Cinta Yang Akhirnya Terungkap

Cinta Yang Akhirnya Terungkap
Orangtuamu adalah orangtuaku juga


__ADS_3

Jam tujuh malam Arvi sudah berada di parkiran rumah sakit menunggu Davika selesai bekerja.


"Assalamualaikum mas." ucap Davika saat membuka pintu mobil lalu duduk.


"Waalaikumsalam."


"Lama nunggu mas?"


"Ngga aku baru sampai lima menit yang lalu, gimana hari pertama kerja lagi?" tanya Arvi.


"Alhamdulillah lancar, mas udah makan malam?"


"Belum, sengaja pengen bareng sama kamu."


"Mau makan di rumah aku masakin apa mau makan di luar?" tanya Davika.


"Coba telepon dulu papa, udah makan malam belum." perintah Arvi.


"Iya mas." Davika pun membuka ponselnya lalu menelepon papa nya menanyakan sudah makan malam atau belum. Papa nya menjawab sudah makan baru saja selesai karena masih harus rutin meminum obat pasca pemulihan. Davika menutup sambungan teleponnya.

__ADS_1


"Papa udah makan mas." ucap Davika.


"Oh gitu, ya udah kita makan di luar aja ya???"


"Iya mas." jawab Davika sambil tersenyum lebar, dia begitu bahagia menerima perhatin seperti itu dari Arvi. Tanda suami nya pun menyayangi papa nya.


Mereka akhirnya mampir di restoran favorit Davika, dinner berdua disana setelah itu pulang ke rumah. Sampai di rumah menyapa papa nya sebentar lalu Davika pergi ke kamar untuk membersihkan dirinya sementara Arvi menemani papa nya mengobrol sambil bermain catur.


"Kamu lusa jadi pulang ke Jakarta Ar?" tanya papa Davika.


"Iya pa, aku titip Davika ya nanti weekend baru pulang lagi kesini."


"Davika disini aja temani papa, papa juga baru sembuh kan."


"Terima kasih ya Ar, maaf papa sudah merepotkanmu semenjak masuk rumah sakit dan meminta kamu menikahi Davika, lalu sekarang juga mengijinkan Davika disini menemani papa padahal kamu lebih berhak dari pada papa."


"Sama sama pa, tidak merepotkan sama sekali. Malah aku merasa beruntung, bersyukur, dan ber terima kasih karena papa aku kini jadi suami nya Davika. Karena niat awal aku datang ke Bandung pun untuk melamar Davika. Perihal ke depan Davika tetap di Bandung itu sudah jadi keputusan kami berdua pa, papa adalah orangtua satu satu nya istriku dan itu artinya orangtuaku juga sudah kewajiban kami sebagai anak menjaga papa disaat seperti ini."


"Terima kasih banyak sekali lagi Ar, padahal papa gak apa apa disini juga ada bi Inah dan suaminya yang menemani. Papa juga udah ngerasa sehat bisa ngelakuin lagi semua aktivitas, minggu depan sudah bisa kembali bekerja lagi."

__ADS_1


"Sama sama pa, tapi untuk sementara sekarang tidak apa apa begini dulu saja."


Arvi kalah bermain catur, papa Davika pun pamit pergi ke kamarnya untuk tidur. Arvi pun memutuskan untuk pergi ke kamarnya untuk ber istirahat dengan pujaan hatinya.


Cklek..


"Papa udah tidur mas?" tanya Davika yang sedang meng aplikasi kan skincare pada wajahnya saat Arvi masuk ke kamar.


"Iya udah, masih jam 10 aku belum ngantuk, kamu udah ngantuk?" tanya Arvi sambil menyenderkan kepala nya di sofa.


"Belum mas, aku sih biasanya nonton tv dulu atau nonton drama korea." jawab Safira lalu duduk di samping Arvi.


"Ada yang rame gitu jam segini??" tanya Arvi.


"Lumayan lah, aku nontonnya paling acara acara talk show. Coba kita lihat ada yang rame ngga?" ucap Davika lalu mencari saluran tv yang menarik di tonton.


*****


Happy fasting everyone😉

__ADS_1


__ADS_2