Cinta Yang Tak Terduga

Cinta Yang Tak Terduga
Bab 37


__ADS_3

"Kamu dari mana semalam Ron?" Tanya Syahnni saat Airon kembali ke kamar.


"Ron aku nanya, kamu dari mana semalam? Kenapa kamu tidak pulang?" Syahnni menahan lengan Airon yang ingin masuk ke kamar mandi dan mengabaikan dirinya.


"Bukan urusan kamu Syahnni." Ujar Airon melepaskan tangan Syahnni dari lengannya.


"Aku ini istri kamu Ron! Aku berhak tau kamu dari mana. Semalam itu malam pertama kita Ron!" Syahnni benar-benar tak terima dengan perlakuan Airon pada dirinya.


"Saya tidak pernah meminta kamu untuk menjadi istri saya!" Airon menatap Syahnni dengan amarah, membuat nyali Syahnni menciut takut.


"Aku minta maaf Ron. Aku cuman khawatir sama kamu." Ujar Syahnni dengan nada pelan.


Airon mengabaikan Syahnni dengan tanpa perduli dan langsung masuk ke kamar mandi.


"Kamu keliatan capek banget." Tegur Darti melihat wajah Dania yang tampak begtiu kelelahan.


"Tuan Airon sama nyonya Syahnni yang malam pertama tapi kamu yang keliatan kelelahan. Aneh." Ujar Darti lagi yang hanya di tanggapi senyum oleh Dania.


Dania memang merasa sangat lelah karena semalam Airon mengempur dirinya dengan sangat buas.


Mengingatnya membuat pipi Dania memerah.


"Kenapa kamu?" Tanya Darti melihat Dania.


"Tidak mbak." Sahut Dania.


"Lagi apa kalian?" Tanya Syahnni yang masuk ke dapur dan melihat Darti serta Dania.


"Lagi mau bikin sarapan nyonya." Sahut Darti.


"Sarapan? Jam segini kalian baru mau bikin sarapan? Dasar babu malas!" Ujar Syahnni mengatai Darti dan Dania.


"Bikinkan saya orange jus." Suruh Syahnni.


Dan, dengan cepat Dania berdiri membuat jus untuk Syahnni.


Setelah jus nya siap, Syahnni keluar dengan membawa jusnya.


"Baru jadi nyonya sehari di rumah ini sudah kelihatan aslinya. Iih, kirain baik. Taunya penyihir jahat." Gerutu Darti pada sikap Syahnni tadi.


"Sudah mbak." Kata Dania takut jika nanti Syahnni mendengarnya.


"Sebal aku sama dia Dania. Kok bisa ya, tuan Airon dapat istri seperti itu." Ucap Darti masih tak terima karena di perlakukan tak baik oleh Syhanni tadi.


"Ini sayang kamu makan yang banyak ya." Syahnni menyendokkan nasi ke piring Airon.


Untungnya Airon tau jika yang masak adalah Dania. Jika tidak, dia pasti sudah akan pergi tak ingin ikut sarapan.

__ADS_1


"Ini, mama juga makan yang banyak ya." Syahnni juga menyendokkan untuk Tania.


"Terima kasih Syahnni. Kamu baik sekali." Ucap Tania dengan senyum bahagianya.


"Kalian juga sini ikut makan sama kita. Tidak apa-apa kan Ma? Kalau mereka ikut makan bersama?" Tanya Syahnni pada Tania karena mengajak Darti dan Dania makan bersama.


"Tentu saja tidak apa-apa sayang." Sahut Tania. Tania juga merasa sangat beruntung memiliki menantu yang sebaik dan secantik Syahnni.


"Sini, ayo duduk." Panggil Syahnni pada Darti dan Dania.


"Kita berdua nanti saja nyonya." Sahut Dania menolak.


"Baiklah jika seperti itu." Kata Syahnni. Padahal dia jika saja Darti dan Dania ikut makan saat dia panggil tadi. Dia akan merasa sangat jijik makan bersama pembantu.


"Dasar ular." Gumam Darti pelan, muak dengan kemunafikan Syahnni, membuat Dania menyenggolnya pelan.


Ya, Darti dan Dania sudah lebih dekat. Darti sudah berubah bersikap lebih baik pada Dania.


Setelah beberapa hari bekerja bersama Dania. Darti menjadi sadar jika Dania adalah orang baik dan lembut. Darti merasa tak pantas memperlakukan Dania dengan kasar.


Sementara Airish yang melihat semua pemandangan itu hanya dia menetralisir semua yang di lihatnya.


Airish merasa ada yang tak beres yang tekah terjadi. Apalagi pada Airon.


Dan, Airish juga sadar, bahwa pandangan Airon pada Dania, adalah pandangan yang berbeda.


"Bagaimana malam pertama kamu sama Syahnni?" Tanya Airish saat dia mengujungi kantor Airon.


Pertanyaannya itu membuat dia mendapatkan tatapan tajam dari Airon.


"Oh my God. Jangan bilang kalian tidak melewati malam pertama semalam?" Airish kaget. Karena setahu dirinya, Airon adalah laki-laki tak perduli apakah dia menyukai perempuan itu atau tidak, dia pasti tak akan melewatkan hal itu.


"Kalau tidak ada yang penting sebaiknya kamu pergi." Ujar Airon pada Airish. Dia terlalu malas mendengar pembahasaan tentang Syahnni.


"Iya deh, aku pamit." Airish pun keluar dari ruangan Airon.


"Nona.." Sapa Ergan yang ketika itu akan masuk ke ruangan Airon.


"Hai Gan." Sahut Airish setelah itu pergi begitu saja. Dan, itu membuat Ergan merasa jika mungkin saja Airish sudah benar-benar melupakan dirinya.


"Kalian berdua kemari." Panggil Syahnni pada Dania dan Darti.


"Iya nyonya ada apa?" Tanya Dania.


"Berani sekali kamu bertanya pada saya ada apa!" Marah Syahnni pada Dania.


"Seharusnya kamu tidak bertanya apa-apa. Paham kamu?!"

__ADS_1


"Maaf nyonya." Ucap Dania.


"Kalian berdua pijit saya." Suruh Syahnni.


"Baik nyonya." Sahut Dania lalu mulai memijit bahu Syahnni.


"Kenapa kamu diam! Cepat kemari pijit saya!" Bentak Syahnni pada Darti yang hanya diam tak menurut seperti Dania.


"Baik nyonya." Sahut Darti oga-ogahan.


Jika saja Syahnni bukan istri dari Airon, dia sudah pasti akan menyambak rambut Syahnnu hingga rontok.


"Dasar penyihir!" Teriak Darti dengan geram ketika kembali ke dapur setelah selesai memijit Syahnni.


"Sudahlah mbak. Dia itu istrinya tuan Airon." Ujar Dania.


"Kok bisa sih kamu itu tidak marah dengan kelakuan perempuan itu, yang se-enak jidatnya pada kita?" Darti heran dengan Dania yang hanya menerima apa pun yang di perlakukan padanya.


"Saya tau diri mbak. Saya ini cuman pembantu rumah, jadi saya tidak punya hak apa pun untuk membantah." Kata Dania.


"Dania, kamu tidak akan bisa hidup lama di lingkungan orang jahat jika sikapmu terlalu baik seperti itu." Ujar Darti geleng-geleng kepala melihat Dania.


Sementara Dania hanya membalas perkataan Darti itu dengan senyuman.


Tak lama kemudian di tengah kesibukan Darti dan Dania. Syahnni masuk ke dapur bersama Tania.


"Nyonya." Sapa Darti dan Dania pada Tania.


"Sore ini Syahnni yang akan masak jadi kalian bantu dia ya." Beritahu Tania pada Darti dan Dania.


"Saya harap kalian tidak keberatan dengan keberadaan saya di dapur ini." Ucap Syahnni dengan begitu manis.


"Kalian bantu Syahnni ya." Kata Tania lalu pergi.


"Kalian berdua cepat selesaikan semuanya." Suruh Syahnni lalu duduk tak mengerjakan apa pun.


"Ini sudah nyonya. Tinggal di masak aja." Ucap Dania.


"Kalian yang masak." Kata Syahnni.


"Tapi, kata nyonya tadi. Nyonya Syahnni yang akan masak." Ucap Darti.


"Kalian yang masak. Tapi ingat, jika di tanya katakan jika saya yang masak." Ujar Syahnni menyuruh Dania dan Darti berbohong.


"Tapi nyonya-"


"Tidak ada tapi-tapi, Cepat masak, tapi ingat kalau sampai kalian bocorkan, bukan saya yang masak. Siap-siap, kalian akan kehilangan pekerjaan kalian. Kalian tau kan. Mama mertuaku itu sangat sayang padaku." Ancam Syahnni agar Dania dan Darti tak membocorkan bahwa dia tak masak.

__ADS_1


Darti dan Dania hanya mampu menuruti perkataan Syahnni.


__ADS_2