Cinta Yang Tak Terduga

Cinta Yang Tak Terduga
Permintaan Diandra


__ADS_3

"Tolong nikahi saya Pak Airon." Pinta Diandra membuat Airon Dejavu.


Dulu dia pernah mendengar permintaan itu dari seorang wanita, wanita yang akhirnya membuat dia jatuh cinta.


Namun sayang, semuanya tak berjalan mulus, karena dia kehilangan wanita itu, dan juga anak yang tengah di kandungnya.


Airon kembali ingat kisahnya bersama Dania, saat pertama-kalinya bertemu Dania.


Semuanya kembali tergambar dengan jelas di dalam ingatan Airon.


Bagaimana frustasinya Airon dulu saat Dania menghilang entah kemana. Dan, saat dia telah menemukan keberadaan Dania, Dia hanya bisa menemukan jasad Dania yang sudah tak bisa di kenali, akibat, seluruh tubuhnya terbakar.


Kejadian itu, membuat Airon semakin hancur, sehancur-hancurnya, membayangkan bagaimana saat Dania meregang nyawa bersama janinnya di dalam kobaran api yang panas.


Bahkan, Airon selalu menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi, jika saja dia bisa menjaga Dania dengan baik, semua itu pasti tidak akan pernah terjadi. Dan pasti, Dania sedang hidup bahagia bersamanya dan juga anak mereka.


Air mata Airon jatuh mengingat semua kejadian pilu itu, bagaimana istri yang begitu di cintainya pergi.


"Ron...." Entah sudah berapa kali Ergan memanggil Airon,, tapi Airon hanya diam melamun tak sadar kedatangan Ergan di ruangannya itu.


"Ada apa? Kamu kenapa Ron?" Tanya Ergan tak mengunakan bahasa formal lagi, karena Ergan tahu, jika saat ini Airon membutuhkan dia sebagai seorang sahabat.


"Diandra memintaku untuk menikahinya." Kata Airon langsung.


Mendengar ucapan Airon yang mengatakan, jika Diandra meminta Airon untuk menikahinya, membuat Ergan berpikir, apa yang sudah terjadi antara Airon dan Diandra.


"Kenapa Diandra meminta kamu untuk menikahinya?" Tanya Ergan.


Airon pun mulai menceritakan semuanya pada Ergan, awal kejadian hingga akhirnya Diandra meminta Airon untuk menikahinya.


"Jika seperti itu, kamu harus menentukan pilihan mu Ron. Pikirkan dengan baik, agar nanti tidak ada penyesalan." Nasehat Ergan.


Airon tampak memikirkan nasehat yang di berikan oleh Ergan padanya.


"Diandra keruangan saya." Panggil Airon.


Diandra yang berada di meja kerjanya meletakkan telepon, lalu melangkah masuk ke ruangan Airon.


"Iya Pak Airon."


"Kamu benar ingin menikah dengan saya?" Tanya Airon ingin memastikan apakah Diandra benar-benar yakin, Airon tahu, dia juga memang harus bertanggungjawab karena dia yang merenggut keperawanan Diandra.


"Iya Pak Airon, saya mau menikah sama Pak Airon, saya mau jadi istri sah Pak Airon." Kata Diandra meyakinkan Airon.


"Baiklah, saya akan menikahi kamu dan bertanggung jawab." Sahut Airon.


****


Sama seperti dulu ketika menikahi Dania, Ergan kembali jadi saksi pernikahan Airon dan Diandra, tapi kali ini tidak hanya ada Ergan yang menjadi saksi pernikahan itu, Airish juga ada di sana.

__ADS_1


Para saksi sudah mengucapkan sah atas pernikahan Airon dan Diandra.


"Selamat atas pernikahan kalian." Ucap Airish.


"Terima kasih bu Airish." Sahut Diandra.


"Jangan panggil bu Airish lagi dong Diandra. Panggil aku Airish." Kata Airish.


"Baik." Sahut Diandra senyum.


"Ayo Diandra kita pulang ke rumah, kamu harus bertemu mama." Kata Airish.


"Ermm, aku punya permintaan." Kata Diandra.


"Apa yang kamu inginkan?" Tanya Airon.


"Aku minta untuk merahasiakan pernikahan kita dulu." Kata Diandra.


"Kenapa Diandra?" Giliran Airish yang bertanya.


"Aku belum untuk membukanya sekarang." Kata Diandra.


"Baiklah, kalau itu yang kamu inginkan." Kata Airon.


Akhirnya pernikahan Diandra dan Airon pun di rahasiakan.


"Aku harus pulang." Kata Airon.


Diandra mengangguk. dan Airon pun pergi, tanpa kecupan manis pada Diandra, membuat Diandra sedikit kecewa.


"Selamat atas pernikahan kamu, aku sangat ingin hadir." Ucap Hanson yang keluar ketika Airon sudah pergi melaju dengan mobilnya.


"Ya, aku juga sangat ingin kau hadir kak, tapi kita tidak bisa membiarkan apa yang sudah kita rencanakan sejak lama menjadi sia-sia." Kata Diandra.


Sementara di rumahnya, Airon pulang lebih awal.


"Papa.." Teriak Deon seperti biasa berlari ke arah Airon, dan seperti biasa juga Airon langsung menyambut Deon dengan pelukan hangat.


"Papa tumben pulangnya awal?" Tanya Deon.


"Karena Papa kangen Deon." Sahut Airon, dia kan tidak mungkin mengatakan jika dia habis menikah lagi.


"Ron, kamu pulang?" Tania turun dari lantai atas.


"Iya, Ma." Sahut Airon.


Sebenarnya, Airon mau mengatakan jika dia sudah menikah lagi dengan sekretarisnya, tapi karena permintaan Diandra untuk merahasiakan, jadi dengan terpaksa Airon merahasiakannya.


Setelah bermain sebentar dengan Deon, Airon masuk ke dalam ruang kerjanya.

__ADS_1


Airon duduk, mengeluarkan foto Dania yang ada di lacinya.


Airon menatap lama foto Dania, ada rasa rindu yang dalam yang Airon rasakan.


Benar, Airon begitu rindu pada Dania, istri yang begitu dia cintai.


Kembali semua kenangannya bersama Dania terputar kembali dan rasa bersalah kembali muncul di hati Airon.


Suara ketukan pintu membawa Airon kembali dari lamunannya akan Dania, masa-lalu yang begitu indah bagi Airon.


"Papa makan yuk." Panggil Deon.


Airon menggendong Deon keluar duduk di meja makan bersama yang lainnya.


"Pa, mama kemana ya?" Tanya Deon pada Airon.


Airon yang mendapat pertanyaan itu dari Deon melirik ke arah Tania.


"Mama kamu kan lagi di butik sayang." Tania yang menjawab.


Deon pun tak lagi bertanya.


"Dia pergi dari semalam dan sampai sekarang tidak pulang Ron." Kata Tania memberitahu Airon.


Sibuk Syahnni yang seperti itulah yang membuat Tania semakin tak suka pada Syahnni.


Syahnni bahkan, terkadang lupa jika dia adalah seorang ibu. Bahkan dari Deon bayi, Syahnni tak pernah merawat Deon layaknya seorang ibu yang merawat anaknya.


Jika Deon menangis saat malam, Syahnni hanya membiarkannya, untung saja di rumah, ada Airon, Airish dan juga Tania.


Mereka yang mencurahkan kasih sayang pada Deon, menjaga Deon dari bayi hingga saat ini. Bahkan, terkadang Tania berpikir apakah Deon itu anak Syahnni.


"Kamu sepertinya harus bicara sama Syahnni Ron, jangan se'enaknya saja bersikap di rumah ini. Anak saja tidak dia pedulikan." Kata Tania.


"Nanti Airon akan bicara sama Syahnni Ma." Sahut Airon, meskipun sebenarnya dia juga sudah malas.


"Mama liat Syahnni makin hari makin susah di atur. Semua dia lakukan sesuka hatinya." Kata Diandra kesal.


Jika bukan karena Deon dia juga pasti sudah mengusir Syahnni dari rumah itu.


Sementara Syahnni masih berada di dalam hotel bersama dengan pria yang berbeda dari semalam.


Dering ponselnya Syahnni berbunyi, Syahnni langsung meraih ponselnya yang ada di atas meja, dan melihat nama yang tertera.


Ternyata Airon yang menelepon, dengan panik Syahnni mengangkat telpon dari Airon.


"Iya sayang," jawab Syahnni dengan panik.


"Ya, aku pulang sekarang, butik lagi ramai jadi aku tidak pulang semalam. Iya, aku pulang." Kata Syahnni lalu menutup telpon dan segera meninggalkan hotel.

__ADS_1


__ADS_2