Cinta Yang Akhirnya Terungkap

Cinta Yang Akhirnya Terungkap
Pertemuan Dua Keluarga


__ADS_3

Jangan lupa vote, comment, like..!!!!!!


Cklek.


Davika membuka pintu namun ia heran itu buka dokter dan perawat. Melainkan rombongan yang sepertinya akan menjenguk namun ia tak mengenali mereka semua, ada sepasang suami istri paruh baya, sepasang suami istri yang usianya sudah agak matang, dan sepasang anak kecil lucu.


"Maaf, cari siapa ya?" ucap Davika sopan.


"Davika ya?" tanya seorang wanita paruh baya yang tak lain mama Arvi.


"Iya benar tante, emmm...mari masuk dulu." mengetahui rombongan yang di depannya mengenalnya ia pun mengajak mereka masuk terlebih dahulu tak enak rasanya bertanya di depan pintu terlebih pada orang yang lebih tua, karna ia mengira mungkin mereka salah satu kerabat orangtuanya.


"Silahkan duduk semuanya." ucap Davika.


Mereka semua duduk di sofa bersama Davika juga. Arvi yang asalnya duduk pun berdiri dan menyambut tangan orangtuanya serta abangnya bersalaman.


"Assalamualaikum ma, pa, bang, kak." ucap Arvi sembari bergantian menjabat tangan, terakhir ia menyapa keponakan keponakannya "Hai jagaon om dan little princess om." Lalu Arvi dan semuanya duduk kecuali Davika.


Davika yang berjalan di belakang rombongan dan mendengar Arvi menyapa seperti itu mematung dengan jantung berdebar cepat, tiba tiba saja ia merasa gugup. Itu berarti mereka keluarga suaminya.


"Vik, ayo duduk sini..kenapa diam berdiri disitu?" ucap Arvi melihat Davika hanya mematung tak beranjak.


"Ii..ii..iya." jawabnya dan ikut duduk di sebelah Arvi.


"Kenalin ini papa Rudi , mama Dina, abang Arkan, Kak Amel istrinya bang Arkan, dan keponakan keponakanku yang ganteng namanya Gavin kalau yang cantik namanya Gisya." ucap Arvi mengenalkan satu persatu keluarganya pada Davika.


"Dan semuanya, ini adalah Davika Maharani istri Arvi dan yang sedang terlelap disana papa Davika mertua Arvi." lanjutnya lagi mengenalkan sang istri.

__ADS_1


"Assalamualaikum, om, tante, abang, kak, maaf sebelumnya tadi, Davika tak mengenal." ucap nya tak enak hati.


"Waalaikumsalam, gapapa sayang harusnya Arvi yang buka pintu padahal kita udah kasih pesan tadi sebelum masuk. Kami turut berbela sungkawa atas meninggalnya mama mu semoga diterima segala amal ibadahnya, dilapangkan kuburnya dan semoga papa kamu juga cepat pulih ya sayang." ucap Mama Dina.


"Kami juga tak menghadiri pernikahan kalian, karena Arvi tak memberitahu perihal pernikahannya." sambung papa Rudi.


"Terima kasih tante atas doa nya untuk almarhumah mama dan kesembuhan papa, mengenai pernikahan itu, Davika juga minta maaf pada om dan tante karena semua nya mendadak saat itu kondisi papa belum membaik namun ingin segera melangsungkan pernikahan." ucap Davika.


"Vika, jangan panggil kami om, tante ..panggil kami mama dan papa. Kamu sudah menikah dengan Arvi, itu berarti kamu juga sudah menjadi anak kami dan bagian dari keluarga kami." ucap mama Dina tulus.


"Iya nak, apa yang mama sampaikan benar. Kami merestui pernikahan kalian, kami memaklumi ke khilaf an Arvi yang tak memberitahu kami saat menikah mungkin karena situasi yang kurang kondusif. Kami doakan pernikahan kalian bahagia dunia dan akhirat." ucap papa Rudi dengan tersenyum.


❤❤❤❤❤❤


Papa Davika yang ternyata terbangun sesaat setelah perkenalan yang dilakukan Arvi hanya diam mendengarkan dari ranjangnya dan seutas senyum tersungging manakala mendengar bagaimana kedua mertua putrinya itu menerima anaknya di keluarga mereka. Hatinya menghangat dan menelusup rasa tenang serta damai, mengisyaratkan beban dan tugasnya telah selesai. Melafalkan doa doa kebaikan untuk anaknya dalam hati.


❤❤❤❤❤❤


Mama Dina berdiri menghampiri Davika, Arvi mengerti isyarat mama nya yang meminta duduk di sebelah istrinya pun langsung berdiri. Mama menarik tubuh Davika ke pelukannya dan mengusapnya lembut.


"Menangislah nak, mama paham perasaanmu." ucap mama Dina membuat Davika membalas pelukannya dan meluapkan kesedihannya.


Setelah tenang mama Dina melepaskan pelukannya, mengusap air mata di mata sang menantu baru dan merapihkan hijab yang dikenakan menantunya.


"Terima kasih ma." ucap Davika dengan suara yang parau.


"Sama sama sayang." balas mama Dina.

__ADS_1


"Sepertinya papa mu bangun Vika." ucap papa Rudi lalu beranjak menghampiri ranjang pasien yang diikuti oleh yang lainnya juga.


Lalu semuanya berdiri mengelilingi ranjang papa Davika, terkecuali keponakan keponakannya yang tetap duduk dengan Amel di sofa. Arvi memperkenalkan semua anggota keluarganya satu persatu pada papa mertuanya.


"Terima kasih pak Rudi dan bu Dina sudah menyempatkan waktu menjenguk saya kesini dari Jakarta. Saya juga minta maaf, atas permintaan saya yang mendadak hingga nak Arvi menikah tanpa di dampingi keluarganya " ucap papa Davika setelah perkenalan.


"Tak apa besan, kami memaklumi situasinya saat itu. Kami hanya kaget awalnya saat Arvi bercerita telah menikah, namun setelah Arvi menjelaskan siapa yang ia nikahi kami bersyukur bahwa menantu kami wanita baik dan seorang dokter hebat." ucap papa Rudi mencairkan suasana yang terlihat kikuk.


"Terima kasih sekali lagi saya ucap sudah menerima putri saya."


"Sama sama pak, tak perlu sungkan seperti itu. Kami merestui pernikahan mereka, Davika sekarang menjadi putri kami juga." ucap mama Dina.


"Iya bu." jawab papa Davika.


"Sekarang bagaimana kondisi nya pak?." tanya papa Rudi.


"Alhamdulillah sudah lebih baik pak, kata dokter dua hari lagi sudah boleh pulang." jawab papa Davika.


"Alhamdulillah saya ikut senang mendengarnya, semoga lekas sembuh pak dan bisa beraktifitas kembali." ucap papa Rudi yang di aamiin kan semuanya.


"Aamiin...".


Setelah itu suasana tampak hangat dan mencair, semua nya bersenda gurau di ruangan itu hingga tak terasa waktu sudah semakin siang, keluarga Arvi pun pamit pulang meninggalkan Arvi, Davika, dan papa Davika.


***********


Jangan lupa vote, comment, like..!!!!!!

__ADS_1


Happy fasting everyone❤❤


__ADS_2