Cinta Yang Akhirnya Terungkap

Cinta Yang Akhirnya Terungkap
Harus Bagaimana????


__ADS_3

Dan kini setelah 8 tahun berlalu.....


Davika berhasil menjadi seorang dokter dan telah mengabdi di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bandung.


Davika masih melajang di usianya yang sudah menginjak 26 tahun, jangankan suami pacar pun tak punya. Selama ini ia hanya fokus belajar dan mencapai cita citanya serta jauh dilubuk hatinya masih terukir satu nama yang nyatanya tak pernah terhapus walau kini jarak membentang diantara mereka namun mereka masih berkomunikasi dengan canggih teknologi bisa bertegur sapa dan sesekali bertatap muka melalui sambungan video call, ya dia yang terukir di hati Davika masih laki laki sama bernama Arvi.


Cinta yang tak pernah terungkap diantara keduanya, hanya dekat sebagai sahabat yang selalu berbagi cerita aktivitas dan pengalaman. Tak intens komunikasi mereka selama 8 tahun ini, karna kesibukan diantara kedua nya. Tapi dalam 1 bulan mereka masih bertegur sapa 2 atau 3 kali. Dalam 8 tahun ini pun mereka hanya 2 kali bertemu itu pun saat kebetulan Arvi mengunjungi klien nya di Kota Bandung dan menyempatkan bertemu dengan Davika.


Kania sendiri sekarang sudah menikah dengan seorang Dokter bernama Randy Gunawan rekan kerja senior dari Davika. Mereka menikah 2 tahun yang lalu dan telah dikaruniai seorang putra berusia 1 tahun bernama Rafael Arkara Gunawan. Setelah melahirkan Kania memilih mengundurkan diri dari pekerjaannya karna ingin mengurus sendiri putra semata wayangnya


Arvi sendiri sukses menjadi seorang wakil CEO di perusahaan yang dirintis oleh Papa nya, sekarang jabatan CEO sudah diserahkan sepenuhnya kepada kakak nya Arkan oleh sang papa karna ingin benar benar pensiun dan menikmati damainya masa tua dengan sang istri serta cucu cucu nya dari Arkan yang saat ini tinggal bersama dengan mereka. Ya saat ini orangtua Arvi memutuskan kembali ke Jakarta tepatnya setelah cucu kedua nya lahir merasa jika sang menantu akan kerepotan nantinya mengurus 2 anak yang masih kecil tanpa bimbingan dari seorang ibu karna kebetulan ibu dari menantu pertama nya itu sudah meninggal sejak dirinya masih kuliah saat itu. Oleh sebab itu ia pindah karna ingin dekat dengan cucu cucu nya dan meminta anak anaknya untuk tinggal bersama di rumah utama yang selama ini hanya di tempati oleh Arvi dan beberapa pelayannya, Arkan memilih tinggal di rumahnya sendiri.


Namun kini sebagai anak Arvi dan Arkan ingin selalu menemani orangtua mereka di usia yang tak lagi muda, walau kedua orangtua nya masih terlihat segar bugar. Jadilah Arkan mengalah dan kembali ke rumah utama, istrinya pun tak keberatan malah teramat sangat bahagia karna kedua mertuanya itu sangat baik dan menyayanginya seperti anaknya sendiri.


Saat pindah ke Jakarta Arvi berubah menjadi laki laki dingin kepada semua wanita, berbeda dengan Arvi yang dulu selalu tebar pesona dan berganti ganti pacar. Dia sadar saat menginjak dewasa jika berhubungan dengan wanita tak bisa dianggap main main lagi seperti saat dulu masih SMA yang orang bilang hanya cinta monyet. Nyatanya perasaanku masih terpaut pada 1 nama "DAVIKA" namun tak pernah cukup nyali untuk menyatakannya khawatir akan kandas sebelum waktunya karna ia ingin selamanya dengan perempuan itu mengikatnya dengan pernikahan. Oleh itu selama ini ia hanya menjaga hubungannya sebagai sahabat.


Semua berjalan dengan segala aktivitas dan kesibukannya.

__ADS_1


Malam hari rumah Davika.


Davika dan kedua orangtua sedang berbincang sembari menonton televisi kebetulan Davika jadwal lepas dinas selama 2 hari ke depan. Papa nya saat ini salah satu Dokter Senior Spesialis Bedah hanya bekerja dari pagi hingga siang d rumah sakit serta jika ada panggilan darurat untuk operasi, kurang dari 3 tahun waktu pensiun nya akan tiba.


"Vika, bagaimana pekerjaanmu?" ucap Papa nya mengawali perbincangan malam ini.


"Alhamdulillah semua lancar Pa, aku menikmati pekerjaanku saat ini." sahutnya.


"Maaf nyonya tuan nona ini sudah jadi camilan nya." intrupsi seorang asisten rumah tangga.


Melanjutkan perbincangan hangat sesekali tertawa bersama sudah menjadi rutinitas keluarga mereka. Davika hanya seorang anak tunggal tak pernah merasa kesepian di rumah karna orangtuanya selalu menyempatkan waktu berbincang hangat seperti ini.


"Vik, papa dan mama mau bicara serius." tatap sang papa dengan serius.


Menatap bingung kepada papa nya yang tiba tiba serius "Boleh Pa ada apa??." dalam hati nya entah kenapa tiba tiba berdegup kencang bertanya ada angin apa.


"Vika, kamu anak satu satu nya Papa dan Mama. Kami sudah tak lagi muda dan ingin melihat kamu menikah serta mempunyai anak, usiamu pun sudah cukup untuk menikah. Namun Papa juga ingin berusaha menjamin kebahagianmu kelak mendapatkan suami baik serta keluarganya yang akan menyayangimu." ucap Papa.

__ADS_1


"Kami ingin menjodohkanmu dengan sahabat mama, in syaa allah anaknya baik dan keluarganya pun baik pasti menerimamu apa adanya." sambung sang ibu.


Degggg.....


Davika bingung apa yang harus ia katakan. Di satu sisi di hatinya masih tersimpan rapih satu nama yang dicintainya namun ia pun tak tega jika harus menolak keinginan orangtua nya. Dia tau orangtuanya selalu memberikan yang terbaik selama ink untuknya, tak mungkin kan untuk urusan jodoh orangtuanya memilih asal.


Melihat anaknya terdiam Papa berbicara lagi " Pikirkanlah nak, jika kamu bersedia tentu kami sangat senang. Namun jika kamu tidak bersedia dan sudah memiliki calon suami sendiri kami tak memaksa. Papa sudah lama mengenal sahabat Mama mu dan berteman baik juga dengan suaminya, kami selalu bertemu berkumpul bersama sama. Kamu juga sudah pernah bertemu dengan mereka dan anaknya mungkin terakhir kamu bertemu saat itu usiamu masih 12 tahun, kalian seumuran mungkin hanya selisih bulan dia lebih dulu lahir dari pada kamu. Namun setelah itu kalian tak pernah ikut lagi jika kita berkumpul karna jika kami bertemu kalian masih berada di sekolah atau jika sekarang kalian sibuk bekerja. Tapi walau begitu kami selalu bertukar cerita setiap kegiatan kalian. Kami yakin dia pria yang baik melihat bagaimana orangtuanya mendidik dan menceritakan anak mereka."


Mungkinkah ini akhir dari kisah cinta nya yang tak pernah terungkap.


"Beri waktu Davika 2 hari Pa Ma untuk memikirkannya."putus Davika akhirnya.


"Baiklah nak, kami tak memaksa pilihan kami. Namun kami hanya ingin terbaik untukmu. Karna kelak disaat kami menutup mata kami tenang meninggalkanmu di tangan yang tepat dan keluarga yang pastinya akan menyayangimu seperti anak kandung sendiri." tukas Mama nya.


"Iya Ma, Vika akan pikirkan dengan baik."


Selesai obrolan malam itu semua kembali ke kamar untuk beristirahat. Malam itu Davika merenung jalan apa yang harus diambil. Dia akan berdoa dan meminta petunjuk dari Sang Maha Pencipta.

__ADS_1


__ADS_2