
Plang!!!
Suara piring pecah terdengar dengan nyaring di dapur. Airish dan Tania yang mendengarnya langsung berlari untuk melihat apa yang terjadi.
"Apa yang terjadi?" Tanya Tania saat melihat piring-piring berhamburan di lantai.
"Maaf nyonya saya tidak sengaja." Ucap Dania.
Dania tak sengaja menjatuhkan piring-piring yang tadi dia bersihkan hingga semuanya menjadi pecah.
"Tidak apa-apa Dania. Bersihkan saja semuanya." Kata Tania tak mempermasalahkan apa yang terjadi.
"Baik nyonya. Terima kasih." Ucap Dania merasa lega karena Tania tak marah padanya karena telah memecahkan beberapa piring.
Yang orang di rumah itu tak ketahui adalah, sebenarnya yang memecahkan semua itu adalah Syahnni.
Tadi Syahnni dengan marah menghampiri Dania.
"Ini kamu yang cucikan?!" Tanya Syahnni.
"Iya nyonya saya." Kata Dania.
"Apa kamu itu buta?! Lihat ini, ini masih kotor!" Syahnni mengangkat baju itu di depan mata Dania memperlihatkan bercak kotoran yang ada pada baju.
"Saya minta maaf nyonya." Ucap Dania.
"Dasar pembantu rendahan!" Ujar Syahnni lalu menjatuhkan semua piring yang ada di diatas meja.
"Ini akibatnya karena kamu tidak teliti! Paham!" Kata Syahnni lalu segera pergi meninggalkan dapur dengan rasa puas.
Sementara Dania, dia harus mengakui bahwa dia lah yang tak sengaja menjatuhkan piring-piring itu.
Dania harus mengakui apa yang tidak dia lakukan. Karena tak mungkin Dania mengatakan jika Syhanni lah yang melakukannya.
"Dania katakan apa yang terjadi sebenarnya? Kamu tidak mungkin bisa selalai itu kan?" Darti menjadi curiga.
"Nyonya Syahnni yang melakukannya mbak." Ucap Dania jujur pada Darti bahwa itu adalah ulah Syahnni.
"Terus kenapa kamu mengaku jika kamu yang tak sengaja memecahkan piring-piring ini?" Tanya Darti.
"Nyonya Syahnni marah karena saya tidak bersih mencuci bajunya mbak." Kata Dania. Dan, dia rasa memang itu adalah kesalahan dirinya.
"Tapi dia tidak seharusnya melakukan ini sama kamu." Kata Darti. Syahnni memang sudah sangat keterlaluan pada Dania.
"Biarkan saja mbak." Ujar Dania.
"Dia itu memang ular." Umpat Darti pada Syahnni.
__ADS_1
****
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Airon ketika pulang. Darti yang tadi menelpon Airon dan mengabarkan tentang apa yang terjadi.
"Iya tuan saya tidak apa-apa. Memangnya kenapa tuan?" Tanya Dania tak mengerti kenapa Airon terlihat begitu cemas padanya.
"Saya akan buat perhitungan padanya karena memfitna kamu!" Ujar Airon marah.
Dia sudah mendengar semuanya dari Darti, bahwa Syahnni menyebabkan masalah.
Sebenarnya Airon yang meminta agar Darti melaporkan apapun yang terjadi di rumah. Dan, Airon meminta agar Darti menjaga Dania.
Bisa di bilang jima Darti adalah mata-mata Airon. Dan, tampaknya Darti menyukai perannya itu.
"Biarkan saja tuan. Lagi pula ini salah saya." Kata Dania.
Airom hanya bisa menghela nafas dengan kebaikan Dania. Namun, Airon juga merasa sangat beruntung memiliki istri yang seperti Dania.
Airon memeluk Dania dan mereka berdua tak tahu jika Airish melihatnya.
Setelahnya Airish pergi dengan diam-diam, dia tak menghampiri Airon atau pun Dania untuk menanyakan tentang hubungan Airon dan Dania.
"Hallo, ada yang ingin aku tanyakan padamu. Bisa kita bertemu?" Ternyata Airish menelpon Ergan. Dia memibta Ergan untuk bertemu karena ada yang ingin dia tanyakan pada Ergan.
Dan, tentu saja itu tentang Dania dan Airon. Ada hubungan apa antara keduanya, Airon dan Dania.
"Apa yang ingin kamu tanyakan?" Tanya Ergan. Sebenarnya dia senang karena Airish mengajaknya untuk bertemu.
"Ada hubungan apa Airon dengan Dania?" Tanya Airish yang tak ingin basa-basi terlalu lama.
"Memangnya ada apa dengan keduanya?" Ergan pura-pura tak memgerti dengan pertanyaan yang di layanglan oleh Airish kepada dirinya.
"Jangan pura-pura Ergan. Kamu pasti tau ada apa diantara keduanya. Kamu itu adalah sahabat Airon sekaligus karyawan kepercayaannya, jadi kamu pasti tau ada apa diantara Airon dan Dania." Kata Airish. Karena tidak mungkin Ergan tak mengetahui yang sebenarnya.
"Jujurlah Ergan." Kata Airish lagi.
"Dania adalah istri Airon." Ucap Ergan membuat Airish kaget. Apa mungkin yang di dengarnya adalah benar.
"Apa? Dania istri Airon?" Ulang Airish seperti tak percaya.
"Ya, Dania adalah istri Airon. Istri pertama Airon. Dia menikahi Dania sudah agak lama." Jawan Ergan.
"Tapi kenapa Airon tidak mengatakan jika dia telah menikah. Dan, Dania adalaj istrinya?" Tanya Airish.
"Airon sudah akan mengatakannya. Tapi, akibat nyonya Tania jatuh sakit membuat Airon menjadi mengurungkan niatnya itu. Apalagi, ketika Nyonya Tania memintanya untuk menikah dengan Syahnni." Ergan memberitahukan semuanya pada Airish.
Kini bertambah lagi yang mengetahui tentang pernikahan Airon dan Dania. Tapi, meskipun Airish telah mengetahuinya. Dia memutuskan akan berpura-purs tak tahu tentang pernikahan Airon dan Dania itu.
__ADS_1
"Satu lagi yang ingin ku tanyakan." Kata Airish.
"Apa?" Tanya Ergan.
"Apakah kamu yang mengirimkanku foto-foto itu?" Tanya Airish menatap wajah Ergan.
"Foto-foto apa maksudmu?" Ergan pura-pura tak tahu.
"Foto-foto Harry dengan perempuan itu." Kata Airish.
"Tidak, mungkin kamu salah." Ucap Ergan tak ingin mengaku.
"Memangnya foto apa yang kamu terima?" Tanya Ergan.
"Foto Harry dengan seorang perempuan tanpa busana." Ucap Airish blak-blakan.
"Wah, aku tak menyangka jika pacarmu seperti itu." Ergan pura-pura terkejut mendengarnya.
"Dia bukan pacarku lagi."
"Kalian sudah putus ternyata." Ergan menyembunyikan senyum senangnya.
"Kamu sepertinya senang mengetahui aku putus dengan Harry." Kata Airish.
"Mungkin itu perasaanmu saja." Ucap Ergan tak ingin mengakui rasa senangnya.
"Tapi sepertinya kamu memang senang." Ujar Airish.
Airish sebenarnya tahu jika Ergan yang mengirim foto-foto itu padanya.
Dan, Airish juga menyadari tentang kehadiran Ergan di kafe pada saat dia memperlihatkan foto-foto itu pada Harry.
Tapi, Airish tak tahu apa maksud dari yang di lakukan Ergan itu. Atau, apakah mungkin Ergan masih memiliki rasa padanya.
Jika Ergan masih memiliki perasaan cinta padanya, kenapa selama ini Ergan selalu memperlihatkan sikap dingin yang menolak dirinya. Itulah yang tidak di mengerti oleh Airish.
"Sebaiknya kamu mencari laki-laki yang baik jika ingin kamu pacari." Ujar Ergan pada Airish yang menyeriput kopinya.
"Tampaknya aku tidak beruntung dengan laki-laki. Semua laki-laki yang ku pacari tidak pernah tulus dan memperjuangan aku." Ucap Airish. Tepatnya dia menyindir Ergan. Dan, berharap semoga saja Ergan sadar diri.
"Atau, kami ingin aku mencarikan laki-laki yang baik?" Tanya Ergan.
"Perbaiki saja dirimu terlebih dahulu." Ujar Airish lalu berdiri meninggalkan Ergan.
Bisa-bisanya Ergan menawarkan diri untuk dia yang mencarikan laki-laki baik.
"Dasar." Umpat Airish menoleh ke arah Ergan. Airish tak menyangka jika dia jatuh cinta pada laki-laki yang seperti itu.
__ADS_1