Cinta Yang Tak Terduga

Cinta Yang Tak Terduga
Bab 50


__ADS_3

"Nyonya Dania!!!" Teriak Darti ketika melihat tu berlari menghampiri Dania yang kini sudah tergeletak tak sadarkan diri dengan darah yanf keluar dari bawahnya.


"Nyonya Tania! Non Airish!" Teriak Darti memanggil Tania dan juga Airish.


"Astaga Dania!" Airish dan Tania yang keluar dari kamarnya teriak kaget melihat Dania yang tergeletak di bawah dan tak sadarkan diri.


Darti dan Airish memapah Dania dengan panik membawa Dania masuk ke mobil untuk di bawa ke rumah sakit.


"Apa yang terjadi Darti? Kenapa Dania bisa sampai seperti ini?" Tanya Dania pada Darti ketika berada di mobil.


"Saya tidak tau nyonya. Saya hanya melihat nyonya Dania terjatuh dari tangga." Sahut Darti karena memang hanya itu yang memang di lihat olehnya.


Mobil yang di kenderai oleh Airish tiba di depan rumah sakit.


Dania di larikan ke ruang UGD untuk di periksa. Dalam Tania dan Airish berdoa agar tak ada hal buruk terjadi pada Dania.


"Mana Dania?" Airon tiba dengan panik dan khawatir.


"Dania masih di ruang UGD Ron." Sahut Airish.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Airon.


Bagaimana mungkin Dania bisa terjatuh dari tangga? Rasa marah terlihat jelas di wajah Airon.


Dia marah pada dirinya sendiri karena dia merasa telah lalai menjaga istrinya.


Airon terus mondar-mandir tak diam menunggu dokter keluar dari ruang UGD. Dia sudah tak sabar ingin tahu bagaimana kondisi Dania.


Airon berharap tak ada hal buruk yang menimpa istri dan anak yang ada di perut Dania.


Karena jika sampai hal yang tak di inginkan terjadi. Airon pasti akan merasa sangat bersalah.


"Dokter bagaimana dengan kondisi istri saya?" Tanya Airon segera setelah dokter keluar dari UGD.


"Syukur, istri dan anak tuan tidak apa-apa. Yah, memang tadi sempat terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan." Ucap dokter memberitahu Dania jika saat ini Dania sudah baik-baik saja.


"Syukurlah." Airon, Tania dan Airish kini sudah merasa lega.


Mereka senang mendengar jika Dania dan bayinya selamat.


"Bisa saya masuk melihat istri saya?" Tanya Airon yang sudah tak sabar untuk melihat istrinya itu.


"Silakan tuan." Kata dokter mempersilakan Airon untuk masuk.


"Darti juga mau ikut." Kata Darti cepat. Dia juga merasa sangat khawatir pada Dania.

__ADS_1


"Ayo kita sama-sama masuk." Ucap Tania.


Airon melangkah masuk ke ruangan Dania. Sedang Dania masih terbaring lemah dan saat menyadari jika Airon masuk dia melempar senyum pada suami tampannya itu.


Airon tiba di sisi ranjang Dania dan langsung mencium lembut dahi Dania. Dia sangat bersyukur istrinya itu baik-baik saja.


"Bagaimana perasaanmu? Apa baik-baik saja?" Tanya Airon.


"Masih terasa lemas Ron." Sahut Dania tak menghilangkan senyum di bibirnya.


"Dania mama minta maaf." Ucap Tania yang akan menangis.


"Aku juga minta maaf Dania." Timpal Airish.


"Aku juga ya Dania." Darti ikut-ikutan. Ketiganya menampung air mata.l menahan tangis mereka.


"Kenapa minta maaf?" Tanya Dania kebingungan.


"Iya, seharusnya kita menjaga kamu Dania." Ucap Airish yang di anggukan oleh Darti.


"Ini bukan salah mama, Airish sama mbak Darti." Dania tak ingin ketiga orang itu menyalahkan diri mereka atas apa yang terjadi padanya.


"Katakan, bagaimana bisa kamu terjatuh dari tangga?" Tanya Airon ingin tahu pemyebab Dania bisa sampai terjatuh.


"Sebenarnya." Dania tak melanjutkan ucapannya.


"Dania?" Panggil Airon membuyarkan lamunan Dania.


"Apa yang terjadi? Katakan saja Dania." Kini Tania yang bersuara. Dia juga ingin tahu kenapa Dania sampai bisa terguling di tangga itu. Untung dia dan bayinya selamat.


"Iya Dania katakan. Apa yang sebenarnya terjadi." Ucap Airish.


Semua menatap menunggu Dania bicara. Mereka sangat penasaran. Apalagi Airon. Dia merasa ada yang tak beres telah terjadi.


"Apa pun itu. Aku mau kamu jangan menyembunyikan apa pun Dania." Kata Airon. Dia tak ingin Dania menyembunyikan apa pun. Apalagi ini menyangkut nyawa Dania dan anaknya.


"Syahnni. Dia mendorongku saat aku akan turun ke bawa." Akhirnya Dania bicara dan membuat semua menjadi kaget mendengar pengakuan Dania.


"Syahnni? Dia melakukan itu pada kamu?" Tanya Tania ingin memastikan. Dania hanya mengangguk menjawab pertanyaan itu.


"Kurang ajar!" Wajah Airon terlihat begitu marah. Dia tak terima Syahnni hampir saja menghilangkan nyawa dua manusia yany di begitu di sayangnya.


"Dia harus di kasi pelajaran!" Gumam Airon segera akan berdiri untuk pergi.


"Kamu mau kemana?" Tanya Dania mencegat lengan Airon.

__ADS_1


"Aku mau mencari wanita itu!" Kata Airon.


"Kamu di sini saja. Temani aku dulu." Kata Dania. Dia harus menahan Airon karena jika sampai Airon menemui Syahnni. Dania tak tahu apa yang akan dia lakukan pada Syahnni.


"Syahnni benar-benar keterlaluan." Tania ikut marah. Tak bisa membenarkan apa yang di lakukan oleh Syahnni itu pada Dania.


"Nyonya Syahnni kan memang wanita ular nyonya." Kata Darti menimpali. Dia juga tidak terima jika Dania di celakai oleh Syahnni.


"Wanita ular?" Heran Airish.


Dan, mulailah Darti menceritakan semuanya. Bagaimana jahatnya Syahnni pada Dania ketika Dania belum di ketahui sebagai istri Airon.


Bagaimana Syahnni mengaku jika masakan yang dia dan Dania masak sebagai masakannya.


"Benarkah?" Tanya Tania tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Tania sungguh tak menyangka jika Syahnni sejahat itu.


"Iya nyonya." Sahut Darti membenarkan apa yang di katakannya. Sementara Airon semakin terlihat marah.


"Kenapa kamu tidak pernah cerita?!" Tanya Airon menatap Dania.


"Nyonya Dania kan terlalu baik tuan. Nyonya Dania tidak mau jika tuan tau akan hal itu." Darti yang menjawab.


Sedang Airon tak habis pikir bagaimana bisa Dania sebaik itu.


Jika dia bertemu dengan Syahnni dia akan memberi wanita itu pelajaran.


"Mama tidak menyangka jika Syahnni bisa sejahat itu." Tania menyesal telah meminta Airon menikahi Syahnni.


Sementara itu di tempat lain Syahnni terlibat panik mengigit kukunya.


Tadi, entah kerasukan apa sampai dia nekat mendorong Dania.


"Apa yang harus kulakukan?" Tanyanya pada diri sendiri.


Dia sangat takut pulang. Takut jika Dania sudah menceritakan semuanya pada Airon.


Syahnni sangat takut pada apa yang akan Airon lakukan padanya nanti.


"Aku mau kamu mencari Syahnni. Temukan dia dan bawa kehadapanku!" Ucap Airon pada Ergan di telepon miminta agar Ergan menemukan Syahnni secepatnya.


"Baik." Sahut Ergan langsung melaksanakan apa yang di suruhkan oleh Airon padanya.


Dia harus menemukan keberadaan Syahnni yang sudah mencelakai Dania.


Ergan juga tak suka dengan apa yang di lakukan oleh Syahnni pada Dania.

__ADS_1


Ergan pun mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Syahnni.


Dia ingin Syahnni segera di temukan dan di bawa kehadapan Airon.


__ADS_2