Cinta Yang Tak Terduga

Cinta Yang Tak Terduga
Bab 46


__ADS_3

Syahnni merasa begitu marah saat melihat Airon begitu perduli dengan Dania. Beberapa hari ini dia Airon memberikan perhatian lebih pada Dania sedang dirinya tak dianggap. Dia seperti tak ada di rumah itu.


Dania akan ke dapur saat dia bertemu dengan Syahnni yang menghentikan langkah Dania.


"Kamu senang kan sekarang?! Perhatian Airon terarah padamu. Aku tak pernah dianggapnya!" Syahnni menatap Dania dengan penuh amarah. Kebenciannya berlipat-lipat.


" Maaf Syahnni. Saya akan bicara pada Airon jika itu membuat kamu tidak nyaman.." ucap Dania membuat Syahnni semakin berang mendengarnya.


Apakah Dania sengaja semakin memanas-manasi dirinya. Agar dia terlihat lebih tak bermakna lagi di mata Airon.


"Ala kamu sengaja ingin melakukan itu agar Airon semakin membenciku hah!" Marah Syahnni dengan tatapan kebenciannya pada Dania.


Dania semakin serba-salah di buatnya. Dia tak tahu harus bersikap seperti apa. Dan harus menjawab apa pada Syahnni. Karena semua yang dia lakukan, semua salah di mata Syahnni.


"Apa yang harus saya lakukan agar kamu tidak membenci saya Syahnni?" Tanya Dania. Dia sudah sangat lelah jadi tempat kebencian dari madunya itu.


Apalagi saat ini dia tengah hamil. Dia terlalu malas untuk bermasalah dengan siapapun.


Entah kenapa Syahnni begitu membenci dirinya. Dania tak tahu apa salahnya.


Selama ini dia sudah cukup baik pada Syahnni. Bahkan dia membiarkan Airon menikah dengan Syahnni.


"Kenapa kamu membenciku Syahnni? Apa salahku sama kamu?" Tanya Dania ingin tahu. Apakah ada kesalahan yang sudah dia lakukan hingga membuat Syahnni bersikap seperti padanya.


Karena jika memang dia memiliki kesalahan, dia akan meminta maaf atas kesalahan itu. Dan, dia berharap mereka bisa akur bersama sebagai istri Airon.


Dania tak ingin seperti itu terus menerus dengan Syahnni. Karena itu akan berdampak buruk pada mereka berdua.


"Kesalahanmu adalah karena Airon mencintaimu Dania. Dan, aku membenci itu. Aku benci kenyataan itu!" Ujar Syahnni mengatakan alasan yang membuatnya begitu membenci Dania. Dia tak bisa menerima jika wanita rendahan seperti Dania lebih di pilih oleh Airon.


Mengetahui kenyataan itu membuat harga diri Syahnni hancur. Dia tak bisa menerima semua perlakuan Airon padanya.


Sikap dingin Airon yang tak pernah menganggap dirinya sebagai seorang istri. Bahkan Airon tak pernah menyentuh dirinya.


Sehingga dia harus mencari kepuasan dari laki-laki lain. Syahnni tak bisa menerima semua itu.

__ADS_1


Dan, penyebab semuanya adalah Dania. Menurut Syahnni, Airon bersikap seperti itu padanya adalah karena Dania.


Jika tak ada Dania di antara dia dan Airon. Airon pasti akan bersikap baik dan manis pada dirinya.


"Kita bicara semuanya baik-baik pada Airon. Aku yakin dia pasti akan bisa bersikap adil pada kita berdua Syahnni." Ujar Dania memberikan solusi. Dan, berharap jika Syahnni akan menerima apa yang di katakan nya dan mau berdiskusi dengan Airon.


Dania yakin, Airon pasti akan mendengarkan Semuanya dengan terbuka.


Dania tak mau jika Syahnni menganggap jika dirinya adalah penyebab Airon tak mencintai Syahnni.


Dania tak ingin menjadi musuh dari madunya sendiri. Dia ingin, dia dan Syahnni menjadi akur dan baik dalam rumah tangga mereka bertiga. Meskipun Dania tahu berbagi suami itu bukanlah hal mudah untuk di lakukan.


Sebagai seorang istri. Tak ada istri yang mau jika cinta suaminya terbagi.


"Kalau kamu mau saya berubah baik sama kamu. Kamu tinggalkan Airon! Kamu pergi dari rumah ini. Mengerti!" Syahnni ingin jika Dania meninggalkan Airon, pergi sejauh-jauhnya dari Airon.


Karena hanya itulah yang bisa membuatnya jauh lebih baik. Dan, dia juga pasti akan bersikap baik pada Dania.


Tapi selama Dania masih berada di dalam rumah itu. Dia tidak akan pernah ingin bersikap baik, apalagi akur dengan Dania.


Itu tidak akan pernah terjadi. Selama Dania masih tinggal bersama dengan dirinya dan Airon.


Syahnni hanya ingin di hati Airon hanya ada dirinya. Dia tak ingin Airon membagi cintanya pada perempuan mana pun termasuk Dania.


"Aku tidak mungkin bisa melakukan itu Syahnni. Aku mencintai Airon. Dan, Airon pun mencintai aku. Kamu jangan bersikap egois seperti itu." Dania tak busa terima jika dia di minta untuk meninggalkan suaminya, ayah dari anak yang di kandungnya.


Syahnni sudah sangat keterlaluan menginginkan hal yang begitu rumit. Tak mungkin bisa Dania lakukan.


Dania tidak akan pernah melakukan seperti yang di suruh oleh Syahnni. Tidak akan pernah.


"Jika seperti itu, jangan pernah memintaku untuk baik padamu. Karena aku tidak akan pernah melakukannya!" Kata Syahnni.


"Terserah kamu saja Syahnni." Ujar Dania. Dia sudah malas bersikap baik tapi di balas dengan sikap yang seperti Syahnni lakukan padanya.


Jika Syahnni ingin membenci dirinya. Ya, silakan saja. Dia sudah tak perduli lagi.

__ADS_1


"Kamu!" Syahnni mengacungkan telunjuknya di wajah Dania dengan marah. Tak menyangka jika Dania akan melawannya.


"Oh, sekarang kamu berani sama aku Dania!" Tatap Syahnni.


"Bukan aku yang memulainya Syahnni. Tapi kamu!" Dania balas menatap.


Sementara Darti melihat keduanya dari dapur.


"Kayaknya sengit nih." Ujar Darti. Tapi yang pasti dia hanya akan membela Dania.


Dania adalah nyonya andalannya. Mana mau dia berpihak pada Syahnni si wanita ular.


"Kita lihat saja siapa yang akan bertahan di rumah ini!" Ujar Syahnni menantang.


"Ya, kita lihat saja." Ucap Dania terima dengan tantangan Syahnni padanya.


Kali ini dia tidak akan mengalah. Dia juga tidak akan lagi membiarkan Syahnni seenaknya pada dirinya lagi.


Dia sudah malas di injak-injak oleh Syahnni. Toh, dia juga istri Airon jadi dia berhak pada suaminya.


Dania sudah terlihat lebih kuat. Mungkin efek dari kehamilannya.


Mungkin sang bayi tak ingin melihat ibunya terus di rendahkan oleh Syahnni, ibu tirinya yang kata Darti adalah wanita ular.


"Dasar kamu wanita rendahan!" Syahnni akan menampar Dania. Tapi di tahan oleh Dania.


"Kamu tidak akan bisa menamparku lagi. Aku tidak akan membiarkannya!" Ucap Dania. Dia tak akan membiarkan Syahnni menyentuh pipinya dengan kasar lagi.


"Berani kamu sekarang!" Tatap Syahnni penuh amarah.


"Ada apa ini?" Tanya Tania turun dari lantai atas saat mendengar keributan antara Dania dan Syahnni.


"Tidak ada apa-apa ma. Kita berdua hanya sedang ngobrol saja." Sahut Dania tak ingin membuat Tania khawatir dengan perseteruan dia dan Syahnni.


Dania tak ingin jika Tania kembali jatuh sakit jika mengetahui menantunya saling benci.

__ADS_1


"Saya akan ke kamar dulu ma. Mau istirahat." Ucap Dania lalu berjalan pergi meninggalkan Syahnni.


"Ya. Kamu istirahatlah. Kamu kan sedang mengandung." Ucap Tania dengan senyum.


__ADS_2