
Malam hari nya Arvi mengantar Davika ke rumah sakit untuk bertugas, sementara dirinya juga akan kembali ke Jakarta.
"Hati hati ya kerja nya, jaga diri selama aku ga ada." ucap Arvi saat mereka sampai di parkiran rumah sakit.
"Iya mas, kamu juga hati hati di jalan kabarin aku kalau udah sampai."
"Iya sayang, tapi aku mampir ke rumah dulu pamit dulu sama papa."
"Ga akan kemalaman mas?? Langsung aja ga apa apa."
"Aku ga enak kalau ga ketemu dulu, ga akan kemalaman kok."
"Ya udah mas, hati hati lho jangan ngebut."
"Iya sayangku cintaku." ucap Arvi sambil mencubit gemas pipi Davika.
"Isshh mas sakit tau." Davika merajuk.
"Utuututuu...mana mana sini mas sembuhin."
"Hahahhah...kaya dokter aja mas."
"Beneran sini mas tau cara sembuhinnya." menarik Davika agar mendekat, "gini nih sembuhinnya." mencium pipi kanan dan kiri Davika.
"Ih modus itu mah namanya."
"Hahahahh, ga apa apa modus sama istri sendiri halal sayang."
__ADS_1
"Ya awas aja berani modus sama perempuan yang lain."
"Ga akan sayang, cukup kamu."
Melihat jam di pergelangan tangannya, "Mas kayanya aku harus masuk sekarang."
"Ya udah sayang, masuk sana."
"Hati hati ya mas jangan lupa pesen aku." ucap Davika mengingatkan lagi.
"Iya sayangku."
Mereka pun berpisah, Davika mencium tangan suami nya dan Arvi pun melakukan hal yang sama, saling berpelukan menguatkan hati masing masing untuk berpisah sementara waktu.
Davika masuk ke dalam rumah sakit, Arvi menghidupkan mesin mobilnya keluar dari parkiran rumah sakit melaju menuju rumah Davika untuk berpamitan dengan mertua nya.
Arvi sampai di rumah orangtua Davika, lalu segera masuk ke dalam rumah.
"Waalaikumsalam Ar, duduk kita ng teh." ajak papa Davika.
"Iya pa." lalu duduk di sofa yang bersebrangan dengan papa Davika. Arvi mengambil cangkir kosong yang ada di atas meja di depan nya dan menuangkan air teh ke dalam nya tak lupa menambahkan sedikit gula.
"Udah makan malam belum??" tanya papa Davika.
"Udah pa, tadi sebelum pergi anter Davika kita makan dulu."
"Oh iya."
__ADS_1
"Pa, Arvi mau pamit pergi ke Jakarta dulu nanti saat weekend Arvi kembali lagi ke Bandung."
"Masuk kantor lagi Ar?? Maaf pasti gara gara papa pekerjaan kamu jadi banyak terhambat "
"Jangan bicara seperti itu pa, papa ga perlu minta maaf, papa orangtuaku juga sekarang." ucap Arvi.
"Terima kasih Ar atas semua pengorbanan dan waktu nya."
"Justru Arvi yang sangat berterima kasih pada papa karena sudah meminta untuk meminang putri papa yang sangat Arvi cintai dari dulu." ucap Arvi mesam mesem, selalu malu dan senang saat mengingat momen diri nya menikah.
"Papa percaya sama kamu, kamu bisa bahagiakan Davika. Tapi jika suatu saat kamu sudah tak mencintainya lagi, kembalikan lah kepada papa."
"Inshaa Allah Arvi akan selalu mencintai Davika pa."
"Papa selalu doa kan kalian bahagia."
"Makasih pa, maaf Arvi pamit sekarang pa, Arvi titip Davika dulu pa."
"Sama sama Ar, iya.. hati hati di jalan nya."
"Iya pa, assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Arvi pun pergi dari rumah Davika, menaiki mobilnya dan melaju meninggalkan kota Bandung untuk kembali ke Jakarta.
❤❤❤
__ADS_1
hiiiiiii.... im back 😉
Jangan lupa like comment and vote!!!!!