
Sayup sayup terdengar adzan shubuh berkumandang, Davika menggeliat bangun dari tidurnya. Dia memandang tak percaya wajah yang sekarang ada di hadapan nya.
"Mas, bangun ini udah shubuh." ucap Davika pelan sambil mendudukan tubuhnya dan bersandar pada ranjang.
"Mmmm iya sayang." jawab Arvi sambil mengucek matanya lalu bangun dan memandang istrinya serta memberikan kecupan di bibir Davika.
Cupp.."Morning kiss sayang, biar semangat." ucap Arvi lalu beranjak ke kamar mandi.
Davika tersenyum dan mengusap bibirnya yang baru saja di kecup suaminya. Lalu dia bangun menyiapkan sejadah serta sarung untuk Arvi dan membereskan tempat tidurnya setelah itu dia keluar dari kamar menuju dapur.
Niat nya mau memasak tapi bahan tak mendukung, kulkas kosong hany berisi minuman dan buah saja. Di dapur pun hanya ada kopi. Davika pun kembali ke kamar.
Cklek..
Terlihat Arvi yang baru selesai shalat. Davika menghampiri suaminya, lalu duduk di lantai itu.
"Dari mana?" tanya Arvi sambil mengecup kening Davika dan menyelipkan beberapa helai rambut istrinya itu ke telinga.
"Dari dapur mas, mau bikinin sarapan buat kamu tapi ga ada bahannya." jawab Davika.
__ADS_1
"Oh iya, emang sengaja aku ga minta tadinya kan mau bikin kamu capek tapi ga jadi." uvap Arvi menggoda.
"Ish mas." memukul dada Arvi pelan. "Mau minum kopi atau teh?" tawar Davika.
"Mau peluk kamu aja dingin." jawab Arvi sambil memeluk Davika, udara kota lembang di pagi hari memang terasa lebih dingin.
"Lepas dulu mas, aku ke kamar mandi dulu mau ganti sambil bersih bersih dulu." ucap Davika.
"Iyaaaa...jangan lama lama ya." ucap Arvi lalu dengan enggan melepaskan pelukannya. Davika pun berlalu ke kamar mandi.
Keluar dari kamar mandi telah berpakaian lengkap, Davika tak menemukan keberadaan suaminya, membuat ia mengernyit bingung kemana Arvi pergi lantas dia pun mengambil pashimina lalu di pakai nya asal menutup kepalanya dan disampirkan ke bahu. Davika memutuskan keluar dari kamar mencari keberadaan Arvi.
"Mas." panggil Davika dan menghampiri.
"Udah mandi nya??" tanya Arvi yang dijawab anggukan oleh Davika "Rambutnya masih basah ini kok udah di tutup hijab nanti pusing. Ayo kita keringkan dulu." Arvi menggiring Davika masuk kembali ke dalam.
"Ga usah mas, gpp ini udara nya adem banget sama matahari nya indah baru terbit." Davika menahan langkah nya.
"Nanti pusing sayang."
__ADS_1
"Ga akan mas, beneran ini kering kok bentar lagi juga tadi aku cepet cepet takut kelamaan." jawab Davika.
"Ya udah deh, sini peluk biar anget." merapatkan tubuhnya di belakang Davika.
"Mas nanti ada orang lewat ih ga enak." ucap Davika sambil berusaha melepaskan belitan tangan di perutnya.
"Ya udah yuk masuk aja di dalem kita minum teh sambil selonjoran." ajak Arvi lalu menarik Davika.
Tiba di ruang tamu Davika menyuruh Arvi menunggu di sofa lalu Davika ke dapur menyiapkan teh untuk mereka.
"Ini mas di minum teh nya." ucap Davika yang telah kembali dari dapur dengan membawa dua cangkir di atas nampan.
******
*Haii.... im come back ..
maaf buat yang nunggu ya lama up nya...
Happy fasting everyone😉*
__ADS_1