
Dania yang sudah semakin melemah tak lagi memiliki tenaga karena tak pernah di beri makan selalu berdoa dalam hati semoga saja anak di dalam perutnya baik-baik saja.
"Bisakah kamu memberiku makan?" Tanya Dania pada pria pertama yang terus menjaganya, sementara pria kedua sedang keluar, mungkin bertemu dengan Syahnni.
Pria pertama berdiri dan mengambil bungkusan yang ada di atas meja, laku membawanya kepada Dania.
Dia juga membuka perban yang menutupi mulut Dania, kemudian menyuapkan nasi ke mulut Dania.
"Terima kasih." Ucap Dania.
"Aku Hanson." Katanya menyebutkan nama.
"Terima kasih Hanson." Sekali lagi Dania mengucapkan terima kasih pada Hanson.
Hanson tak menjawab lalu kembali ketempat-nya semula.
Meskipun masih merasa lemah, tapi Dania sudah merasa sedikit lega karena dia telah mengisi perutnya, yang artinya janinnya juga akan mendapatkan asupan.
Di tempat lain Syahnni bertemu dengan pria kedua di sebuah hotel.
"Bagaimana dengan Dania?" Tanya Syahnni.
"Dia terlihat semakin melemah, tidak lama lagi dia pasti akan mati." Kata pria kedua.
"Ton, aku mau kamu siksa dia sampai dia lelah hidup." Kata Syahnni pada pria kedua yang ternyata bernama Tony.
"Tenang saja sayang, aku akan melakukan seperti yang kamu mau." Sahut Tony.
"Tapi, sekarang, ayo kita bermain." Tony menarik Syahnni ke atas ranjang, keduanya mula melakukan adegan panas.
Ternyata Tony salah satu pria simpanan Syahnni yang dia jadikan sebagai pemuasnya.
"Bagaimana bisa kalian tidak becus dalam bekerja hah!" Amarah Airon meledak karena sudah seminggu tapi Dania belum juga di temukan. Entah, dia masih hidup ataukah telah meninggal.
"Kenapa sampai sekarang Dania masih belum ada kabarnya." Tania sedang di kamarnya bersama Airish.
"Anak buah Ergan juga belum menemukan Dania Mah." Semua orang terus mengkhawatirkan Dania yang mereka tak tahu di mana keberadaannya sekarang.
Kembali ke tempat di mana Dania di sekap.
"Siapa sebenarnya dalang di balik semua ini?" Tanya Dania pada Hanson, namun Hanson hanya diam tak menjawab.
"Baiklah, kamu tidak perlu menjawabnya." Akhirnya Dania menyerah, mungkin Hanson tak akan pernah memberitahu dirinya siapa dalang penculikannya.
"Syahnni, dia yang membayar aku dan Tony untuk menculik mu." Akhirnya Hanson bicara memberitahu Dania siapa yang menyuruh mereka menculik dirinya.
__ADS_1
Dania tak menyangka jika Syahnni akan begitu nekad seperti itu dengan membayar orang untuk menculik dirinya.
Setelah mendorongnya dari tangga, dan Dania gagal mati, kini dia menculik Dania dan membiarkan Dania lapar dan haus. Syahnni benar-benar keterlaluan.
"Kenapa kamu mau melakukan ini? Kenapa kamu menerima pekerjaan seperti ini?" Tanya Dania pada Hanson.
"Adikku dia sedang berada di rumah sakit, aku butuh uang banyak untuk pengobatannya. Karena itu aku menerima pekerjaan ini." Beritahu Hanson, jika bukan karena butuh uang untuk pengobatan adiknya, dia juga tidak akan mau melakukan pekerjaan kotor seperti itu.
Seminggu sudah berlalu, Airon masih tak tahu kabar tentang Dania membuat Airon seperti hilang arah. Hatinya hancur memikirkan entah bagaimana nasib Dania sekarang.
****
Akhirnya malam itu Syahnni mendatangi Dania di tempat Dania di sekap, Syahnni berjalan menghampiri Dania.
"Ternyata kamu kuat juga Dania, kamu bisa bertahan sampai sekarang tanpa makan dan minum.
Yang tak di ketahui Syahnni adalah, Hanson selalu memberi makan dan minum pada Dania saat Tony keluar untuk bertemu dengan Syahnni.
"Kenapa kamu bisa tega melakukan ini padaku Syahnni? Kenapa?!" Tanya Dania marah.
"Kamu masih bertanya kenapa hah! Kamu jelas tau kenapa aku seperti ini." Kata Syahnni.
"Karena kamu! Kamu adalah penyebab Airon menceraikan aku!" Teriak Syahnni pada Dania.
"Airon menceraikan kamu, karena kesalahan yang kamu lakukan Syahnni. Jika kamu orang yang baik, Airon pasti akan membuka hatinya untuk kamu." Ujar Dania.
"Karena jika aku tidak bisa mendapatkan Airon, kamu juga tidak bisa mendapatkan dia." Sambung Syahnni.
"Kami gila Syahnni!" Kata Dania.
Syahnni pasti sudah kehilangan akal sehat sehingga berbuat nekad seperti itu.
Atau apakah cinta Syahnni pada Airon sangat besar, ataukah yang Syahnni rasakan hanyalah ambisi ingin memiliki saja.
Ergan keluar dari mobilnya dengan terburu-buru. Berlari kedalam rumah untuk menemui Airon.
"Keberadaan Dania sudah di temukan." Kata Ergan memberitahu Airon.
"Dimana?" Tanya Airon.
"Di sebuah gudang terlantar." Sahut Ergan.
Setelah menyebutkan alamat di mana Dania berada, dengan segera Airon dan Ergan pergi ke tempat itu.
Di gudang terlantar Tony menjawab panggilan yang masuk ke ponselnya.
__ADS_1
"Gawat Syahnni." Tony menghampiri Syahnni setelah menutup panggilannya dengan seseorang.
"Ada apa?" Tanya Syahnni merasa terganggu karena Tony menganggu saat dia sedang menyaksikan tangisan Dania.
"Kita harus pergi dari tempat ini secepatnya." Kata Tony.
"Kenapa kita harus pergi? Apa kamu tau aku sedang senang menyaksikan penderitaan perempuan ini." Ujar Syahnni tak ingin meninggalkan tempat itu cepat-cepat.
"Kita harus pergi sekarang, mantan suamimu sedang menuju ke tempat ini." Kata Tony memberitahu Dania.
"Apa? Bagaimana bisa dia menemukan kita!" Syahnni menjadi marah.
"Sudah, jangan bertanya. Ayo kita pergi." Tony menarik tangan Syahnni untuk segera pergi.
"Tunggu, sebelum kita pergi dari tempat ini, ayo kita lakukan sesuatu yang seru." Syahnni tersenyum jahat.
"Aku ingin wanita ini terbakar hidup-hidup." Syahnni tertawa sedang membayangkan kematian Dania.
"Tapi, ini tidak ada di dalam perjanjian nona Syahnni." Hanson protes, karena bukan seperti itu perjanjiannya. Mereka hanya di suruh menculik Dania, bukan membunuhnya.
"Ya, tapi sekarang rencananya berubah!" Ujar Syahnni.
"Saya tidak bisa melakukannya itu nona Syahnni. Saya akan mengembalikan uang yang nona Syahnni berikan pada saya." Kata Hanson, dia tak ingin lakukan melakukan hal jahat apalagi pada Dania yang sedang mengandung.
Buk!!!
Tony memukul Hanson dengan kayu dari belakang, membuat Hanson pingsan.
"Mmm...." Dania berteriak.
"Bakar tempat ini Tony." Kata Syahnni menyuruh Tony.
Tony keluar untuk mengambil bensin, setelahnya dia kembali masuk.
Tony menyiram tempat itu dengan bensin. Sementara Dania meronta-ronta mencoba untuk melepaskan diri dari ikatan.
"Mmmm..." Dania mencoba teriak dengan mulut di perban.
"Apa Dania? Kamu kenapa? Sabar ya, sebentar lagi kamu pasti akan lepas." Syahnni menyeringai jahat menyaksikan kepanikan dan ketakutan Dania.
Dia sangat senang melihat Dania seperti itu. Dan, dia sangat menikmatinya.
"Bakar tempat ini." Kata Syahnni.
Tony pun menyalakan korek di tangannya dan melemparkan korek itu ke lantai, segera api menyalah menyambar dengan ganas.
__ADS_1
Syahnni dan Tony keluar meninggalkan tempat itu..
Tak lama kemudian mobil yang Airon dan Ergan sampai di gudang itu, namun api sudah melahap tempat itu. Sepertinya tak akan ada yang bisa selamat di dalam kobaran api itu.