Cinta Yang Tak Terduga

Cinta Yang Tak Terduga
Bab 38


__ADS_3

"Ini enak sekali Syahnni." Ucap Tania memuji masakan yang konon nya adalah masakan Syahnni.


"Makasih Ma." Ucap Syahnni dengan tersenyum senang karena Tania memuji dirinya.


Sementara Darti menunduk jengkel dengan apa yang di dengarnya.


Karena, sebenarnya itu adalah masakan Dania yang di akui adalah masakan dirinya.


"Mama beruntung sekali punya menantu yang baik, cantik dan pintar masak seperti kamu." Ujar Tania semakin meninggi-tinggikan Syahnni.


"Airon kamu beruntung dapat istri seperti Syahnni." Kata Tania melihat ke arah Airon yang merasa jengah pada Syahnni.


Dania yang mendengar pujian-pujian yang di layangkan pada hanya hanya diam menunduk. Dia tak bisa mengatakan jika dialah yang memasak semua lauk yang terhidang. Dan, dia juga tak bisa mengatakan jika dia adalah istri Airon.


"Ma, Syahnni naik ke atas dulu ya." Kata Syahnni pamit akan ke kamarnya pada Tania.


"Airon kamu juga naik. Biar mama cepat dapat cucu." Ujar Tania pada Airon. Dia ingin agar Syahnni segera hamil. Tania takut jika nanti dia mati, dia tak sempat melihat cucunya.


Airon menurut dan mengikuti langkah Syahnni ke kamar.


"Ron, kamu dengarkan apa yang di bilang mama. Sebaiknya kita cepat-cepat melakukannya." Kata Syahnni saat mereka sudah berada di dalam kamar, dan dia mendekati Airon.


Perlahan-lahan Syahnni membuka bajunya. Dan, mengambil tangan Airon. Syahnni meletakkan tangan Airon di dadanya.


"Ayolah sayang. Biarkan aku memuaskan mu malam ini." Ucap Syahnni di telinga Airon lalu menempelkan bibirnya di bibir Airon.


"Tapi saya tidak tertarik Syahnni!" Kata Airon mendorong tubuh Syahnni agar menjauh darinya.


"Airon kamu! Apa kamu tidak dengar apa yang mama katakan tadi? Dia ingin aku hamil. Dia ingin punya cucu. Kamu pikir aku bisa hamil jika kamu tidak menyentuh aku hah!" Ucap Syahnni dengan nada tinggi karena emosi dengan ucapan Airon padanya.


"Dan, hal itu tidak akan pernah tercapai!" Sergah Airon. Ia tak ingin memiliki anak dari perempuan lain selain Dania. Istri pertamanya yang begitu di cintainya.


"Mau kemana kamu?!" Tanya Syahnni saat Airon akan pergi, keluar dari kamar.


"Airon!" Teriak Syahnni ketika Airon tak menjawab pertanyaannya.


Seperti biasa saat Airon keluar kamar meninggalkan Syahnni. Dia akan keluar sebentar. Dan, setelah tengah malam saat orang-orang tidur. Airon akan menyelinap masuk ke kamar Dania.

__ADS_1


Dia lebih suka menghabiskan malamnya bersama Dania. Istri tercintanya.


"Tuan Airon. Tuan dari mana?" Tanya Dania ketika Airon pulang dan Dania yang membuka kan pintu untuk Airon. Karena kebetulan malam itu Dania bangun untuk mengambil air di dapur.


"Saya tidak akan pernah akan tidur dengan wanita itu Dania." Ucap Airon.


"Tapi nyonya Syahnni itu istri tuan. Dan, nyonya Syahnni punya hak atas diri tuan." Kata Dania mengingatkan Airon jika Airon juga harus menafkahi Syahnni secara batin.


"Apa kamu mau melihat saya bermesraan dengan perempuan lain selain kamu?" Tanya Airon menatap mata Dania.


"Seorang istri yang mencintai suaminya tidak akan sanggup tuan." Jawab Dania.


"Lalu apakah kamu mencintai saya?" Tanya Airon lagi.


"Iya tuan. Saya sangat mencintai tuan." Ucap Dania jujur. Dia memang sangat mencintai Airon.


"Lalu kenapa kamu baik-baik saja dan menyuruh saya untuk tidur dengan Syahnni?" Tanya Airon penasaran mengapa Dania justru meminta dirinya bersama Syahnni jika Dania mencintai Airon.


"Karena Syahnni adalah istri tuan juga. Jujur tuan, melihat tuan dengan nyonya Syahnni membuat saya sakit. Membuat saya marah. Tapi, apa yang bisa saya lakukan? Saya tidak bisa apa-apa selain pasrah tuan. Yang bisa saya lakukan hanyalah mengikhlaskan suami yang saya cintai di miliki oleh perempuan lain." Ucap Dania membuat Airon tersentak. Dia tak menyangka jika Dania begitu baik sebagai seorang perempuan.


"Maafkan saya." Airon menarik Dania ke pelukannya. Airon merasa menyesal karena lambat memberitahu tentang pernikahannya dengan Dania pada Tania hingga Tania menjodohkan dirinya dengan Syahnni.


"Percayalah, saya akan mengakhiri semua ini secepatnya." Kata Airon menatap wajah Dania.


"Baik tuan." Senyum Dania yang juga menatap Airon.


Perlahan-lahan Airon mengecup bibir manis istrinya itu. Lama kelamaan kecupan itu semakin dalam membuat keduanya hanyut di dalamnya sehingga mereka berdua lupa jika saat itu mereka berdua sedang di depan pintu rumah.


"Astaga! Tuan Airon! Dania!" Pekik Darti yang menyaksikan Airon dan Dania berciuman panas.


"mbak Darti." Ucap Dania melepas ciuman Airon karena kaget melihat Darti yang berdiri menatap ke arah dia dan Airon.


"Dania kamu! Saya tidak menyangka jika kamu perempuan yang seperti itu." Kata Darti mengira jika Dania perempuan yang menggoda Airon dan mencoba merusak pernikahan Airon yang baru berjalan seminggu itu.


"Kamu salah paham mbak Darti." Ucap Dania panik. Bagaimana jika Darti membangunkan orang rumah dan melaporkan apa yang di lihatnya tadi.


"Saya benar-benar tidak menyangka kamu ternyata pelakor Dania." Ujar Darti.

__ADS_1


"Darti cukup! Jangan kamu mengatai Dania seperti itu!" Airon marah mendengar Darti menyebut Dania sebagai pelakor.


"Tapi tu-"


"Cukup! Kamu-"


"Tuan, jangan seperti itu pada mbak Darti. Dia hanya salah faham." Dania menenangkan Airon dari kemarahan Airon pada Darti.


"Baiklah, ayo kita duduk di sana. Akan saya beritahu kamu kebenarannya agar kamu tak sembarang menuduh Dania." Nada Airon menjadi lembut. Dan itu membuat Darti menjadi takjub.


Laki-laki dingin yang jika marah tak ada yang bisa merendahkannya kini patuh pada ucapan Dania.


Lalu mereka bertiga berjalan ke ruang tengah dan duduk di sofa yang ada di sana.


Darti menunduk takut, tapi tak sabar dengan apa yang akan Airon katakan padanya. Dalam hati Darti berharap bahwa apa yang akan Airon sampaikan itu bukanlah pemecatan dirinya karena telah memergoki Airon berselingkuh dengan Dania.


"Darti dengarkan baik-baik." Kata Airon.


"Iya tuan." Sahut Darti, mungkinkah Airon akan mengancam dirinya.


"Dania bukan pelakor. Dan, saya tidak berselingkuh dengannya. Dania adalah istri saya Darti." Mata Darti membulat mendengarkan apa yang Airon beritahukan padanya itu. Atau apakah dia salah dengar?.


"Dania istri tuan Airon?" Ulang Darti ingin memastikan apakah yang di dengarnya itu benar.


"Iya, Dania adalah istri saya. Istri pertama saya." Tegas Airon dengan ucapannya.


"Jadi nyonya Syahnni adalah?" Darti seakan masih tak percaya.


"Syahnni adalah istri kedua saya." Kata Airon membuat mata Darti kembali membulat.


"Mbak Darti saya mohon, mbak jaga rahasia ini. Jangan memberitahukan ini pada nyonya Tania atau siapapun di dalam rumah ini. Saya tidak ingin nyonya Tania kaget dan kembali sakit saat tau tentang ini." Ujar Dania meminta agar Darti merahasiakan pernikahannya dengan Airon.


"Baik nyonya. Saya tidak akan memberitahu siapapun tentang itu." Sahut Darti cepat.


"Jangan panggil saya nyonya Darti." Kata Dania.


"Baik Da-" Darti tak melanjutkan apa yang akan dia ucapkan dan langsung melirik ke arah Airon. Seolah meminta persetujuan Airon, apakah dia bisa hanya memanggil nama saja pada istri pertama majikannya itu.

__ADS_1


"Kamu bisa memanggil Dania seperti yang dia minta." Ujar Airon.


__ADS_2