
Jangan lupa Like sebelum membaca ya☺
Jikalau ia meninggal setelah menikahkan putrinya, ia ikhlas dan tenang. Karena telah ada seseorang yang tepat mendampingi putrinya.
Pukul delapan malam akad nikah akan dilaksanakan. Sudah digelar satu buah permadani kecil disana, semua nya duduk dibawah sedangkan papa Davika tetap menyaksikan dari ranjangnya.
“Saudara Arvi Akbar bin Gunawan, Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Davika Maharani binti Abdurahman Nugraha yang walinya telah mewakilkan kepada saya untuk menikahkannya dengan engkau dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan kalung berlian dibayar tunai.” ucap Om Ridwan sembari menjabat tangan Arvi yang menandakan bahwa ijab qabul telah dimulai.
“Saya terima nikah dan kawinnya Davika Maharani binti Abdurahman Nugraha dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." Arvi telah mengucapkan Qabulnya dalam satu tarikan nafas.
"Bagaimana saksi sah?" Ucap bapak penghulu.
Putra dan Randy pun menganggukan kepala nya mengatakan "Sah" secara bersamaan. Disusul oleh tante Astri, petugas KUA, serta dua orang suster yang sengaja diminta hadir dan tak lupa teman Arvi yang pemilik rumah sakit ikut hadir menyaksikan ijab qabul itu.
__ADS_1
Davika yang sedari tadi menundukan kepalanya, mengangkat kepala dan memandang papa nya setelah mendengar kata sah. Ada senyum yang terbit disana, papa nya terlihat bahagia. Dia berdoa semoga mama nya pun ikut bahagia.
"Alhamdulillah.. Baarakallahu likulii wahidimmingkumaa fii shaahibihi wa jama'a bainakumma fii khayrin" ucap bapak penghulu dan mendoakan pengantin baru itu serta di aamiin kan oleh semua orang yang ada disana.
Artinya: mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan.
"Nak Arvi sekarang di tengok istrinya lalu di bacakan doanya." ucap bapak penghulu lagi.
Arvi pun merubah posisi duduknya begitu pun Davika, mereka kini saling berhadapan. Lalu Arvi meletakkan tangannya di atas ubun ubun sembari di usap pelan wanita pujaan hatinya yang telah dia nikahi.
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.
Davika meng aamiin kan doa itu dalam hatinya. Arvi memasangkan cincin yang telah disiapkannya di jari manis kanan istrinya, Davika pun sama memasangkan cincin di jari manis kanan Arvi. Lalu Arvi mengulurkan tangannya dan Davika menerimanya serta mencium punggung tangan Arvi yang telah menjadi suaminya kini. Arvi membalas ciuman tangan itu dan mencium kening Davika.
__ADS_1
Sungguh hati Arvi merasakan bahagia yang membuncah, wanita yang namanya selalu dia sebut di sepertiga malamnya kini benar benar menjadi istrinya. Sama hal nya Davika dia merasakan sedih namun bahagia disaat yang bersamaan.
Kedua insan yang baru resmi menikah itu pun telah selesai melakukan prosesi akad, hingga penandatanganan buku nikah, kini mereka bersalaman memohon doa dan restu atas pernikahan mereka kepada papa Davika, Om Ridwan, dan Tante Astri.
Semua yang menyaksikan turut memberi selamat dan tak lupa mendoakan kebaikan untuk sepasang suami istri baru itu serta kesembuhan bagi papa Davika.
Kini semua orang sudah meninggalkan ruang rawat papa Davika, hanya tinggal sepasang pengantin baru yang ada disana menjaga papa. Om Ridwan, tante Astri, dan Putra di minta Davika untuk pulang istirahat.
Lalu Arvi mengajak Davika mengaji mendoakan mama istrinya, mereka tak bisa mengikuti pengajian tahlilah di rumah Davika malam ini.
Papa Davika yang mendengar dan melihat putrinya mengaji bersama suaminya begitu bahagia, dia tersenyum dan semakin yakin akan perasaannya bahwa Arvi akan menjadi suami yang baik bagi Davika, lalu memejamkan mata nya tertidur.
*********
__ADS_1
*Udah SAH....
Jangan lupa like + favorit yaaa🤗*