Cinta Yang Tak Terduga

Cinta Yang Tak Terduga
Bab 35


__ADS_3

Bab 35


"Selamat kembali ke rumah nyonya." Ucap Darti senang karena majikannya itu telah di perbolehkan pulang ke rumah.


"Iya Darti. Terima kasih."


"Dania sudah masak yang enak-enak untuk nyonya." Kata Darti memberitahukan jika Dania masak banyak lauk hari itu..


"Terima kasih Dania." Ucap Tania tulus.


"Iya nyonya." Sahut Dania.


Lalu Airon dan Airish membawa masuk Tania ke kamarnya.


Saat makan malam, semua menikmati makanan yang di masak oleh Dania.


"Kalau kamu sudah menikah nanti, mama mau rasa masakan istri kamu." Ujar Tania. Tapi, yang tak Tania ketahui ucapannya itu membuat Dania terluka.


"Itu pun jika istri Airon itu pintar masak Ma." Kata Airish mengingatkan, jika bisa saja istri Airon itu nanti tak pintar masak.


"Dia itu wanita yang pintar mama yakin dia pasti pintar masak."


"Mama sebaiknya jangan terlalu berharap." Airish tak ingin Tania berharap banyak pada wanita yang di pilihkan untuk Airon itu.


Makan malam yang melukai Dania itu pun berakhir. Tania kembali ke kamarnya, sedang Airon berada di ruang kerjanya.


****


Airon dan Syahnni tengah berdiri menyalami tamu yang datang. Pernikhan mereka telah di laksanakan.


Tania terlihat bagitu senang dan bahagia. Karena apa yang di inginkannya telah menjadi kenyataan.


"Mama senang sekali dengan pernikahan kalian." Ucap Tania pada Airon dan Syahnni.


"Syahnni juga senang Tante."


"Panggil mama dong. Kan kamu sudah menikah dengan Airon." Kata Tania meminta agar Syahnni tak lagi memanggilnya Tante.


"Iya Ma." Ucap Syahnni malu-malu.


"Seperti itu dong." Kata Tania memeluk Syahnni.


Sedang Airon hanya memasang wajah datar taj berakspresi.


Pernikahan Airon dan Syahnni di adakan di sebuah hotel bintang lima dengan begitu megah sekali.


Membuat tamu perempuan yang hadir merasa iri pada Syahnni karena mendapatkan laki-laki seperti Airon. Tampan dan kaya raya.


Orang-orang oun bertanya-tanya, bagaimana bisa laki-laki sedingin Airon itu bisa takluk pada Syahnni.


Mereka berpikir Syahnni adalah wanita yang sangat beruntung sekali.

__ADS_1


Sementara di rumah Dania menunggu dengan hati yang begitu cemas.


Saat Airon dan istri barunya pulang entah dia harus bersikap seperti apa.


Dan, Dania takut dia tak dapat menahan perasaannya nanti di depan yang lainnya.


Dania begitu khawatir memikirkan kemungkinan yang akan dia alami nanti.


"Dania kamu kenapa?" Tanya Darti melihat wajah pucat Dania.


"Saya tidak apa-apa mbak." Ucap Dania memaksakan senyumnya.


"Kamu terlihat pucat." Kata Darti.


"Saya hanya sedikit tidak enak badan." Ujar Dania berbohong. Sebenarnya rasa khawatirnya yang membuat dia seperti itu.


"Sebentar lagi nyonya pulang. Sebaiknya kita cepat bersiap. " Ucap Darti melirik jam yang ada di dapur.


"Iya mbak." Sahut Dania.


Tania, Airon, Airish dan Syahnni tiba di rumag sebelum jam 8 malam.


Dania dan Darti menyambut kedatangan mereka.


Airon dan Syahnni turun di mobil yang sama membuat Dania menunduk karena tak sanggup melihat kenyataan jika suaminya telah menikah lagi.


"Airon kamu antar Syahnni ke kamar ya. Biar kalian istirahat." Ucap Tania menyuruh Airon dan Syahnni istirahat. Sebenarnya Tania ingin agar Airon dan Syahnni cepat-cepat melakukan hubungan suami istri, agar dia cepat mendapatkan cucu.


"Aku tidak pernah menyangka kita sudah menjadi suami istri." Ucap Syahnni saat dia dan Airon sudah berada di dalam kamar.


Airon hanya diam tak menanggapi ucapan Syahnni. Dia terlalu malas untuk meladeni Syahnni bicara.


"Apa sebaiknya kita berkeringat?" Syahnni mendekati Airon dan membuka jas yang Airon kenakan.


"Lepaskan tanganmu dariku!" Ucap Airon menatap tajam Syahnni.


"Sayang, kita ini sudah menikah. Seharusnya kita-"


"Aku tidak punya mood untuk menyentuh wanita sepertimu." Potong Airon dingin.


"Airon kamu keterlaluan!" Marah Syahnni.


Airon yang terlalu malas untuk mendengar kemarahan Syahnni memilih pergi meninggalkan Syahnni dan masuk ke dalam ruang kerjanya.


"Aku akan membuat kamu bertekuk lutut padaku Airon!" Ujar Syahnni marah karena Airon meninggalkan kamar begitu saja pada malam pertama mereka.


Tok! Tok! Tok!


Pintu kamar Danua di ketok oleh seseorang saat tengah malam.


Dania bangun dan membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


"Tuan Airon." Ucap Dania karena melihat Airon yang berdiri di depan kamarnya.


Tanpa berkata apa-apa Airon langsung masuk ke dalam kamar Dania dan mengunci pintu kamar.


Setelah menutup dan mengunci pintu Airon langsung menarik Dania ke pelukannya.


"Saya rindu kamu Dania." Ucap Airon.


Beberapa hari sibuk dengan pernikahannya dengan Syahnni membuat Airon jarang memiliki waktu untuk berlama-lama menatap istri pertamanya itu.


"Saya juga rindu pada tuan." Sahut Dania.


Dania sempat berpikir jika Airon sudah melupakan dirinya. Karena Dania merasa, dia tak ada apa-apanya jika di bandingkan dengan Syahnni yang berpenampilan modis dan juga cantik, serta berpendidikan.


"Tapi bagaimana dengan nyonya Syahnni tuan?" Tanya Dania melepaskan pelukannya lalu mendongak menatap Airon.


"Saya tidak perduli padanya Dania. Saya hanya menginginkan kamu. Bukan dia." Ujar Airon.


Untuk melihat Syahnni saja sudah membuat Airon merasa sangat marah. Dia tidak menyangka jika Syahnni bisa selicik itu, memamfaatkan ibunya sebagai jembatan untuk menikahi dirinya.


"Saya mau di sini bersama kamu." Kata Airon.


"Bagaimana jika nanti nyonya Syahnni mencari tuan. Saya takut tuan, jika kita akan ketahuan." Ujar Dania.


"Kenapa kamu harus takut? Kamu itu istri sah saya Dania. Dan, kamu lebih memiliki hak atas saya." Ujar Airon memberitahu Dania, jika Dania lebih memiliki hak atas dirinya di banding Syahnni.


Dania merasa bahagia mendengar penuturan Airon itu. Ternyata dirinya masih ada di dalam hati Airon dan tak tergeserkan.


"Saya akan tidur di sini malam ini denganmu." Ucap Airon. Lalu mengecup lembut dahi Dania.


"Terima kasih tuan." Ucap Dania meneteskan air mata.


"Ada apa? Kenapa kamu menangis?" Tanya Airon tak mengerti.


"Saya merasa sangat senang tuan." Ucap Dania memeluk tubuh kekar suaminya itu.


"Terima kasih." Ucap Dania merasa sangat bersyukur.


Airon mengecup bibir Dania. Bibir yang sudah lama tak ia sentuh. Ah, Airon merinduinya.


Sementara di kamarnya. Syahnni menunggu Airon. Harusnya Airon sudah kembali ke kamar mereka untuk melewati malam pertama yang panas.


Syahnni merasa sudah tak sabar untuk melakukan permainan panas itu bersama Airon.


"Airon kemana dia?" Gumam Syahnni pada diri sendiri.


Namun sudah hampir pukul 2 pagi. Airon masih tak kembali, membuat Syahnni merasa sangat marah.


Dia tak menyangka Airon akan mengabaikan dirinya seperti itu. Padahal, sudah memakai lingeri untuk malam pertama mereka.


Dengan marah, Syahnni melempar tubuhnya ke atas kasur. Pagi nanti dia akan bertanya pada Airon. Dari mana saja laki-laki itu.

__ADS_1


__ADS_2