Cinta Yang Tak Terduga

Cinta Yang Tak Terduga
Menjadi licik


__ADS_3

Diandra duduk di dalam kamar hotel, wajahnya begitu puas karena rencananya berjalan dengan sangat lancar, meskipun dia harus merelakan keperawannnya pada Airon.


Sebenarnya apa yang terjadi semalam adalah rencana Diandra.


Pria yang bersamanya semalam, bukan dia yang menjebak Diandra dan memasukkan obat perangsang kedalam minuman Diandra, melainkan, Diandra sendirilah yang melakukannya saat duduk minum bersama pria itu. Diandra sengaja memasukkan obat perangsang kedalam minumannya, karena jika tidak, dia pasti akan sangat malu dan takut untuk berani menggoda Airon.


Diandra sengaja ikut dengan pria itu, karena dia tahu saat itu Airon melihatnya.


Airon juga pasti akan mengikutinya, karena tak ingin jika karyawannya dalam masalah.


Dan, saat Diandra melihat Airon memasuki kamar itu, Diandra sengaja berteriak meminta agar dia di lepaskan, padahal dialah yang menggoda pria itu lebih dulu.


Sementara di kamarnya, Airon kembali mengingat apa yang terjadi semalam. Airon tak bisa lupa pada kenangannya bersama Diandra malam tadi.


"Kamu kenapa semalam bisa sama Diandra keluar dari kamar itu?" Tanya Syahnni, karena dia semalam melihat Airon keluar dari kamar bersama Diandra.


"Seorang pria ingin mencelakainya, jadi aku membantunya." Sahut Airon.


"Kenapa kamu harus repot-repot membantunya?" Syahnni tak suka.


"Kenapa? Apa aku harus membiarkan karyawanku saat mereka dalam kesulitan?!" Nada bicara Airon meninggi.


"Bukan begitu sayang, aku cuman takut dia menggoda kamu." Kata Syahnni yang mulai takut mendengar perubahan nada suara Airon yang meninggi.


Milka turun untuk sarapan, di sana sudah ada Airon, Syahnni, Ergan dan Airish yang menunggu.


Diandra menyapa semuanya, semua menjawab kecuali Syahnni.


Syahnni melirik Diandra dengan kebencian, sementara Diandra melempar senyum, sengaja agar Syahnni semakin marah dan benci padanya.


Setelah sarapan, rencananya mereka akan berenang, untuk melepaskan lelah semalam saat berpesta.


"Kamu tidak ikut berenang?" Tanya Airish ketika Diandra tak juga mengganti bajunya.


"Saya tidak punya baju renang bu Airish." Kata Diandra.


"Sebentar, kamu tunggu di sini. Jangan kemana-mana ok." Kata Airish lalu pergi.


Tak lama kemudian Airish kembali dengan membawa sesuatu di tangannya.


"Ini ambil, untuk kamu, itu masih baru." Airish memberikannya pada Diandra.


Diandra mengambil dan mengeluarkannya dari tas plastik, ternyata itu adalah baju renang berwarna biru kombinasi putih.


"Ibu serius memberikan ini untuk saya?" Tanya Diandra.


"Iya, untuk kamu." Kata Airish dengan bibir yang tersenyum.


"Terima kasih bu." Ucap Diandra.


"Sana ganti." Kata Airish.

__ADS_1


Diandra pun pergi ke ruang ganti untuk mengganti dengan pakaian renang yang di berikan oleh Airish padanya.


Diandra keluar dari ruang ganti dengan memakai pakaian renang yang di berikan Airish.


Pakaian renang yang sangat seksi. Area belakang Diandra terpampang dengan indah, begitu pun bagian pahanya yang mulus dan putih. Bahkan, bahagian parit dadanya terlihat hingga menambah keseksiannya.


"Wah, itu sesuai untuk kamu." Kata Airish.


"Tapi ini terlalu terbuka. " Kata Diandra tak terlalu pede dengan baju renang yang di pakainya itu.


"Jangan pikirkan itu." Ucap Airish.


Entah kenapa, Airish merasa cocok dengan Diandra, dia merasa seperti sudah lama mengenal Diandra. Atau mungkin karena dia merasa Diandra itu mirip dengan Dania.


Diandra dan Airish berjalan ke kolam renang, di sana sudah ada Airon, Syahnni dan Ergan.


Mata Airon tertuju pada Diandra, melihat Diandra yang mengenakan pakaian renang membuat Airon tak dapat mengalihkan pandangannya dari Diandra.


Sementara Ergan. Ya, pandangannya hanya tertuju pada satu arah. Iaitu, Airish.


Syahnni semakin tak suka melihat Diandra yang tampil begitu seksi, apalagi Syahnni bisa melihat jika Airon memandang Diandra.


Diandra turun ke dalam kolam renang, Syahnni mendekati Diandra.


"Kamu sengaja ya, memakai pakaian seperti ini untuk menggoda suamiku?"


"Saya tidak mengerti dengan apa yang ibu Syahnni katakan."


"Sekalipun Pak Airon tertarik pada saya, saya tidak masalah. Mungkin dia tidak cinta sama ibu Syahnni." Diandra sengaja memancing membuat amarah Syahnni semakin meluap.


"Dasar kamu!" Syahnni akan melayangkan tamparannya ke pipi Diandra, tapi mendadak perutnya sakit.


Syahnni menurunkan perutnya lalu naik ke atas dengan cepat meninggalkan Diandra.


Diandra yang melihat Syahnni merasa puas, sebenarnya dia memasukkan obat ke minuman pagi tadi. Dengan diam-diam saat pelayan akan membawakan minuman untuk Syahnni, Diandra memasukkan obat kedalam minuman itu, obat yang akan membuat Syahnni akan sakit perut, bahkan seperti teriris-iris hingga membuat tubuh Syahnni menjadi lemas.


Diandra sengaja berenang mendekat ke arah Airon, karena Diandra tahu Airon dari tadi mencuri pandang ke arahnya.


"Aaa, aduh!" Teriak Diandra.


"Kenapa? Kamu kenapa Diandra?" Tanya Airon panik.


Ergan dan Airish segera berenang menghampiri Airon dan Diandra.


"Kaki saya keram Pak." Kata Diandra.


"Diandra kenapa Ron?" Tanya Airish.


"Kakinya keram." Sahut Airon lalu menggendong Diandra naik dari kolam renang.


Diandra terus memegangi kakinya.

__ADS_1


"Masih sakit." Tanya Airon memijit pelan kaki Diandra.


"Masih Pak." Sahut Diandra.


"Udah, Ron, kamu bawa Diandra ke kamarnya aja." Kata Airish.


Airon pun kembali menggendong Diandra, dan membawa Diandra ke kamar.


Airon membaringkan Diandra di atas kasur. Lalu kembali memijit pelan kaki Diandra.


"Bagaimana? Apa sudah lebih baik?" Tanya Airon.


"Ya, sudah lebih baik Pak." Sahut Diandra.


"Sebaiknya kamu istirahat." Airon berdiri berniat akan keluar.


"Pak Airon." Panggil Diandra.


"Ada apa?" Airon menoleh.


"Saya minta maaf atas kejadian semalam." Ucap Diandra.


"Kamu tidak bersalah, kamu di bawa pengaruh obat. Jadi lupakan saja." Kata Airon.


"Pak Airon ingin saya melupakan tentang semalam?" Tanya Diandra berkaca-kaca.


"Lalu kamu ingin bagaimana?" Tanya Airon.


"Pak Airon jahat, itu adalah pertama-kalinya bagi saya. Dan, Pak Airon meminta saya untuk melupakan kejadian itu!" Diandra akan segera menangis.


"Lalu kamu mau apa Diandra?" Airon berjalan mendekat.


"Saya tidak tau." Kata Diandra yang sudah meneteskan air matanya.


"Baiklah, kalau kamu mau saya bertanggung-jawab, saya akan bertanggung-jawab pada kamu." Kata Airon ikut duduk di atas kasur.


"Pak Airon tidak perlu bertanggung-jawab pada saya. Saya tau Pak Airon tidak mencintai saya, jadi tidak perlu bertanggung-jawab pada saya." Kata Diandra masih menangis.


"Lalu? Kamu mau uang? Saya akan berikan, sebutkan berapa yang kamu inginkan?"


"Apa? Pak Airon pikir saya wanita bayaran? Setelah di tiduri, saya di bayar. Pak Airon keterlaluan!" Tangis Diandra terdengar.


Mendengar ucapan Diandra membuat Airon mengacak-acak rambutnya frustasi, tak tahu apa sebenarnya yang di inginkan oleh Diandra.


"Lalu mau kamu apa? Katakan Diandra?" Tanya Airon lagi.


"Saya tidak tau!" Sahut Diandra.


"Baiklah, begini saja, kamu pikirkan apa yang kamu inginkan. Kalau sudah tau katakan pada saya. Sekarang kamu istirahat dan tenangkan diri kamu, saya akan kembali ke kamar saya. " Kata Airon lalu berdiri dan pergi meninggalkan Diandra yang masih terisak.


Saat pintu kamar sudah tertutup, Airon sudah pergi. Tangisan Diandra berhenti, Diandra menghapus air matanya lalu tersenyum. Sekali lagi Airon jatuh ke dalam perangkapnya. Karena jika dia ingin merampas Airon dari Syahnni yang licik, maka dia juga harus menjadi licik.

__ADS_1


__ADS_2