijin papa juga tadi, kita pergi malam besok pulang, insha allah aman papa juga udah sehat kan ada bi Inah dan suaminya yang menemani papa." ucap Arvi yang terpaksa sedikit berbohong mengenai tempat tujuan mereka karena ingin memberikan kejutan.


"Iya mas." ucap Davika pasrah.


"Ya sudah ayo tidur dulu istirahat." ajak Arvi.


"Mas istirahat aja, aku kebawah dulu bantu bi Inah siapkan makan malam." tolak Davika lembut sungguh ia grogi berdekatan dengan laki laki berstatus suami yang selama ini dia cintai.


"Ya udah, aku tidur dulu ya nanti bangunkan sebelum magrib." pesan Arvi.


"Iya mas nanti aku bangunkan, aku ke bawah dulu."

__ADS_1


Davika pun pergi ke dapur, untuk membantu bi Inah memasak padahal tadi dia sudah memberi pesan pesan namun sekarang dia berubah pikiran ingin ikut memasak saja, jantungnya tak siap berduaan dengan Arvi di dalam kamar.


Sebelum magrib dia beranjak ke kamar untuk membangunkan suaminya dan membilas badannya yang ber aroma kan bumbu dapur, masakan sudah hampir selesai sisanya di kerjakan bi Inah.


"Mas ..bangun ini udah mau magrib." ucap Davika sembari menepuk nepuk punggung tangan Arvi diulangnya dua kali dan akhirnya suami nya bangun.


"Hmm..iya sayang." ucap Arvi lirih dengan mata sedikit terbuka.


Davika pun segera pergi ke kamar mandi untuk membilas tubuhnya agar wangi kembali "Tadi sadar ga sih Arvi, tadi dia manggil sayang kan." gumamnya pelan pada bayangan dirinya di cermin.


Tok...tok...tok....


"Iya mas, aku mau mandi ga enak bau bumbu dapur." jawab Davika di dalam kamar mandi.


Arvi pun menunggu Davika selesai dengan ritual mandi nya sambil menonton televisi.


Krek..


Pintu kamar mandi yang terbuka mengalihkan pandangan Arvi namun ia mengerutkan keningnya saat Davika tak keluar dari kamar mandi hanya membuka sedikit pintu dan mengintip dari sana.

__ADS_1


"Kamu kenapa?" tanya Arvi


"Mas, aku lupa membawa baju ganti. Mas jangan liat kesini dulu aku mau ke walk in closet." ucap Davika yang hanya mengintip saja dari celah pintu.


"Iya ini balik badan ga liat arah sana." ucap Arvi mengalah, ingin sekali ia menerkam istrinya itu atau hany menggoda saja sedikit tapi sayang waktu magrib sebentar lagi dan ada yang lebih penting harus dilakukan segera.


"Tunggu nanti sayang." ucap Arvi dalam hati sambil tersenyum smirk.


Davika pun keluar dari kamar mandi langsung menuju walk in closet lalu sedikit berteriak dari dalam sana "Mas udah, aku udah di walk in closet".


"Iyaaa." ucap Arvi lalu mengambil pakaiannya dari dalam koper dan masuk ke kamar mandi.


Arvi menyelesaikan mandi nya dengan cepat karena mendengar adzan sudah berkumandang lewat pengeras suara kebetulan rumah Davika dekat masjid, keluar dari kamar mandi istrinya sudah menggelar dua sajadah yang satu untuknya di atasnya sudah aja sarung serta peci dan sajadah satu lagi tentu Davika.


********


Happy fasting everyone😉


Dont forget favorite, like, comment and vote!!!!!

__ADS_1


thanksss


__ADS_2