
Keesokan hari nya mereka terbangun siang hari setelah baru bisa memejamkan matanya saat matahati sudah terbit, semalaman Arvi benar benar terus memakan Davika hanya memberi waktu sebentar untuk ber istirahat.
Davika mengerjapkan matanya, pelan pelan di angkat tangan Arvi yang membelit tubuhnya, sama sekali tak terusik dengan pergerakan istrinya seperti nya Arvi sangat lelah. Davika bangun lalu mengambil hijab dan disampirkan di kepalanya.
Pergi ke dapur untuk membuatkan suaminya makan siang, karna saat bangun nanti pasti merasa lapar mereka tak sarapan tadi pagi. Disana ada bibi asisten rumah tangga ternyata sedang memasak.
"Bibi lagi masak??" tanya Davika.
"Iya neng, ini lagi bikin makan siang buat neng sama mas nya. Kenalin saya Ningrum, neng panggil aja bi Ning." ucap seorang wanita yang berumur sekitar empat puluhan.
"Salam kenal bi, saya Davika." balas Davika lalu mengulurkan tangannya meminta berjabat pada bi Ning.
"Masak apa bi?" tanya Davika.
"Ini masak nasi liwet komplit neng, Mas Arvi senengnya di bikinin ini kalau datang katanya beda rasa kalau di makan di Bandung lebih enak dari pada di Jakarta."
"Waah, aku juga suka nasi liwet. Beda apanya, itu mah modus aja kayak nya bi, biar di bikinin." ucap Davika sedikit tertawa. "Aku bantuin ya bi, apa nih yang belum??" tanya Davika lagi.
"Boleh neng." jawab bi Ning.
Mereka berdua pun memasak bersama di dapur, setelah selesai bi Ning menata nya ke meja makan lalu Davika kembali ke kamar dilihatnya Arvi masih tertidur pulas, dia segera bergegas ke kamar mandi membersihkan dirinya menghilangkan aroma dapur.
Setelah itu dia memakai dress panjang nya tak lupa hijabnya, Arvi benar benar menyiapkan banyak baju untuknya.
__ADS_1
"Mas bangun, shalat sama makan dulu ayo." ajak Davika.
"Mmm iya." jawab Arvi dengan suara serak khas bangun tidur.
"Ayoo... udah aku siapin." ucap Davika sambil menarik tangan Arvi agar bangun.
"Iya sayang iya, kamu udah shalat?"
"Udah mas tadi."
"Ya udah aku shalat dulu, kamu jangan kemana mana tunggu aku disini."
"Eh satu lagi." ucap Arvi menghentikan langkah nya "Tempat tidurnya biarin aja dulu." sambungnya sambil berlalu ke kamar mandi.
Davika menggelengkan kepala nya sambil tersenyum, dia bagaikan menemukan sisi baru dari seorang Arvi.
Kini mereka berdua duduk di meja makan, Davika melayani Arvi dengan telaten. Kedua nya hanya fokus menikmati makanan, mereka benar benar kelaparan karena energi mha di kuras habis oleh kegiatan panas mereka.
"Ayo." ucap Arvi setelah mereka selesai makan.
"Kemana mas?? Bentar aku beresin dulu meja makannya."
__ADS_1
"Ga usah biar bi Ning aja ga apa apa, aku mau makanan penutup." ucap Arvi ambigu.
"Ya udah bentar aku tanya dulu ke dapur ada makanan penutup apa ngga." ucap Davika berdiri dan akan beranjak namun langsung di tarik pelan oleh Arvi.
"Ga usah, aku punya kok di kamar." ucap Arvi.
"Di simpen dimana mas??" tanya Davika setelah mereka masuk ke kamar.
"Bentar" ucap Arvi lalu mendekati pintu dan menguncinya kemudian menghampiri Davika kembali yang berdiri tak jauh dari nya.
"Makanan penutup itu kan harus yang manis manis dan ini makanan penutup aku." ucap Arvi membelitkan tangannya di pinggang Davika lalu menci*m bibir Davika.
Mereka pun kembali merajut asa mencapai titik kepuasan bersama hingga malam hari saat kedua nya di haruskan berpisah oleh kewajiban yang lain.
Davika harus bekerja ke rumah sakit dan Arvi harus kembali ke Jakarta. Mereka harus berpisah sementara waktu dan baru bisa bertemu saat weekend nanti.
*****
Kata Dilan rindu itu berat.... Akankah mereka kuat menanggung rindu????
Holaaa... happy fasting everyone😉
Jangan lupa dukungannya like comment favorite and vote....
__ADS_1