
"Tuan, Dania.." Darti berlari menemui Airon yang saat itu tengah duduk sore bersama Airish dan Tania.
"Dania kenapa?" Tanya Airon dengan wajah panik.
"Dania muntah-muntah tuan, dia terlihat sangat lemah." Kata Darti.
Airon langsung berlari ke kamar Dania untuk melihat istrinya itu. Hal itu membuat Tania menjadi heran.
"Dania kamu kenapa?" Tanya Airon melihat istri yang di cintainya itu terkulai lemas.
"Saya tidak apa-apa tuan." Ucap Dania dengan nada lemah.
"Sudah seperti ini kamu masih berkata tak apa-apa. Ayo kita ke rumah sakit." Airon langsung mengangkat tubuh Dania.
"Dania kenapa Ron?" Tanya Tania melihat Airon mengendong Dania turun dari lantai dua.
"Aku akan membawa Dania ke rumah sakit ma." Sahut Airon tergesa-gesa.
"Biar aku yang menyetir." Kata Airish menawarkan diri..
"Mama ikut." Tania menyusul dan masuk ke dalam mobil.
"Saya juga ikut nyonya." Darti juga ingin ikut mengantar Dania.
"Kamu tunggu di rumah saja. Jika Syahnni pulang katakan jika kami ke rumah sakit mengantar Dania." Pesan Tania meminta Darti hanya menunggu di rumah saja.
"Baik nyonya." Sahut Darti. Ya, meskipun sebenarnya dia sangat ingin ikut dan tahu keadaan Dania.
Mobil pun melaju meninggalkan area rumah Tania menuju rumah sakit.
Setelah hampir satu jam mobil yang di kendarai oleh Airish tiba di depan rumah sakit.
Airon kembali mengendong tubuh Dania memasuki rumah sakit.
Dokter mulai memeriksa Dania. Sementara Airon, Tania dan Airish menunggu di ruang tunggu. Dan, tak berapa lama dokter pun keluar.
"Bagaimana dengan Dania dok?" Tanya Airon yang mendahului Tania untuk bertanya.
"Dia baik-baik saja." Kata dokter menjawab.
"Tapi apa suami Bu Dania ada di sini?" Tanya dokter.
"Suami?" Tania mengulangnya.
__ADS_1
"Iya nyonya Tania. Apa suami ibu Dania ada di sini?" Tanya dokter lagi.
"Dania itu belum menikah dok. Dia tidak punya suami." Kata Tania maju.
"Memangnya ada apa dok?" Tanya Tania.
Dokter terlihat ragu-ragu untuk menjawab setelah Tania mengatakan jika Dania tak memiliki suami. Sementara Airon diam kebingungan. Ada apa dokter menanyakan tentang suami Dania.
Apa kaitan itu dengan penyakit yang Dania derita saat ini. Apakah mungkin penyakit Dania sangat parah. Airon mulai merasa takut. Takut kehilangan Dania.
"Ibu Dania hamil nyonya." Kata dokter membuat mata Tania membulat kaget mendengar apa yang di katakan oleh dokter.
"Hamil?" Ulang Tania masih dengan keterkejutannya.
"Iya nyonya." Sahut dokter membenarkan.
Airon yang diam juga ikut terkejut dengan apa yang di dengarnya dari dokter tentang kehamilan Dania. Begitu pun dengan Airish. Dia juga tak bisa menyembunyikan kekagetannya.
Sementara Tania sudah masuk ke dalam ruangan di mana Dania berbaring lemah. Tak tahu apa sakit yang di deritanya. Karena, dokter belum mengatakan apa pun padanya.
"Siapa ayah dari bayi kamu itu Dania?" Tanya Tania saat sudah berada di dalam ruangan Dania.
Dania menatap bingung pada Tania. Dia tak mengerti dengan maksud dari pertanyaan yang di layangkan oleh Tania padanya.
"Saya, saya tidak mengerti apa yang nyonya katakan." Ucap Dania masih belum mengerti juga.
"Dokter mengatakan jika kamu sedang hamil. Dan, saya mau tanya kamu Dania. Siapa ayah dari anak kamu itu?" Jelas Tania.
Mendengar apa yang di katakan oleh Tania membuat Dania kaget. Dia hamil? Benarkah? Pertanyaan itulah yang terlintas di benaknya.
"Katakan Dania. Karena setahu saya kamu itu belum menikah. Katakan siapa laki-laki itu. Saya akan meminta pertanggung-jawabannya pada kamu." Ujar Tania ingin tahu laki-laki yang menghamili Dania.
Dania diam mendapat pertanyaan itu. Apa yang harus dia katakan. Apakah dia harus berkata jujur. Jika ayah dari anaknya adalah Airon.
Tapi jika dia mengatakan itu, apa yang akan terjadi? Tidak, Dania tak mungkin mengatakan yang sejujurnya pada Tania. Dia tak ingin Tania pingsan karena mendengar hal itu.
****
"Kemana semua orang di rumah ini?" Tanya Syahnni pada Darti ketika mendapati hanya Darti yang ada di rumah. Sedang mobil Airon masih terparkir di depan.
"Nyonya, nona Airish dan tuan Airon mengantar Dania ke rumah nyonya." Kata Darti menjelaskan.
"Mengantar Dania ke rumah sakit? Memangnya kenapa dia?" Tanya Syahnni.
__ADS_1
"Dania sakit nyonya." Sahut Darti.
"Hebat sekali dia. Semua orang mengantarnya ke rumah sakit. Kenapa tidak sekalian kamu ikut juga." Syahnni menjadi jengkel karena semua orang begitu perduli pada Dania sehingga semua ikut mengantarnya ke rumah sakit.
"Tadinya saya juga ingin ikut nyonya. Tapi nyonya Tania meminta saya menunggu di rumah. Padahal saya juga sangat mengkhawatirkan Dania." Kata Darti sengaja ingin memanas-manasi Syahnni.
"Hah, dasar pembantu rendahan!" Ujar Syahnni lalu naik ke kamarnya. Jika lama-lama bersama Darti bisa-bisa dia akan cepat gila.
Darti tersenyum-senyum senang karena membuat Syahnni jadi kesal.
"Apa hebatnya perempuan itu!" Marah Syahnni di kamarnya.
"Siapa ayah dari anak kamu itu Dania?" Tanya Tania karena Dania masih bungkam.
"Aku adalah ayah dari anal Dania ma." Suara Airon terdengar memenuhi ruangan itu.
"Airon?" Tania menoleh menatap Airon.
"Apa yang kamu katakan? Jangan bercanda kamu." Kata Tania tak percaya dengan pengakuan dari Airon yang mengatakan jika dia adalah ayah dari anak yang di kandung Dania.
"Airon berkata benar ma, Airon adalah ayah dari anak yang di kandung Dania." Airon mengulangi pengakuannya
"Dania adalah istri Airon. Kita berdua sudah menikah." Ucap Airon mengatakan yang selama ini dia sembunyikan dari Tania.
"Jangan bercanda kamu Airon." Tania masih tak percaya.
"Airon tak bercanda ma. Apa yang Airon katakan adalah benar." Kata Airon lagi. Dania hanya mampu diam mendengarkan semuanya. Dan, Tania masih mencerna Pernyataan Airon itu.
"Apa yang di katakan Airon itu benar ma. Dia dan Dania sudah menikah." Kini Airish yang bersuara membenarkan pengakuan Airon.
"Jadi Dani istri kamu? Dia menantu mama?" Tania bertanya ingin memastikan kenyataan yang lambat di ketahui-nya itu.
"Iya ma." Airon mengiyakan.
"Airon dan Dania menikah jauh sebelum Airon menikahi Syahnni." Kata Airon lagi.
Tania terduduk lemas di kursi mengetahui kenyataan itu. Bagaimana mungkin dia tidak tahu jika anak laki-lakinya itu telah menikah.
Dan, dia malah menjodohkan Airon dengan wanita lain. Tapi jika dia mengetahui tentang pernikahan Airon, dia tidak mungkin akan meminta Airon untuk menikahi Syahnni.
Tania merasa sangat bersalah pada apa yang terjadi. Dia merasa jika itu adalah kesalahannya.
Di tambah lagi, menantunya itu bekerja sebagai pembantu di rumahnya. Tapi jika dia mengetahuinya, dia tidak mungkin akan membiarkan Dania menjadi pembantu di rumahnya.
__ADS_1