
Davika menangis terharu mendengar ungkapan cinta dari seorang laki laki yang selama ini selalu ada dalam hatinya dalam setiap untaian doa nya. Allah begitu baik padanya disaat dia bersedih dan merasa kehilangan mama nya, disaat itu juga Allah obati hatinya dengan menghadirkan cinta dari laki laki yang selama ini dia sebut namanya.
Ternyata ketika kita ikhlas menerima segala ujian dari Allah, menyerahkan segala urusan kita pada Allah, berpasrah diri pada Allah semua akan berakhir indah sesuai skenario terbaik menurut Allah.
"Iya.. aku mau, aku juga mencintaimu Ar." ucap Davika sambil menerima buket bunga, terbawa suasana membuat Davika jadi memanggil nama pada suaminya.
Arvi lalu berdiri menggengam sebelah tangan Davika yang tak memegang buket bunga.
"Ulangi sekali lagi!!" ucap Arvi.
"Aku juga mencintaimu mas." ucap Davika malu malu menundukkan kepala.
Arvi pun memeluk Davika mencium puncak kepala istrinya yang tertutup hijab "Terima kasih terima kasih sayang" ucapnya.
Arvi pun mengajak Davika masuk kembali ke dalam karena udara yang semakin malam semakin dingin. Saat memasuki kamar Davika dibuat kaget lagi ternyata surprise dari suaminya ini masih ada, kamar itu tampak sangat indah bertabur bunga mawar berbentuk hati dan juga lilin aromatherapy di atas nakas yang sangat wangi seperti bunga kesukaannya.
"Mas" ucap Davika.
__ADS_1
"Iya sayang, ayo sini duduk dulu." ucap Arvi mengajak Davika duduk di pinggir ranjang.
"Kamu suka?" tanya Arvi.
"Suka mas, ini indah banget wangi therapy nya juga favorit aku." jawab Davika.
"Sayang banyak yang mas ingin tanyakan sebenarnya tapi kita tunda besok saja, sekarang mas ingin memulai semua nya dari sini. Boleh??" tanya Arvi.
Davika yang mengerti maksud Arvi pun hanya menganggukan kepala nya, dia sungguh malu sekarang.
"Sayang, aku mau lihat rambut indah mu, aku buka ya hijabnya." ucap Arvi sembari membuka hijab Davika pelan pelan, terlihat jelas surai indah mahkota istrinya. Di pandang lekat wajah cantik kemerahan itu.
"Makasih mas." ucap Davika.
"Sayang, lihat aku." diangkat dagu Davika dan mata nya bertabrakan "Kalau kita lagi berdua gini panggilnya jangan mas ya." sambung Arvi.
"Terus apa?" tanya Davika.
__ADS_1
"Panggil sayang, ayo coba aku pengen denger." minta Arvi.
"Sa...yaa..ng." ucap Davika pelan dan terputus.
"Satu kali lagi, jangan malu malu gitu dong, kita kan udah halal." ucap Arvi.
"Sayang." ucap Davika malu.
"Kamu gemesin, aku jadi pengen makan." ucap Arvi.
Davika yang mengerti pun tersipu, Arvi memeluk Davika lalu mencium kening istri nya lalu kedu matanya bergantian lalu menempelkan bibirnya di bibir Davika dan melepaskannya lagi. Memandang Davika sebentar lalu mendekat lagi menci*m bibir istrinya lalu melu*atnya pelan pelan "balas sayang" ucap Arvi melepaskan tautan bibirnya dan kembali menci*m bibir istrinya. Davika pun akhirnya membalas lum*tan itu pelan. Ciu*an itu semakin menuntut dan mendamba. Arvi yang menyadari naf*u nya kini sudah semakin tinggi akhirnya melepas tautan itu.
"Sayang, aku ingin dengan benar melakukan ini untuk pertama kali nya, kita wudhu dulu ya terus shalat." ucap Arvi sambil menetralkan nafasnya dan meredam naf*u nya.
"Iya mas." ucap Davika, lalu mereka pun bergantian mengambil wudhu.
********
__ADS_1
tahan udah mau imsyak🙊🙊🙊🙊🙊🙊
Happy fasting everyone..😉