Cinta Yang Tak Terduga

Cinta Yang Tak Terduga
Bab 42


__ADS_3

Dania merasa aneh dengan dirinya. Entah kenapa beberapa hari ini dia sering merasa pusing dan juga mual-mual.


Dania akan ke dapur saat dia bertemu dengan Syahnni yang menghentikan langkah Dania.


"Kamu tuh niat kerja tau tidak sih?" Syahnni menatap marah pada Dania. Dia terlihat begitu tak menyukai Dania.


" Beberapa hari ini Saya lagi tidak enak badan nyonya." Sahut Dania memberitahukan pada Syahnni jika dia sedang tidak fit, dan apa yang dia katakan adalah benar. Dia sedang tidak berbohong, mengada-ada cerita. Karena memang itulah yang dia alami beberapa hari ini.


Dania bulan dengan sengaja ingin malas-malasan berbaring di kamar untuk menghindari pekerjaannya.


"Saya tidak perduli. Mau kamu sakit atau apapun itu, saya tidak perduli. Karena itu bukan alasan kamu tidak melakukan pekerjaan kamu. Bukan alasan kamu harus meninggalkan pekerjaan kamu. Paham kamu!" Ucap Syahnni yang tak perduli pada kondisi Dania.


Sebenarnya, dari awal melihat Dania Syahnni memang sudah tak suka pada Dania. Di tambah lagi saat dia menampar Dania, Airon lebih memilih membela Dania daripada dirinya.


"Tapi nyonya sa-"


"Saya tidak mau tau. Sekarang kamu ambil baju saya di kamar kamu cuci yang bersih. Dan ingat kamu harus mencucinya pakai tangan. Dan saya tidak mau ada setitik kotoran pun yang tersisa. Mengerti?! Kalau sampai masih ada kotoran, awas saja kamu!" Tampaknya Syahnni memang ingin membuat Dania tersiksa selama berada di rumah itu.


Saya akan pastikan kamu akan cepat pergi dari rumah ini. Ucap Syahnni dalam hati.


"Baik nyonya." Sahut Dania dengan segera pergi untuk mengerjakan apa yang di suruh kan Syahnni pada dirinya.


Syahnni menatap punggung Dania dengan tersenyum senang penuh kemenangan. Dia tidak akan berhenti sampai Dania pergi. Itu adalah balasan atas perlakuan baik yang Airon berikan pada Dania.


"Dania kamu lagi apa itu?" Tanya Darti yang melihat Dania mengucek-ucek lembut baju putih di tangannya.


"Kamu cuci baju siapa itu?" Tanya Darti pada Dania.


"Ini baju nyonya Syahnni mbak." Sahut Dania.


"Loh kok kamu yang cuci. Kan kalo cuci selalu di laundry." Kata Darti. Kenapa Dania harus mencucinya sedangkan baju-baju, Airon, Tania, Airish dan Syahnni selalu akan di bawa ke laundry untuk di cuci.


"Tapi ini nyonya Syahnni yang menyuruh saya mbak." Kata Dania bahwa Syahnni sendirilah yang menyuruh dirinya.


"Dasar ular." Umpat Darti pada Syahnni. Dia tahu Syahnni pasti sengaja melakukan itu pada Dania.

__ADS_1


Syahnni pasti melakukan itu karena tak suka pada Dania. Apalagi Airon terang-terangan lebih membela Dania daripada dirinya.


Dia harus melaporkan hal ini pada Airon. Agar Syahnni tak se-enak hatinya memperlakukan Dania dengan semaunya saja.


"Dania!!!" Suara nyaring Syahnni teriak memanggil Dania memenuhi rumah megah itu.


"Iya nyonya." Dania sampai berlari untuk menghampiri Syahnni yang memanggilnya.


"Ini liat! Kamu itu tuli ya?! Saya tadi bilang apa ke kamu hah!" Syahnni melempar baju yang tadi sudah Dania cuci.


"Memangnya kenapa nyonya?" Tanya Dania"


"Pakai nanya lagi kamu. Tuh liat bajunya masih kotor!" Syahnni menyuruh Dania untuk melihat jika baju itu masih kotor.


"Tapi tadi kotoran ini tidak ada nyonya." Ucap Dania karena dia sudah sangat bersih mencuci baju itu.


"Kalo bersih lalu itu apa hah!" Syahnni marah.


Dania memungut baju yang di lempar ke lantai itu oleh Syahnni dan melihat kotorannya. Dan benar, terdapat bercak hitam di baju itu. Tapi tadi Dania yakin jika kotoran itu tidak ada.


"Ini tadi tidak ada nyonya." Ujar Dania.


"Lalu kamu pikir saya yang sengaja mengotori baju itu hah?!" Syahnni semakin meninggikan nada suaranya.


"Tidak nyonya." Kata Dania. Dia tak punya maksud seperti itu untuk mencurigai Syahnni. Dan, Syahnni sudah salah paham padanya.


"Dasar pembantu rendahan!" Ujar Syahnni merendahkan Dania.


Yang mengotori baju itu adalah Syahnni sendiri. Dia sengaja melakukan itu untuk membuat Dania terpojok, dan agar dia bisa membuat Dania semakin bersalah.


"Kenapa lagi ini?" Tania turun dan bertanya apa yang terjadi.


"Ini ma, tadi aku minta tolong ke Dania untuk cuci baju aku karena mau langsung aku pake hari ini. Tapi Dania malah membuat baju aku jadi seperti ini ma." Ujar Syahnni menjelaskan kebohongan yang di rekanya dengan mengambil baju yang Dania pegang, dan memperlihatkan kotoran pada bajunya pada Tania.


"Kok bisa seperti itu?" Tanya Tania pada Dania.

__ADS_1


"Saya tidak tau nyonya, tadi tidak seperti itu." Kata Dania.


"Dia pasti sengaja ma." Ucap Syahnni.


"Mengaku saja Dania. Kalo kamu itu sengaja mengotorkan baju saya kan?" Syahnni meminta Dania mengaku hal yang tak Dania lakukan.


"Tidak saya tidak melakukannya. Apalagi jika di sengaja. Saya bersumpah nyonya." Kata Dania tak ingin mengakui apa yang tidak dia lakukan.


"Apa sih yang kamu ributkan Syahnni. Kamu kan bisa beli lagi. Jangan kamu menekan Dania seperti itu." Airish yang baru saja pulang menghampiri mereka.


"Aku lakukan ini agar dia itu tidak akan lagi melakukan kesalahan yang sama Airish." Ucap Syahnni.


"Sekalipun benar itu adalah perbuatan Dania. Yang salah itu tetap kamu, kenapa kamu menyuruh Dania mencuci baju. Itu kan bukan tugasnya. Baju kan selalu di laundry." Airish kekeh membela Dania.


Atau mungkin Airish sudah mengetahui sifat asli dari Syahnni yang jahat.


"Ya, saya yang salah. Seharusnya memang saya tidak mempercayakan baju mahal saya sama pembantu yang biasanya hanya memakai pakaian murah." Ucap Syahnni lalu pergi kembali ke kamarnya.


Sementara Tania tak menyangka jika Syahnni akan mengatakan hal seperti itu. Tapi Tania kembali berpikiran baik pada Syahnni. Mungkin saja Syahnni seperti itu karena dia merasa tak di bela.


"Dania lain kali kamu harus lebih berhati-hati lagi jika melakukan sesuatu." Ucap Tania pada Dania.


"Baik nyonya." Sahut Dania.


"Jangan kamu masukkan ke hati perkataan Syahnni tadi." Pinta Airish.


"Baik nona." Ucap Dania.


"Si ular itu semakin hari semakin buat aku tinggi darah. Kamu kenapa sih selalu tidak mau melawan dia Dania?" Tanya Darti yang gregetan dengan kesabaran Dania.


"Saya tidak suka ribut-ribut mbak." Ucap Dania. Dia tidak perlu melawan. Karena jika dia melakukan hal itu. Itu hanya akan semakin memperkeruh keadaan yang terjadi.


Dan, Dania tidak mau itu terjadi. Dia tak suka bermasalah dengan siapapun. Apalagi pada Syahnni yang adalah istri dari suaminya.


"Kalo kamu seperti itu, kamu akan semakin di injak-injak mengerti kamu." Kata Darti.

__ADS_1


"Sudahlah mbak. Sebaiknya kita lanjutkan pekerjaan kita." Ujar Dania. Dia malas membahas panjang persoalan itu.


__ADS_2