Cinta Yang Tak Terduga

Cinta Yang Tak Terduga
Bab 44


__ADS_3

"Dania maafkan saya." Ucap Tania pada Dania. Karena dia selama ini tak tahu jika Dania adalah menantunya sehingga meminta Airon untuk menikahi wanita lain. Tania tahu pasti Dania merasa sangat sakit.


"Nyonya tidak perlu meminta maaf. Nyonya tidak bersalah." Kata Dania. Dia tak ingin jika Tania menyalakan dirinya atas apa yang terjadi.


Mendengar apa yang di katakan oleh Dania. Tania langsung memeluk Dania. Dia tak menyangka jika Dania sangat baik.


"Rish, mama akan punya cucu." Kata Tania pada Airish ketika mereka berdua menunggu di luar dan membiarkan Airon dan Dania berdua di ruang rawat.


"Mama senang?" Tanya Airish.


"Tentu saja mama senang." Sahut Tania tak menyembunyikan kegembiraannya itu. Karena sudah lama dia menginginkan seorang cucu.


"Tapi apa yang akan kita katakan pada Syahnni?" Tanya Airish.


"Kita harus mengatakan semuanya pada Syahnni. Bagaimana pun semua adalah kesalahan mama." Ujar Tania.


Meskipun, dia tidak tahu seperti apa reaksi Syahnni jika tahu jika ternyata Dania adalah istri Airon. Istri pertama Airon.


"Mama harap dia bisa menerimanya." Kata Tania.


"Semoga saja ma." Ucap Airish yang sebenarnya tak yakin dengan hal itu.


"Kamu mau makan sesuatu?" Tanya Airon pada Dania yang berbaring di sisinya saat Dania sedang infus karena kekurangan cairan akibat ngidamnya.

__ADS_1


"Tidak tuan." Sahut Dania menggeleng. Dia memang sedang tidak ingin makan apa pun.


"Mulai sekarang ubah panggilan mu itu padaku." Kata Airon agar Dania tak lagi memanggilnya dengan panggilan tuan.


"Lalu saya harus memanggil tuan apa?" Tanya Dania yang tak tahu harus memanggil Airon apa selain panggilan tuan.


"Mungkin kamu bisa memanggilku sayang." Kata Airon yang membuat Dania tertawa. Dia tidak bisa memanggil dengan panggilan itu.


"Apa bisa aku memanggil Airon saja?" Tanya Dania. Itu pun jika Airon tak keberatan dengan hanya memanggil nama saja.


"Tentu saja sayang. Kamu bisa memanggilku sesuka hatimu. Dengan panggilan apa pun itu." Ucap Airon mengecup lembut tahi Dania.


Dania menanggapinya dengan senyum senang dan rasa bahagia. Apalagi saat ini dia tengah mengandung hasil cinta mereka berdua.


****


Airon yang mengabarinya, jika Airon tak akan bisa menghadiri rapat karena harus menemani Dania di rumah sakit.


"Sepertinya kamu sangat khawatir pada Dania." Selidik Airish.


"Karena dia wanita yang baik." Ucap Ergan menjawab.


"Oh, lalu, aku ini bukan wanita baik?" Airish memancing.

__ADS_1


"Kamu cukup baik." Sahut Ergan. Dia tak ingin terpancing. karena bisa-bisa jika dia salah menjawab Airish akan menjadi kucing garong yang siap mencakarnya.


"Dania baik-baik saja." Akhirnya Airish menjawab pertanyaan awal yang di tanyakan oleh Ergan.


"Syukur-lah." Sahut Ergan merasa lega tak ada yang terjadi pada istri kesayangan bos sekaligus sahabatnya itu. Karena jika hal buruk terjadi pada Dania, bisa-bisa dunia Airon hancur. Dan, itu lah yang di takutkan oleh Ergan.


"Bahkan Airon sangat senang dan bahagia sekarang." Kata Airish membuat Ergan mengeryitkan dahinya.


"Dania hamil." Kata Airish.


"Benarkah?" Tanya Ergan seperti tak percaya.


"Ya." Sahut Airish jika apa yang dia katakan benar, jika Dania sedang hamil.


Ergan ikut senang mendengar kabar bahagia itu. Dia sangat yakin jika Airon pun pasti sangat bahagia dengan kehamilan istri tercintanya itu.


"Aku hanya mengkhawatirkan Syahnni." Ujar Airish tiba-tiba.


"Syahnni pasti akan marah. apalagi yang kulihat, Syahnni tak begitu menyukai Dania. Aku jadi takut jika dia akan berbuat hal yang tak baik." Ucap Airish dengan raut wajah khawatirnya.


"Ya, ku rasa Syahnni adalah wanita yang akan melakukan hal yang tidak baik jika sesuatu tak berjalan seperti yang dia inginkan." Ergan setuju dengan apa yang di katakan oleh Airish.


Apalagi, Ergan sangat tahu wanita seperti apa Syahnni itu. Tapi dia tak mungkin mengatakannya pada Airish.

__ADS_1


"Semoga saja Airon akan mencari solusi untuk kedua istrinya." Harap Airish.


"Ya. Semoga saja." Sahut Ergan.


__ADS_2