
Sampai di rumah, Arvi langsung membawa Davika ke kamarnya sewaktu masih remaja. Arvi mempersilahkan istrinya untuk membersihkan diri terlebih dahulu setelah itu baru mereka akan menikmati makan malam bersama. Davika keluar dari kamar dengan memakai bathrobe nya membuat Arvi heran.
"Kok pake bathrobe??? Baju nya ga muat???" tanya Arvi.
"Ish ..itu bukan baju, baju apaan nerawang kaya gitu" ucap Davika mengerucutkan bibirnya.
Arvi melipat bibir nya tersenyum "Aku baca artikel tadi itu seputaran pengantin baru terus katanya pake lingerie itu recomended makanya tadi langsung cari cari di situs belanja online."
"Ya ampun mas." ucap Davika menutup mukanya dengan tangannya.
"Aku pengen liat kamu pake itu." minta Arvi.
"Aku malu mas tau." ucap Davika menunduk membuka kedua tangan yang tadi menutupi wajahnya.
Arvi mendekati istrinya lalu mencium keningnya lalu memeluknya "Kamu selalu cantik di mata aku dari dulu." bisik Arvi lalu melepaskan pelukannya dan ******* bibir Davika.
Ternyata ciu*an itu berlanjut panas, Arvi menggiring tubuh istrinya ke tepi ranjang lalu dia dudukan Davika sementara tautannya masih belum terlepas Arvi menunduk melu*at bibi* Davika lalu tangannya mulai melepas bathrobe yang dikenakan istrinya.
__ADS_1
"Mmmm." Davika menggeleng pelan di sela ciu*an nya sebagai bentuk permintaan tak setuju bathrobe nya di buka namun Arvi tak mau mendengarkannya dia terus memberikan lum*tan lum*tan sehingga tangan Davika yang awalnya menahan tali bathrobe terlepas. Saat tali bathrobe terlepas Davika masih belum sadar dia masih memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan lembut Arvi. Arvi melepaskan tautan itu tatkala matanya menangkap lingerie itu digunakan oleh Davika.
"Kamu pakai sayang?? coba sini berdiri." ucap Arvi meminta istrinya berdiri lalu dia membuka bathrobe yang dikenakan Davika.
"Malu mas ih." pipi Davika merona merah.
"Kamu cantik kamu seksi kamu sempurna." ucap Arvi saat melihat tubuh Davika hanya terbalut lingerie yang ia belikan secara online tadi.
Menc*um bibir Davika lagi, menyentuh apapun yang bisa dia sentuh, gai*ah nya terpantik lagi semakin menyala. Kedua insan itu akhirnya larut dalam surga dunia, mereka melupakan makan malam mereka. Saat sudah selesai dengan ritualnya, Arvi merapatkan selimut yang membalut tubuh Davika.
"Ga usah mas, makan di meja makan aja gak apa apa, ga enak udah di siapin makan barangkali bibi ya nunggu kita, kamu sih mas." tolak Davika.
"Gak apa apa kamu disini aja tunggu, lagian si bibi udah ke kamarnya kayaknya soalnya tadi aku udah pesen kalau udah selesai siapin makan malam langsung istirahat aja."
"Ya udah kalau gitu." ucap Davika.
"Aku bawa dulu makan sebentar ya." lalu Arvi keluar dari kamarnya setelah memakai pakaiannya terlebih dahulu.
__ADS_1
Tak lama Arvi kembali dengan nampan di tangannya, menutup pintu dan menguncinya lagi.
Davika yang melihat Arvi masuk bangun dari tidur nya akan memakai pakaiannga kembali namun di tahan oleh Arvi.
"Stop....stop... kamu jangan kemana mana." ucap Arvi menghampiri sambil membawa nampan.
"Kita makan disini aja kamu duduk aja rapatin selimut nya, aku suapin." ucap Arvi.
"Aku makan sendiri aja mas, di sofa aja makannya. Aku pake baju dulu, mas tunggu di sofa." ucap Davika.
"No...no...no...aku suapin kamu harus isi ulang energi dulu setelah itu kamu yang aku makan." ucap Arvi sungguh me*um, hobi sekali menggoda Davika.
*****
Happy fasting everyone...
Jangan lupa like comment vote and favorite😉
__ADS_1