
Kobaran si jago merah membakar gudang tempat di mana Dania sekap. Bak monster yang sedang mengamuk sehingga tak ada siapa yang bisa selamat di dalamnya.
"Dania!!!" Teriak Airon ingin menerobos masuk ke dalam.
"Jangan Ron." Ergan menahan Airon, karena jika Airon masuk ke dalam, si jago merah pasti akan melahap Airon juga.
"Dania di dalam sana Gan, aku tidak akan membiarkan Dania mati. Dania dan anakku harus aku selamatkan!" Ujar Airon.
"Kalau kamu masuk ke dalam, kamu tidak akan bisa keluar Ron! Aki tidak akan membiarkan kamu melakukan hal bodoh!" Ergan terus menahan Airon agar tak nekad. Lalu memberi aba-aba pada anak buahnya untuk ikit menahan tubuh Airon.
"Lepas Ergan! Kalian semua lepaskan aku!" Teriak Airon marah tak terkendali.
Bukkk!!!
Tinju Ergan melayang mengenai wajah Airon.
"Sadar Ron!" Kata Ergan.
Airon terduduk lemas tak berdaya melihat kobaran si jago merah semakin besar. Airon tak dapat membayangkan jika benar Dania ada di dalam sana.
Hati Airon hancur memandang gudang yang di lahap api itu dengan berlinang air mata.
Begitu pun Ergan dan anak buahnya, mereka sudah tak dapat melakukan apa pun lagi. Mereka hanya bisa menunggu Damkar untuk menjinakkan si jago merah sambil berharap tak ada tanda-tanda Dania di dalam sana.
Setelah hampir satu jam akhirnya si jago merah berhasil di jinakkan oleh petugas Damkar.
Polisi yang juga sudah berada di tempat kejadian segera masuk ke dalam untuk memastikan apakah ada tanda-tanda mayat yang terbakar di sana.
Airon tak mau tinggal diam, dia juga ikut masuk. Dan, terus berdoa semoga Dania tak ikut di lahap kobaran api itu.
Lululantah hati Airon, jiwanya seakan di renggut seketika, mayat seorang perempuan yang terbakar di temukan di dalam gudang itu.
Semua tanda-tanda pada mayat menuju pada Dania yang membuat Airon semakin hancur.
Tania, Arish juga Darti merasa kehilangan Dania, tak pernah ada yang menyangka Dania akan pergi secepat itu.
"Mama khawatir sama Airon." Sudah beberapa hari ini dia tidak pernah keluar kamar." Kata Tania.
__ADS_1
Memang semenjak Dania di kebumikan Airon tak pernah keluar kamar.
"Ma." Seseorang memanggil Tania dan dia adalah Syahnni.
"Syahnni, ada apa kamu ke sini?" Tanya Tania, dia tak suka dengan kedatangan Syahnni di rumahnya.
"Syahnni hamil Ma." Beritahu Syahnni mengagetkan Tania.
"Hamil? Lalu kenapa kamu datang ke rumah ini? Harusnya kamu ke rumah laki-laki yang menghamili kamu." Kata Tania.
"Syahnni hamil anak Airon Ma." Kata Syahnni lantang.
"Anak Airon? Jangan bohong kamu! Bukankah kamu yang mengatakan jika Airon tidak pernah menyentuh kamu!" Marah Tania, karena berani-beraninya Syahnni berbohong padanya.
"Iya memang hari itu Airon tak pernah menyentuh Syahnni, tapi setelahnya kami melakukan hubungan layaknya suami istri Ma." Jelas Syahnni.
Darti yang mendengar apa pengakuan Syahnni langsung berlari ke kamar Airon.
"Tuan, nona Syahnnu datang tuan. Nona Syahnni bilang dia hamil anaknya tuan." Beritahu Darti dari pintu Airon yang masih tertutup.
"Tuan." Panggil Darti lagi.
"Apa kamu benar hamil?" Tanya Airon yang turun untuk pertama-kalinya setelah kepergian Dania. Wajahnya sudah di penuhi cambang dan kumis yang tebal, entah kapan terkahir kali dia bercukur.
"Iya Ron, aku hamil, hamil anak kamu. Kamu ingatkan yang terjadi malam itu." Kata Syahnni.
Kembali Airon mengingat sesuatu ketika giliran dia tidur di kamar bersama Syahnni.
Dan, setelah bangun di pagi hari, Airon mendapati dia sedang tidur memeluk Syahnni tanpa sehelai kain, begitu juga dengan Syahnni.
Syahnni mengatakan padanya jika semalam mereka melalui malam yang panjang dan panas.
Waktu itu, Airon tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Syahnni. Karena dia tak mungkin melakukan itu dengan Syahnni.
Di sentuh Syahnni saja dia merasa jijik, apalagi jika harus melakukan hubungan badan dengan Syahnni, itu sungguh tidak mungkin.
Kembali ke masa kini, di mana Syahnni mengaku hamil anak Airon.
__ADS_1
"Berikan aku buktu jika kamu memang hamil." Kata Airon meminta bukti, dia tak ingin di tipu mentah-mentah oleh perempuan licik seperti Syahnni.
"Ini, aku bawa bukti kalo aku benar-benar hamil." Syahnni menunjukkan hasil pemeriksaan yang menyatakan dia benar hamil.
Airon mengambil dan melihatnya hasil pemeriksaan itu.
"Ron jangan percaya, mungkin itu palsu, sekalipun hamil, mungkin itu bukan anak kamu." Kata Airish, dia tahu betul wanita seperti Syahnni pasti akan melakukan apa saja untuk mendapatkan Airon.
Airon diam masih menatap bukti yang di berikan Syahnni padanya.
"Baik, aku akan menikahimu kembali." Kata Airon membuat Tania, Airish dan Darti kaget. Bagaimana bisa Airon percaya semudah itu pada wanita selicik Syahnni.
"Ron, kamu jangan begitu mudah percaya pada Syahnni." Kata Airish.
"Iya Ron, cukup, dulu mama yang tertipu oleh dia, tapi jangan kamu juga Ron." Kata Tania.
"Keputusanku sudah bulat, jangan di ganggu gugat lagi." Kata Airon lalu pergi kembali ke kamarnya.
Sebenarnya, Airon tak percaya begitu saja pada Syahnni. Tapi, karena telah kehilangan Dania dan anaknya yang di kandung Dania membuat Airon berpikir, bagaimana jika benar Syahnni benar-benar hamil anaknya, jika dia menolak Syahnni, maka dia akan kehilangan anaknya lagi.
Airon akan menunggu sampai anak itu lahir, lalu dia akan bisa mengetahui apakah anak itu benar anaknya atau bukan.
Airon memang membenci Syahnni, tapi dia tidak akan mungkin membenci anaknya sendiri, meskipun jika ibu anaknya adalah seorang wanita licik yang jahat.
Syahnni keluar dari rumah Tania dengan senyum penuh kemenangan, akhirnya dia bisa membuat Airon kembali padanya.
Meskipun dia harus menyingkir Dania terlebih dulu, tapi, hasil yang di dapatnya sangat memuaskan.
"Ron, boleh mama masuk?" Tania mengetuk pintu kamar Airon, dia harus bicara dengan Airon.
"Ya ma." Sahut Airon.
"Mama pasti mau membahas tentang aku yang ingin kembali menikahi Syahnni bukan?" Airon tahu, sudah pasti Tania tidak terima dengan keputusan yang diambilnya.
"Mama mau kamu jelaskan kenapa kamu yakin jika Syahnni benar-benar hamil anak kamu?" Tanya Tania.
"Airon tidak yakin Ma, Airon hanya tak ingin kehilangan lagi. Jika benar Syahnni hamil dan Airon menolaknya, itu artinya Airon akan kehilangan anak Airon lagi, sudah cukup Airon kehilangan Dania dan anak yang ada di kandungan Dania Ma." Airon berbicara dengan senduh.
__ADS_1
"Airon, tidak ingin kehilangan lagi." Sambung Airon menahan rasa sesak hatinya.
Tania mendekat lalu memeluk anaknya itu, Dia tak pernah melihat Airon serapuh itu sebelumnya. Hati Tania pun ikut hancur melihat Airon menderita karena kehilangan istri yang begitu di cintainya, dan juga anak yang begitu di nantikan oleh mereka semua.