
"Sayang kita pulang ke rumah keluarga aku yang di Bandung ya, tadi aku udah telepon papa buat kasih tau. Tapi baiknya kamu juga telepon papa langsung sekarang." ucap Arvi saat menjemput pulang Davika di dalam mobil.
"Kenapa ngedadak mas??? Bukan kasih tau tadi sebelum pergi, aku ga bawa baju ganti."
"Aku kan besok malam pulang ke Jakarta pengen berduaan sama kamu dulu yank seharian, kamu juga besok masuk kerja nya kan bagian malam."
"Iya udah, bentar aku telepon dulu papa barangkali belum tidur." Davika menghubungi nomor papa nya, kebetulan papa Davika beluk tidur, mengobrol sebentar lalu mengakhiri panggilan itu.
"Rumah kamu dimana mas??? Jauh??" tanya Davika yang memang belum pernah ke rumah Arvi.
"Ngga jauh kok, kita makan di rumah ya tadi aku udah minta asisten rumah buat masakin sebelum pergi."
"Mas, tapi aku ga bawa baju apa kita ke rumah papa dulu terus ke rumah kamu."
Arvi tersenyum melirik Davika lalu mencondongkan tubuhnya "Kamu ga usah pake baju aja." berbisik menggoda Davika.
__ADS_1
"Ish apasih mas." balas Davika membuang muka sambil mengerucutkan bibirnya.
"Jangan cemberut gitu dong, aku jadi pengen berhenti terus cium kamu."
Melirik sinis "Ih kamu jadi mesum gini, perasaan dulu sama aku calm aja. Jangan jangan waktu pacaran sama mantan mantan kayak gini juga." tuduh Davika membuat Arvi langsung mencari tempat yang aman lalu meminggirkan mobilnya.
"Sini lihat aku." ucap Arvi menarik tangan Davika dan menggenggamnya.
"Aku pacaran dulu zaman SMA, kamu selalu tau siapa perempuan perempuan itu dan tau jelas aku ga pernah mencintai mereka, bahkan aku ga pernah mencium mereka, kamu bisa kroscek ke mereka kalau ga percaya. Setelah aku lulus SMA dan kuliah di Jakarta aku ga pernah pacaran lagi dengan siapa pun karena saat kita keluar sekolah aku mulai sadar perasaanku untukmu, aku bertekad untuk menyelesaikan kuliahku dengan cepat lalu bekerja menjadikan diriku mapan setelah itu kembali ke Bandung untuk meminangmu langsung. Bahkan saking aku tak dekat dengan siapa pun orangtuaku takut hingga mengutarakan niat ingin menjodohkan aku, tapi aku menolak dan memilih menjemput cintaku ke Bandung namun semua tak semulus pikiranku. Semua terasa seperti jungkir balik dalam sekejap kecewa di patahkan diberi harapan lalu bahagia. Aku cinta kamu, hanya kamu, dan akan selalu kamu. Jadi aku mohon mulut manis kamu jangan pernah membahas lagi masa lalu yang tidak penting." ucap Arvi panjang lebar langsung membuat Davika berkaca kaca.
"Maaf mas." memeluk Arvi "Aku ga ragu kok sama kamu." sambung Davika.
"Iya mas."
"Ya udah kita jalan lagi ya sekarang, baju kamu udah aku siapin di rumah."
__ADS_1
"Mas belanja in??? kapan???." tanya Davika.
"Tadi lewat aplikasi online."
"Emang mas tau ukurannya? Kenapa ga tanya aku??" tanya Davika.
"Tau sayangku tadi setelah itu kan kamu berendam di kamar mandi aku beresin baju sambil di liat." ucap Arvi tersenyum membuat pipi Davika memerah.
"Jadi malu aku."
"Ngapain malu orang aku udah jadi suami kamu sekarang. Udah ya, sekarang kita berangkat lagi." menyalakan mesin mobilnya lagi.
"Iya mas." ucap Davika.
***
__ADS_1
yang manis manis dulu ya kan baru nikah ✌
Happy fasting everyone...