Cinta Yang Akhirnya Terungkap

Cinta Yang Akhirnya Terungkap
Tugas papa akan segera selesai


__ADS_3

"Tunggu....." ucap Arvi memotong perkataan Davika.


"Aku bersedia menikahi Davika om." ucap Arvi lantang.


Davika membelakakan mata tak percaya "Sebentar pa, aku mau bicara dulu dengan Arvi"


Davika langsung menarik lengan Arvi keluar dari kamar. Melepaskan pegangannya pada lenga Arvi.


"Ar, kamu kenapa bicara kayak gitu sih sama papa? Jangan korbanin kebahagiaan kamu."


"Aku ga ngorbanin kebahagiaan aku, aku memang ingin melakukannya."


Belum sempat Davika membalas perkataan Arvi, pintu kamar papa nya terbuka muncul sepupu nya Putra mengatakan agar cepat masuk lagi papa nya memanggil dia.


"Vi..ka..pa .pa..ing..in..mel..ihat..ka..mu..me..nik..ah." ucap papa ketika Davika masuk dan berdiri disampingnya. Om Ridwan dan tante Astri yang berada di sisi ranjang yang berhadapan dengam Davika tampak menganggukan kepala nya, mengisyaratkan untuk menyetujui saja permintaan papa nya toh Arvi nya bersedia.

__ADS_1


"Baiklah pa." lirih Davika.


Sore itu Arvi, Om Ridwan, dan Putra tampak sibuk menyiapkan acara nikah dadakan ini. Papa Davika ingin hari ini juga melihat Davika menikah, jadilah acara pernikahan sederhana akan di adakan di ruang rawat papa Davika.


Beruntungnya pemilik rumah sakit tempat suami Kania bekerja itu adalah milik keluarga temannya Arvi, jadi perizinan mengadakan acara akad di ruang rawat vip langsung di kantongi saat Arvi menghubungi temannya. Tak ketinggalan Randy suami Kania pun ikut membantu mewakili sang istri yang tak bisa berpartisipasi karena anak mereka tengah sakit di rumah.


Urusan penghulu dan KUA menjadi urusan Om Ridwan dan Putra, mereka mengatakan kepada papa Davika untuk tenang. Karena walaupun mendadak Om Ridwan akan menjamin pernikahan anak kakak nya itu tidak hanya sah secara agama namun secara hukum juga. Om Ridwan salah satu pengusaha yang diperhitungkan di Kota Bandung, sehingga bisa dipastikan kolega nya banyak.


Menjelang magrib semua persiapan telah rampung, akad nikah akan dilaksanakan setelah isya. Davika dan Arvi pun mengganti pakaian mereka dengan pakaian yang dibawakan oleh tante Astri. Tante Astri memberikan satu set gaun sederhana serta hijab dan memoleskan make up sederhana di wajah Davika walaupun harus dengan sedikit memaksa. Untuk Arvi ,tante Astri memberikan kemeja yang tampak serasi dengan gaun yang dikenakan Davika.


Adzan isya telah berkumandang, Arvi, Om Ridwan, Putra, dan Randy kini pergi ke masjid yang ada di rumah sakit untuk menunaikan shalat berjamaah. Davika dan tante Astri menunaikan shalat berjamaah berdua di ruang rawat papa nya.


Mereka yang pergi ke masjid kini kembali ke ruangan papa nya, tak lama setelah mereka tiba datang bapak penghulu serta petugas pencatat pernikahan dari Kantor Urusan Agama.


Untuk yang akan menjadi saksi dari pihak perempuan adalah Putra, sedangkan dari pihak laki laki yang akan menjadi saksi adalah Randy suami Kania. Om ridwan sendiri bertugas menjadi wali nikah Davika atas kemauan papa Davika, karena kesehatannya yang kurang mendukung untuk menikahkan langsung putrinya tapi setidaknya ia bisa menyaksikan langsung.

__ADS_1


Bagi sebagian orang mungkin terdengar egois keinginan papa Davika menikahkan anaknya segera, namun cobalah berpikir dari sisi yang lain. Tugas dan tanggung jawab seorang ayah atas putrinya yang terakhir adalah menikahkan, setelah menikahkan maka tanggung jawab dan tugas dirinya akan beralih kepada sang suami.


Davika adalah anak semata wayangnya, ia ingin menyelesaikan tugasnya sebagai seorang papa dan juga memastikan bahwa laki laki yang akan menjadi suami nya adalah yang terbaik yang akan menjaga putrinya sebagaimana ia menjaga selama ini.


Dia cukup lama mengenal seorang Arvi, seorang teman sekolah anaknya ketika memasuki sekolah menengah atas. Mereka cukup dekat, Arvi sering bermain ke rumah nya dulu dan saat Arvi pindah ke Jakarta mereka masih menjalin komunikasi dengan baik. Feeling nya sebagai seorang laki laki serta orangtua mengatakan bahwa Arvi akan jadi suami yang baik untuk anaknya, itulah mengapa ia memilih Arvi. Untuk masalah perjodohan yang sebelumnya ia lontarkan, itu hanya baru rencana antar orangtua belum benar benar deal akan dilakukan sehingga ini tak masalah. Setelah melihat Arvi entah mengapa hati kecilnya mengatakan bahwa Arvi yang terbaik untuk putrinya.


Jikalau ia meninggal setelah menikahkan putrinya, ia ikhlas dan tenang. Karena telah ada seseorang yang tepat mendampingi putrinya.


*********


Minal aidzin walfaidzin, selamat menyambut bulan ramadhan penuh berkah, maaf jika ada salah kata.


Semoga kita senantiasa mendapatkan berkah serta hidayah.


Semangat tarawih dan tadarusnya.

__ADS_1


☺☺☺☺


__ADS_2