Cinta Yang Tak Terduga

Cinta Yang Tak Terduga
Bab 49


__ADS_3

"Jangan karna kamu hamil kamu jadi besar kepala di rumah ini!" Teriak Syahnni.


"Apa maksud kamu? Saya tidak mengerti." Tanya Dania. Dia sungguh tak mengerti dengan apa yang Syahnni katakan.


Seingat Dania, dia tak pernah melakukan kesalahan apa pun pada Syahnni. Tapi kenapa pagi ini Syahnni marah padanya.


"Pasti kamu kan yang larang Airon sentuh aku!" U ap Syahnni dengan lantang sengaja agar Tania dan semua yang ada di rumah itu mensengar apa yang di katakannya.


"Apa?" Kaget Dania. Dia tak pernah tahu jika ternyata Airon tak pernah menyentuh Syahnni.


Dan, Airon pun tak pernah mengatakan jika dia tak pernah menyentuh Syahnni selama ini.


"Jangan pura-pura kaget kamu! Aku tau, kamu kan yang menyuruh Airon melakukan itu. Agar Airon tidak punya anak sama aku! Iyakan Dania!" Ucap Syahnni.


Dia benar-benar menyudutkan Dania dengan tuduhan yang tak pernah Dania lakukan.


Dania tak pernah menyangka akan itu. Karena selama ini Airon selalu tidur di kamar Syahnni saat giliran Syahnni. Kecuali saat Airon kembali ke kamar dan mengatakan jika Syahnni sedang tak ada di kamar dan kemungkinan Syahnni tidur di rumah orang tuanya.


"Saya memang tidak tau Syahnni. Airon tidak pernah mengatakan hal itu pada saya. Dan, setahu saya jika giliran kamu. Airon pasti akan tidur dengan kamu. Kecuali memang kamunya yang tidak berada di rumah ini." Kata Dania. Dia tak ingin jika Syahnni berburuk sangkah pada dirinya.


Dan, Dania tak ingin Syahnni menuduhnya hal yang tidak pernah dia lakukan.


"Alah, jangan bohong Dania! Jika bukan karena kamu Airon pasti memperlakukan aku layaknya istrinya. Ini semua pasti ulah kamu kan!" Ucap Syahnni masih tak percaya dengan apa yang Dania katakan padanya.


Sepertinya itu hanya alasan Syahnni agar dia bisa membuat Dania terlihat buruk.


"Ada apa ini?" Tanya Tania menghampiri kedua menantunya itu.


"Mama tanya saja sama Dania. Apa yang sudah dia lakukan." Jawab Syahnni meminta agar Tania bertanya langsung pada Dania apa penyebab dari pertengkaran mereka.


"Ada apa Dania?" Tanya Tania pada Dania.


Dia ingin tahu kali ini apalagi yang membuat kedua menantunya itu ribut.


"Maaf ma, bukan Dania yang harus menjelaskannya. Ini antara Syahnni dan Airon. Jadi seharusnya Syahnni atau Airon yang menjelaskan ke mama apa yanh terjadi." Ucap Dania membuat Syahnni menatapnya dengan marah.


Rencananya dia ingin menjatuhkan Dania dengan membuat Dania yang menjelaskan semua. Tapi, ternyata Dania malah balik meminta Tania bertanya pada.

__ADS_1


"Katakan Syahnni. Ada apa sebenarnya? Ada apa dengan kanu dan Airon?" Tania ingin tahu ada apa dengan Airon dan Syahnni. Karena, dia ikut andil dalam pernikahan Airon dan Syahnni.


Airon dan Syahnni menikah karena dirinya.


"Ma, Dania sebaiknya ke kamar." Kata Dania pada Tania.


Dania merasa dia tak perlu ikut campur mendengar apa yang akan Syahnni sampaikan pada Tania.


"Baiklah, kamu istrahat saja." Ujar Tania pada Dania.


Dania pun pergi naik ke kamarnya meninggalkan Tania dan Syahnni yang berada di ruang keluarga itu.


"Ayo, Syahnni, katakan pada mama. Ada apa sebenarnya kamu dan Airon? Apa yang tidak mama ketahui." Tanya Tania dengan wajah serius.


Apa sebenarnya yang tak di ketahui olehnya. Dan, apa yang Airon sembunyikan darinya.


"Sebenarnya, selama Syahnni menikah dengan Airon. Dia tidak pernah menyentuh Syahnni ma." Ujar dengan wajah sedih dan siap menangis.


Syahnni memberitahukan pada Tania jika selama dia dan Airon menikah. Tidak pernah Airon ingin menyentuh dirinya.


"Apa?" Kaget Tania.


"Kenapa Airon melakukan itu?" Tanya Tania.


"Karna, mungkin. Airon tidak pernah mencintai Syahnni ma. Atau, mungkin juga Dania yang melarang Airon!" Syahnni memasang wajah benci saat menyebut nama Dania. Dan, itu terlihat jelas di mata Tania.


"Kamu sudah bicara itu pada Airon?" Tanya Tania.


Apakah Syahnni sudah bertanya apa penyebab Airon tak ingin menyentuh dirinya.


"Sudah ma. Tapi, Airon hanya diam. Dia tak pernah menjawabnya ma." Kata Syahnni.


"Mama tolong, Syahnni minta tolong sama mama, bicara sama Airon. Syahnni ini juga istri Airon ma." Ujar Syahnni menarik tangan Tania lalu mengenggamnya.


Syahnni meminya Tania membicarakan dan menasehati Airon agar tak berlaku dingin lagi pada dirinya.


"Baiklah Syahnni. Nanti mama akan bicara pada Airon." Ujar Tania menyanggupi. Karena Tania berpikir jika semua adalah salahnya.

__ADS_1


"Terima kasih ma." Ucap Syahnni senang.


Dia berharap jika Airon akan mendengar apa yang nantinya di katakan oleh Tania.


Airon pulang sorenya dan Tania segera menemui Airon untuk membahas permasalahan Airon dan Syahnni.


"Airon, bisa mama bicara sama kamu? Ada yang ingin mama tanyakan." Tanya Tania.


"Ada apa ma?" Tanya Airon. Apa yang sebenarnya ingin Tania katakan padanya.


"Ada apa sebanarnya kamu sama Syahnni?" Tanya Tania membuka pembicaraan.


"Maksud mama?" Airon tak mengerti yang di tanyakan oleh Tania. Tepatnya, dia pura-pura tak mengerti dengan maksud Tania.


"Mama sudah dengar semuanya. Syahnni sudah menceritakan semuanya sama mama." Kata Tania.


"Baik, Airon akan katakan semuanya yang sejujurnya sama mama." Ucap Airon.


Airon sudah tak ingin lagi menyembunyikan semuanya dari Tania.


Mungkin, sudah waktunya dia memberitahu Tania, jika dia tak pernah menyukai pernikahannya dengan Syahnni.


Dan, dia sama sekali tak memiliki perasaan apa pun pada Syahnni. Apalagi perasaan cinta. Karena cintanya hanya pada Dania.


"Mama minta mama Ron. Semua ini salah mama." Ucap Tania penuh penyesalan.


Jika dia tak meminta Airon untuk menikahi Syahnni, semua itu tak akan terjadi.


Semua adalah salah dirinya. Hanya karena dia sakit, dia meminta Airon menikah dengan wanita yang tidak di cintai oleh Airon.


Dan, akhirnya pernikahan itu menyiksa Airon dam Syahnni. Bahkan, pernikahan itu juga menyiksa Dania yang ternyata adalah istri Airon.


"Ini bukan salah mama. Airon yang salah. Seharusnya Airon dari awal mengatakan semuanya. Jika saja Airon mengatakan dengan cepat, ini semua tidak akan terjadi." Kata Airon.


Dia tak ingin Tania terus menyalahkan dirinya. Ya, memang Airon juga merasa memang dirinya yang bersalah karena tak tegas mengatakan jika dia telah menikah. Dan, dia mencintai Dania.


"Kita sama-sama salah. Mama terlalu egois, berpikir jika penyakit kanker mama akan dengan cepat mengambil nyawa mama dan meminta kamu untul menikah dengan pilihan mama." Ucap Tania.

__ADS_1


"Mama serahkan semuanya sama kamu. Apa pun keputusan kamu pada Syahnni mama akan mendoakan yang terbaik." Ucap Tania. Dia ingin agat Airon segera menyelesaikan semuanya avar Syahnni dan Dania tak tersiksa dalam rumah tangga itu.


Dan, berharap agar Airon menjadi suami yang baik pada istri-istrinya.


__ADS_2