Cinta Yang Tak Terduga

Cinta Yang Tak Terduga
Memulai rencana


__ADS_3

Airon tengah berada di kamarnya dan sedang mandi dan menggosok wajahnya dengan sabun. tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang.


Airon melepaskan pelukan orang itu dan menoleh. Dengan segera Airon membasuh sisa-sisa sabun dari wajahnya dan menoleh.


"Syahnni?" Ternyata itu adalah Syahnni.


"Hai sayang." Kata Syahnni kembali memeluk Airon hingga dia juga basa kuyup di bawa shower.


"Kenapa kamu di sini?" Tanya Airon.


"Aku merindukan kamu sayang. Aku tidak tahan harus pisah lama-lama dari kamu." Kata Syahnni.


Syahnni mulai mencium bibir Airon. Airon juga tak menolak, dia harus melepaskan hasratnya. Semalam saat makan malam berdua dengan Diandra karena Ergan dan Airish sedang kencan berdua meninggalkan Airon dan Diandra.


Diandra mengenakan dress dengan belakang yang terbuka turun ke pinggang, membuat kulit mulus Diandra terpampang indah. Di tambah lagi, dress yang di pakai Diandra sangat pendek.


Melihat Diandra seperti itu membuat hasrat Airon naik, dan miliknya menegang.


Airon sendiri menjadi bingung dengan dirinya, sebelumnya dia tak pernah seperti itu, seseksi apa pun seorang wanita, dia tak pernah tertarik, apalagi miliknya sampai menegang.


Kecuali dulu, dulu, saat Dania masih ada. Dia selalu terpesona dengan Dania, Dania juga seringkali membuat miliknya menegang.


Airon keluar dari kamar mandi fi ikuti Syahnni yang merasa senang karena permainan mereka tadi, meskipun dia lebih dominan, tapi dia tak masalah dengan itu.


"Apa Deon tau kamu ke sini?" Tanya Airon.


"Ya, Deon tau sayang. Bahkan memintaku untuk menemanimu." Kata Syahnni.


Sebenarnya alasan terbesar Syahnni mengikuti Airon ke Sydney adalah, karena Syahnni tahu jika Diandra pergi dengan Airon, dia tak mau jika Diandra menggoda Airon. Karena saat pertama melihat Diandra, entah kenapa, Syahnni merasakan ancaman.


Dia merasa jika tatapan Diandra padanya begitu tak menyenangkan hatinya.


Syahnni menjadi gusar dan tak tenang, dari itu dia memutuskan untuk mengikuti Airon ke Sydney untuk menjaga agar Airon tak terlalu dekat dengan Diandra, dan, agar Diandra tak mengambil kesempatan untuk menggoda Airon.


Meskipun Syahnni tahu, selama ini para sekretaris Airon yang sebelumnya, meskipun mereka menggoda Airon, yang mereka dapatkan hanyalah pemecatan dari Airon.


Tapi kali ini sangat berbeda, Syahnni merasa Diandra berbeda dari sekretaris Airon yang sebelumnya.


Saat sarapan, Syahnni turun bersama Airon karena mereka memutuskan untuk sarapan bersama di bawah.


Di meja restoran hotel, Ergan, Airish dan Diandra sudah menunggu.


"Kapan Syahnni di sini?" Tanya Airish yang menatap tak suka pada kehadiran Syahnni.


"Entahlah, mungkin malam tadi, mungkin juga pagi tadi." Kata Ergan.


"Moodku untuk sarapan langsung hilang melihatnya." Kata Syahnni kesal.

__ADS_1


"Selamat pagi Pak, bu." Sapa Diandra berdiri menyambut Airon dan Syahnni.


"Pagi." Balas Airon, sementara Syahnni hanya diam.


Syahnni ikut duduk dan sarapan.


"Ini pasti pertama kalinya kamu ke Sydney." Kata Syahnni menatap Diandra.


"Iya bu, ini pertama kali saya ke sini." Sahut Diandra.


"Kamu pasti dari keluarga miskin."


"Hh, rasanya lucu kamu menanyakan hal seperti itu di meja makan. Apa kau tau, itu bisa menghilangkan selera makan orang." Ucap Airish kesal.


"Tidak apa-apa bu Airish, saya memang dari keluarga miskin. Kedua orang tua saya sudah meninggal, dan saya tinggal bersama saudara." Kata Diandra, dia tak tersinggung meskipun Syahnni mengatakan jika dia pasti dari keluarga miskin, karena itu benar adanya.


Airon hanya diam, sepertinya dia juga tak suka karena Syahnni memilih membuka pembicaraan yang tak menyenangkan pada pagi hari.


Saat akan kembali ke kamarnya setelah sarapan, Syahnni sengaja mengejar langkah Diandra.


"Hei, kamu, tunggu." Kata Syahnni membuat Diandra menghentikan langkahnya.


"Iya bu Syahnni."


"Kamu tidak sedang merencanakan sesuatu kan?" Tanya Syahnni.


"Ya, mungkin saja, misalnya, kamu ingin menggoda Airon." Kata Syahnni.


"Kenapa ibu Syahnni bisa berpikir seperti itu?" Tanya Diandra.


"Karena suamiku memiliki kekayaan yang sangat luar biasa, dia juga tampan, perempuan mana yang tidak tertarik pada laki-laki seperti suamiku itu." Ujar Syahnni.


"Dan, kamu, jika kamu memiliki niat ingin menggoda suamiku, sebaiknya kamu urungkan. Kamu sudah dengarkan, jika sekretaris sebelum kamu banyak yang di pecat karena mencoba menggoda dia." Syahnni memperingatkan Diandra.


"Bu Syahnni tidak perlu khawatir, saya tidak akan melakukan itu." Kata Diandra.


"Bagus." Kata Syahnni lalu pergi meninggalkan Diandra yang masih berdiri di tempat.


Diandra mengepal tangannya menahan kemarahan, Dia benar-benar harus menghancurkan Syahnni.


Hanya itu yang akan membuat dia bisa bernafas lega, karena jika Syahnni masih memiliki apa yang dia miliki sekarang, Diandra tak akan pernah bisa bernafas dengan baik.


Diandra kembali ke kamarnya, laku merebahkan dirinya, kembali semua kenangan muncul di benaknya.


"Kak siapa dia?" Tanya Diandra yang kala itu terlihat sangat pucat.


"Teman kakak." Sahut Hanson.

__ADS_1


Di beberapa bagian tubuh Hanson melepuh seperti terbakar, begitu pun dengan yang di akui Hanson sebagai temannya itu.


Wajahnya terbakar parah, sebelah wajahnya melepuh.


"Kalian kenapa?" Tanya Diandra sudah akan menangis karena ketakutan.


Kembali ke masa kini.


Diandra terbangun dengan penuh keringat, ternyata saat benaknya mengingat masa-lalunya, tak sadar dia tertidur, dan mimpi ngeri masuk menganggu tidurnya.


"Diandra..." Pintu kamar Diandra di ketuk.


Diandra bangun dan membuka pintu kamarnya.


" Pak Airon."


"Ada apa Pak?" Tanya Diandra.


"Tadi saya hubungi kamar kamu, tapi kamu tidak angkat." Kata Airon.


"Maaf Pak, tadi saya ketiduran." Ucap Diandra, pasti tadi karena ketiduran dia sampai tak sadar Airon menghubunginya.


"Kamu ingatkan kita di undang oleh klien untuk pesta malam nanti. Kita akan berangkat jam 8 malam, pastikan kamu sudah bersiap dan menunggu di bawah." Kata Airon.


"Baik Pak." Sahut Diandra.


Airon pergi setelah menyampaikannya pada Diandra. Diandra mulai memikirkan sesuatu, malam ini, dia harus memulai rencananya, karena malam ini adalah yang paling bagus untuk menjalankan rencananya tanpa di curigai oleh Airon.


Diandra turun dengan mengenakan dress abu-abu panjang dengan belahan dada terbuka, membuat Diandra terlihat sangat seksi.


Tak lama kemudian Airish dan Ergan turun bergabung dengan Diandra.


"Diandra kamu terlihat cantik sekali." Puji Airish.


"Bu Airish juga sangat cantik." Kata Diandra.


"Kalian berdua cantik." Sahut Ergan.


"Kamu tidak naksir dengan Diandra kan?" Tanya Airish menyipitkan matanya, dia hanya bercanda.


"Tidak honey, secantik apa pun wanita di depanku, cuman kamu yang ada di sini." Kata Ergan menunjuk dadanya.


Melihat kelakuan Ergan dan Airish bak ABG yang sedang pacaran, membuat Diandra tersenyum geli. Airish dan Ergan memang terlihat sangat serasi.


Airon dan Syahnni muncul bersama, Syahnni melingkarkan tangan di lengan Airon, Syahnni tak kalah seksi dengan dari Diandra.


Melihat dress yang di pakai Diandra membuat Syahnni melemparkan pandangan tak suka pada Diandra.

__ADS_1


__ADS_2