Cinta Yang Akhirnya Terungkap

Cinta Yang Akhirnya Terungkap
Papa


__ADS_3

"Ma, Vika sayang mama, mama yang tenang disana, Vika akan selalu mendoakan mama, Vuka sekarang pergi dulu ya mau lihat papa, nanti Vika pasti akan sering kesini mengunjungi mama. Assalamualaikum ma." ucap Davika dengan tegar tanpa air mata.


Mereka pun pergi meninggalkan area pemakaman menuju rumah sakit. Tiba disana ia berjalan cepat menuju ruang perawatan papa nya, namun sebelum sampai ia bertemu dengan Randy suami Kania. Randy meminta maaf ia tak bisa hadir di pemakaman mama nya karena ia ada operasi yang sudah dijadwalkan sebelumnya dan Kania juga tak bisa hadir karena Rafael anaknya sakit. Sebenarnya Kania sudah menghubungi ponsel Davika namun tak diangkat dan sudah mengirimkan pesan namun belum dibuka. Davika mengerti, dan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan Randy dan Kania. Lalu melanjutkan langkahnya menuju ruangan papa nya di ikuti Arvi yang berjalan di belakangnya.


Sampai disana terlihat om Ridwan, tante Astri, dan Putra yang berdiri di depan ruangan


"Bagaimana keadaan papa?? Kenapa semuanya diluar??" tanya Davika.


"Dokter sedang memeriksa kondisi papa mu, tunggulah jangan masuk dulu, sudah dari tadi sepertinya sebentar lagi selesai." ucap tante Astri.


Cklek


Benar saja tak lama pintu terbuka, keluar satu orang dokter dan dua orang perawat.


"Bagaimana keadaan papa saya dok?" tanya Davika.


"Alhamdulillah sudah sadar dan melewati masa kritisnya. Namun kondisi nya masih lemah dan belum stabil, kita masih harus mengobservasi keadaannya selama dua hari ke depan khawatir ada efek pasca operasi besar kemarin."


"Alhamdulillah." ucap semuanya, walau masih ada yang harus di khawatirkan tapi mereka bersyukur papa Davika sudah sadar


Dokter dan perawat pun pergi, lalu Davika pun masuk bersama om Ridwan, tante Astri, Putra, dan Arvi.

__ADS_1


"Papa." ucap Davika lirih sambil memeluk papa nya pelan karena banyak alat yang menempel di tubuh papa nya.


"M....aa....m.aa." ucap papa Davika sangat pelan dan terbata.


Davika mengerjap dan melepas pelukannya, dia tersenyum pada papa nya menahan air mata yang menyeruak ingin keluar.


"Maafin Vika pa, Vika sudah mengantarkan mana ke tempat peristirahatan terakhirnya tadi pagi. Maafin Vika tidak menunggu papa sadar, karena Vika ga tau papa kapan akan sadar. Mama sudah pulang pa." ucap Davika tersenyum sedih sambil menggenggam tangan papa nya.


Orang orang yang ada di dalam ruangan itu mengalihkan pandangan mereka, menitikan air mata dan mengusapnya melihat ketegaran Davika.


Papa menitikan air mata nya, tiba tiba nafas nya tersengal sengal. Arvi yang melihat itu segera memijit tombol darurat, tak lama datang perawat dan dokter. Semua diminta untuk menunggu diluar kecuali Davika yang tak ingin beranjak ke luar dari ruangan itu.


Dokter tampak menyuntikkan sesuatu pada pada selang infus yang terpasang. Setelah itu papa nya tampak memejamkan mata dengan nafas teratur, Davika yang melihatnya merasa sedikit tenang.


"Baik dokter, terima kasih." ucap Davika.


"Sama sama, saya permisi.." ucap dokter berlaku keluar.


Om Ridwan, tante Astri, Putra, dan Arvi pun kembali masuk. Mereka pun duduk di sofa. Om Ridwan dan Tante Astri tampak memejamkan matanya, sedangkan Putra dan Arvi tampak sibuk dengan Tablet di tangan mereka.


Satu jam berlalu, orang orang yang menunggu di sofa masih tampak sama seperti tadi. Davika duduk di kursi sambil menelungkupkan kepalanya di ranjang papa nya.

__ADS_1


"Vi...ka." terdengar lirih papa nya sadar kembali, membuat Davika bangun.


"Papa sudah sadar. Dengarkan Vika dulu ya pa, papa ikhlaskan mama agar mama tenang disana, dokter bilang papa jangan banyak berbicara dulu."


Papa Davika mengerjapkan kedua matanya tanda mengerti "I..ya" ucapnya pendek.


Mereka yang menunggu di sofa pun segera menghampiri ranjang, sebelum beranjak Putra terlebih dulu membangunkan papa nya dan tante nya.


"Papa istirahat lagi ya sekarang." ucap Davika.


"Pa....pa...i..ng...in."


"Ingin apa pa?" ucap Davika.


"I....ng..in..me...nikk...ah...kan......mm...mu."


Deg


********


Hayo....siapakah calonnya???

__ADS_1


apa laki laki yang dijodohkan dengannya datang????


__ADS_2