
"Dania adalah istri saya Darti." Ucap Airon masih tergiang-giang di telinga Darti. Dia tak menyangka jika ternyata Dania adalah istri pertama Airon.
Darti menghela nafas mengusap-usap dadanya. Untung saja dia tak terlalu lama berperilaku jahat pada Dania.
Jika dia masih kasar pada Dania, dan saat mengetahui jika Dania adalah istri Airon dia pasti akan sangat malu sekarang ini.
Tapi, jika di pikir-pikir oleh Darti. Dania memang lebih cocok dengan Airon. Dania tak kalah cantik dari Syahnni. Bahkan, jika Dania dandan, Dania akan terlihat lebih cantik dari Syahnni.
Dan satu lagi yang membuat Dania lebih unggul dari Syahnni. Yaitu, Dania baik dan lembut, sedang Syahnni adalah wanita ular. Yang hanya baik di depan Airon dan Tania.
"Dia memang mengerikan." Ucap Darti membayangkan Syahnni yang beberapa minggu ini mengganggu ketentramannya sebagai asisten rumah tangga.
"Selama kita menikah kamu tidak pernah tidur di kamar ini! Kamu selalu keluar setiap malam! Kamu kemana Ron?" Tanya Syahnni dengan marah pada Airon yang seperti biasa kembali ke kamar itu saat menjelang pagi.
"Airon! Kamu dengarkan!" Teriak Syahnni bertanya karena Airon terus mengabaikan dirinya.
"Saya mau mandi Syahnni. Saya malas berdebat." Ujar Airon lalu masuk ke kamar mandi meninggalkan Syahnni yang menangis frustasi.
Syahnni pikir jika dia menikah dengan Airon. Maka laki-laki itu perlahan-lahan akan luluh padanya. Namun, nyatanya Airon semakin menjauh dan tak perduli padanya.
Bahkan, Airon belum menyentuh dirinya, padahal Syahnni sangat membutuhkan itu. Dia ingin di sentuh dan di puaskan.
"Ma, Syahnni keluar dulu ya, mau ketemu teman." Kata Syahnni memberitahu Tania ketika Airon sudah berangkat kerja.
"Iya sayang. Kamu juga pasti butuh ketemu sama teman-teman kamu, karena selama menikah kan kamu tidak pernah keluar." Ucap Tania mengizinkan Syahnni.
"Saya saja nyonya." Darti mengambil piring dari tangan Dania saat Dania akan mencucinya.
"Darti, kamu jangan panggil saya nyonya." Kata Dania.
"Maaf nyo, eh Dania. Sini aku saja yang cuci piringnya." Kata Darti.
"Saya saja Darti. Jangan karena kamu sudah mengetahui tentang saya dan Airon kamu jadi berubah. Perlakukan saya seperti biasanya ya." Pinta Dania. Dia tak ingin jika Darti memperlakukan dirinya seperti seorang majikan.
"Baik. Kamu lebih cocok jadi nyonya dari wanita ular itu." Ujar Darti.
"Sssh.." Dania meminta Darti diam.
****
__ADS_1
"Arkkkk... Nikmat sekali.." desah Syahnni.
"Benarkah sayang. Ini belum seberapa, sebentar lagi akan aku berikan kamu kenikmatan yang luar biasa." Kata laki-laki yang sedang menikmati tubuh Syahnni.
"Apa suamimu itu tidak bisa memuaskanmu?" Tanya laki-laki sambil mengoyangkan tubuhnya menghujam Syahnni lebih dalam.
"Arrkkk.. mmmm.. dia tidak pernah menyentuhku." Ucap Syahnni di dalam kenikmatannya.
"Dasar, dia itu pasti laki-laki bodoh." Ujar laki-laki itu.
"Aku akan memuaskanmu sayang." Sambung laki-laki itu semakin mempercepat hujamannya membuat Syahnni hanya bisa mendesah merasakan kenikmatan yang tak pernah Airon berikan padanya.
Sementara di kantornya Ergan menemui Airon.
"Bagaimana? Apa kamu sudah mendapatkan sesuatu tentangnya?" Tanya Airon pada Ergan.
"Sebelum kalian menikah dia sering bertemu dengan beberapa laki-laki yang berbeda." Beritahu Ergan memberikan foto-foto Syahnni dengan beberapa pria.
Ternyata setelah mengetahui jika Syahnni perempuan yang akan di jodohkan Tania padanya. Airon sudah meminta Ergan untuk memata-matai Syahnni.
Airon meminta Ergan untuk mengumpulkan bukti sebanyak-banyaknya untuk nanti dia perlihatkan pada Tania.
"Semua laki-laki yang ada di foto itu adalah teman tidurnya. Setiap malam dia bersama laki-laki yang berbeda." Sambung Ergan lagi.
"Bagus. Kumpulkan saja bukti yang banyak. Aku tak ingin berlama-lama menjadi suami dari perempuan seperti itu." Kata Airon.
"Baik." Ucap Ergan lalu meneguk wine yang Airon tuangkan untuknya.
"Mmm.. tadi aku mendapat kamar. Syahnni keluar dan bertemu dengan salah satu laki-laki yang ada di foto itu." Kata Ergan, dia lupa memberitahu Airon tentang itu.
"Bagus. Biarkan saja dia bersenang-senang. Itu akan lebih mempermudah kita." Ujar Airon laku meneguk Winenya.
"Bagaimana keadaan saya dok?" Tanya Tania ketika selesai menjalani cek up.
"Ini luar biasa sekali. Tampaknya, nyonya sedikit membaik." Kata dokter.
"Benarkah?" Tanya Tania senang mendengar kebar yang di sampaikan oleh dokter padanya.
"Iya Bu Tania. Tapi kita harus tetap mengusahakan agar kanker yang Bu Tania sembuh total." Ucap dokter.
__ADS_1
"Baik dok. Terima kasih." Ucap Tania.
"Ini semua pasti karena kehadiran Syahnni." Gumam Bu Tania.
Ya, Tania berpikir jika Syahnni membawa keberuntungan di dalam keluarganya. Karena setelah kehadiran Syahnni dia merasa jauh lebih sehat.
Jika dia terus mendapat perkembangan akan kesembuhan penyakit kanker yang di deritanya. Dia pasti akan bisa melihat cucunya nanti. Anak dari Airon, dia berharap jika Syahnni cepat hamil.
"Dania... Darti.." Panggil Tania ketika dia telah sampai di rumah.
"Iya nyonya." Sahut Dania dan Darti yang menghampiri Tania.
"Kalian berdua masak yang enak-enak ya untuk Syahnni. Masak makanan kesukaannya dia." Suruh Tania pada keduanya.
"Memangnya makanan kesukaan nyonya Syahnni, apa nyonya?" Tanya Darti. Bagaimana mungkin dia akan bisa masak makanan kesukaan wanita ular itu jika dia tak tahu makanan apa yang di sukai wanita ular itu.
"Oiya ya, pokoknya kamu masak yang enak-enak aja. Masak lauk yang banyak." Kata Tania.
"Memannya ada apa nyonya?" Tanya Darti, dia tak mengerti kenapa Tania begitu senang dan meminta dirinya agar memasak banyak lauk.
"Saya ingin memberikan menantu saya makanan yang enak." Ujar Tania.
"Kamu sama Dania cepat masak. Nanti Syahnni pulang saya mau makan sama dia." Sambung Tania.
Dania hanya diam, dia merasa sedikit rasa aneh muncul di hatinya saat Tania menyebut Syahnni sebagai menantu dan ingin memberikan Syahnni makanan yang enak.
"Dania kamu tidak apa-apa?" Tanya Darti tahu jika mungkin saja Dania berkecil hati sebagai menantu yang tak di ketahui.
"Saya tidak apa-apa. Ayo kita masak." Kata Dania lalu lebih dulu melangka ke dapur.
"Aki kasihan sama nyonya Tania. Bagaimana ya kalo dia itu tau sifat asli menantu yang dia sayang itu." Kata Darti saat dia dan Dania menyiapkan makan siang.
"Dia pasti akan kecewa. Dan takutnya penyakit nyonya makin parah." Kata Darti lagi.
"Huss. Kita doakan saja mbak semoga nyonya Syahnni berubah, dan nyonya Tania cepat diangkat penyakitnya." Kata Tania menanggapi ucapan Darti tadi.
Setiap malam Dania mendoakan agar mertuanya itu sembuh dari kanker yang di deritanya. Dan, agar Syahnni juga berubah sikapnya lebih baik.
Semua keinginan dan doa yang baik Dania panjatkan untuk Airon dan Tania. Dan, Dania juga berharap agar dia dan Airon selalu di satukan dalam cinta yang suci dan bersih.
__ADS_1