
"Kenapa kamu memperlakukanku seperti ini!" Tanya Syahnni karena sudah hampir beberapa bulan pernikahan mereka Airon terus mengabaikan dirinya.
"Karena saya tidak mencintai kamu." Ujar Airon terus terang menjawab pertanyaan Syahnni.
"Kamu keterlaluan Ron." Ucap Syahnni.
"Kamu tau kan mama berharap kita secepatnya memiliki keturunan." Kata Syahnni.
"Saya akan jujur pada mama." Ucap Airon. Bahwa dia akan memberitahi kebenarannya pada Tania jika dia tidak akan pernah menyentuh Syahnni meskipun Syahnni adalah istrinya.
Setelah mengatakannya pada Syahnni, Airon lalu pergi meninggalkan Syahnni dengan emosinya yang meluap-luap karena tak pernah dianggap ada oleh suaminya.
"Arkkk!!!" Teriak Syahnni marah melampiaskam emosinya.
"Ada apa kamu sama Syahnni?" Tanya Tania.
Tania ternyata mendengar petengkaran Airon dan Syahnni.
"Mama tanyakan saja padanya." Jawab Airon lalu pergi.
Jawaban dingin Airon membuat Tania bertanya-tanya apa sebenarnya yang terjadi antara Syahnni dan Airon.
Apa penyebab pertengkaran mereka mereka. Semua itu menganggu pikiran Tania.
"Rish, tadi mama dengar Airon dan Syahnni bertengkar. Kira-kira mereka kenapa ya?" Tanya Tania pada Airish.
"Mama saja tidak tau, bagaimana mungkin Airish bisa tau." Ucap Airish.
Airish tidak mungkin mengatakan jika Airon tidak pernah menyukai pernikahannya dengan Syahnni. Dan, jika sebenarnya Airon sudah memiliki istri, dan istrinya itu adalah Dania.
"Tapi kelihatannya Airon selalu bersikap dingin pada Syahnni." Ujar Tania.
"Sepertinya memang begitu ma." Sahut Airish setuju.
Memang semenjak Airon menikahi Syahnni. Airon tidak pernah terlihat hangat pada Syahnni.
"Kenapa tidak mama tanyakan saja langsung pada Airon. Siapa tau dia akan bicara yang sebenarnya." Kata Airish.
"Yang sebenarnya?" Tania binggung.
"Mungkin saja Airon menyembunyikan sesuatu ma." Kata Airish, yang sebenarnya memancing.
Airish juga merasa kasihan pada Dania yang selama ini adalah menantu mamanya tapi di jadiakan pembantu di rumah itu lantaran ketidak-tahuan mamanya.
Dan, jika sejak awal mamanya tahu jika dia sudah memiliki menantu, mungkin dia tidak akan meminta untuk Airon menikah dengan Syahnni.
Dan, Airish juga tahu, jika Airon menerima perjodohan yang mamanya buat lantaran tak ingin mamanya semakin sakit.
__ADS_1
Tak ada yang salah dan harus di salahkan atas apa yang terjadi. Mereka hanya menginginkan yang terbaik saja untuk Tania.
"Dania kamu tidak apa-apa?" Tanya Darti khawatir melihat wajah Dania yang pucat dan terus muntah-muntah.
"Iya mbak saya tidak apa-apa. Hanya saja saya merasa mual dari pagi tadi." Kata Dania memeganghi perutnya yang terasa tak enak.
"Kamu ke kamar saja. Istirahat ya." Ujar Darti menyuruh Dania ke kamarnya dan istirahat.
"Saya tidak apa-apa Mbak Darti. Sebentar lagi juga akan baikan." Ucap Dania.
Dia masih harus menyelesaikan pekerjaannya membersihkan lantai.
"Argh..." Suara Syahnni terdengar dari ruang tengah.
Dania dan Darti segera berlari untuk melihat apa yang terjadi pada Syahnni.
"Nyonya Syahnni tidak apa-apa?" Tanya Darti yang melihat Syahnni terbaring di atas lantai.
"Siapa yang membersihkan lantai ini!" Syahnni berdiri dengan marah.
"Saya nyonya." Dania mengaku.
Plakkk!!!!
Suara tamparan yang begitu keras terdengar. Dania memenganggi pipinya.
"Maaf mbak." Ucap Dania menunduk.
Memang dia yang salah. Tadi saat mengepel lantai tiba-tiba saja Dania merasa mual. Dan, dia langsung berlari ke toilet meninggalkan pekerjaannya.
"Ada apa?" Tanya Tania yang turun dari lantai dua di susul oleh Airish.
"Ini nyonya, nyonya Syahnni menampar Dania." Beritahu Darti yang membuat dia mendapatkan tatapan tajam dari Syahnni.
"Apa?" Kaget Airish.
"Kenapa kamu menampar Dania?" Tanya Tania. Apa penyebab sampai Syahnni menampar Dania.
"Ini ma, lantainya licin karna dia tidak kerja dengan baik. Aku sampai jatuh." Syahnni memasang wajah kesakitan.
"Meskipun begitu kamu tidak seharusnya menampar Dania." Kata Airish tak membenarkan apa yang di lakukan oleh Syahnni.
Tepatnya Airish takut jika Airon tahu jika istri pertamanya di tampar oleh istri keduanya, pasti akan kacau jadinya. Airon pasti akan sangat marah.
"Ini memang salah saya nona." Kata Dania mengakui jika dia memang bersalah karena meninggalkan lantai yang licin.
"Ada apa ini?!" Hal yang di takutkan oleh Airish. Airon muncul entah dari mana. Padahal dia mengira jika Airon telah keluar dengan mobilnya. Ini pasti akan jadi kacau.
__ADS_1
"Ini tuan, nyonya Syahnni menampar Dania." Lagi-lagi Dartu yang menyahut. Kembali dia di layangkan tatapan tajam membunuh oleh Syahnni.
"Syahnni cuman kaget saja Ron. Dia tidak sengaja." Tania membela Syahnni.
"Kamu menampar Dania?!" Aura mencengram layaknya rumah berhantu muncul di diri Airon.
Dia mengabaikan ucapan Tania barusan.
Airish dan Darti hanya diam menyaksikan. Pasti, Airon akan murka, wanita yang di cintainya di tampae oleh wanita yang tak di sukainya.
"Aku tidak sengaja Ron. Dia membiarkan lantai yang licin begitu saja, hingga aku jatuh. Pinggangku rasanya remuk. Sakit sekali. Dan, semua ini karna pembantu yang malas ini." Ujar Syahnni membela diri. Bahwa dirinya tidak salah menampar Dania. Dan, pembantu seperti Dania harus di beri pelajaran agar tak mengulangi kesalahan yang sama.
"Itu bukan alasan kamu harus menamparnya Syahnni!" Wajah Airon benar-benar terlihat menyeramkan.
"Ini memang kesalahan saya tuan." Dania mencoba membela Syahnni, mengatakan jika memang dia lah yang bersalah karena telah teledor melakukan pekerjaannya.
"Diam Dania!" Bentak Airon.
"Kamu jangan membela orang yang bersalah!" Ucap Airon.
"Saya peringatkan kamu! Jangan pernah kamu macam-macam atau berlaku kasar lagi pada Dania! Jika kamu tidak ingin mendapatkan sepuluh kali lipat dari apa yang kamu lakukan padanya." Gertak Airon.
"Kamu bela dia! Aku ini istri kamu Ron! Seharusnya kamu membela aku, bukan perempuan rendahan ini!" Ujar Syahnni tak menerima jika Airon lebih memilih membela Dania daripada dirinya.
"Tutup mulutmu! Yang rendahan itu kamu Syahnni! Bukan Dania!" Amarah Airon semakin tersulut. Mungkin jika Syahnni bukan wanita dia pasti sudah akan membungkam Syahnni dengan tonjokannya.
"Sudah cukup! Syahnni sebaiknya kamu ke kamar kamu." Kata Tania. Dia sudah tak ingin mendengar pentengkaran itu lagi.
"Dania kamu lanjutkan pekerjaan kamu." Suruh Tania.
"Dania kami juga ke kamar. Biarkan Darti yang membereskan ini." Kata Airon.
Airon juga sadar jika wajah Dania terlihat pucat. Dan, dia tahu jika Dania pasti kurang sehat.
"Iya Dania biar aku yang menyelesaikan. Kamu istirahat." Ucap Darti.
Sebenarnya Darti merasa senang melihat Syahnni di pojokkan oleh Airon. Dan Airon membela Dania, karena memang seharus seperti itu.
Apalagi Darti memang tak suka pada Syahnni yang katanya adalah wanita ular.
"Tapi-"
"Sekarang Dania! Jangan membantah!" Potong Airon.
Dania menatap Airish dan Tania bergantian. Dia merasa tak enak hati. Tapi, dia tak mungkin membantah Airon. Karena Dania tahu seperti apa Airon jika sudah sangat marah.
"Baik tuan." Dania pun menurut pergi ke kamarnya.
__ADS_1
Sementara Syahnni yang menyaksikan kebaikan Airon pada Dania semakin tersulut membenci Dania. Dia tak menyangka jika Airon akan sebaik itu pada seorang pembantu.