Cinta Yang Tak Terduga

Cinta Yang Tak Terduga
Bab 47


__ADS_3

"Ron, kamu seharusnya tidur di kamar Syahnni malam ini." Dania mengingatkan jika malam ini Airon harus tidur dengan Syahnni.


"Aku ingin di sini denganmu Dania." Ucap Airon. Dia terlalu malas jika harus tidur di samping Syahnni.


"Ron, kamu tidak bisa seperti ini. Dia itu istrimu juga. Kamu harus bersikap adil." Dania tak ingin jika Airon hanya berlaku tak adil.


"Baiklah sayang. Aku akan menurutimu. Tapi biarkan aku di sini sebentar menemani anak kita." Ucap Airon mengusap sayang perut Dania yang masih terlihat rata itu.


Dengan malas Airon masuk ke dalam kamar di mana Syahnni sedang menunggunya.


Di atas kasur Syahnni tengah berbaring dengan lingerie tipis menerawang memperlihatkan isinya.


"Aku sudah menunggumu dari tadi sayang." Syahnni menatap manja Airon.


Namun, Airon hanya memasang wajah datar tak perduli pada godaan Syahnni padanya.


"Jaga sikapmu Syahnni. Atau aku akan keluar." Kata Airon saat Syahnni merabah-rabah tubuhnya.


"Aku ini istrimu Ron. Kenapa kamu tidak mau menyentuhku?!" Syahnni kecewa dengan sikap Airon. Hal itu sudah berulang-ulang terjadi.


"Kamu tidak dalam posisi yang akan mendapatkan simpatik apalagi cinta dariku Syahnni." Ucap Airon. Jika saja bukan karena Dania yang memintanya untuk ke kamar itu. Dia tidak akan ingin berdua dan berlama-lama dengan Syahnni.


"Kamu memang keterlaluan!" Marah Syahnni lalu keluar dari kamar dengan membanting pintu.


Dan, hal itulah yang di inginkan oleh Airon. Dia sangat bersyukur karena Syahnni lah yang pergi meninggalkan kamar, bukan dirinya. Jadi dia bisa pergi ke kamar Dania dan mengatakan jika Syahnni meninggalkannya sendiri.

__ADS_1


Pagi harinya semua duduk untuk menikmati sarapan yang sudah tersedia.


"Kamu makan yang banyak, biar kamu sama anak kamu sehat." Tania menyendok kan lauk ke dalam piring Dania.


"Makasih ma." Ucap Dania dengan senyum.


Hal itu membuat Syahnni jengah. Semua perhatian orang di dalam rumah itu tertuju pada Dania.


"Syahnni kamu juga makan yang banyak." Kata Tania pada Syahnni.


"Iya ma." Sahut Syahnni selembut mungkin. Ia tak ingin ketahuan jika sedang iri dengan perhatian yang lain pada Dania.


Mungkin, jika saja Airon dan dirinya melakukan hubungan suami istri, pasti dia juga sudah mengandung anak Airon.


Hah, Syahnni marah jika membayangkan tentang bagaimana buruknya perlakuan Airon padanya.


"Hai Gan." Sapa Airish yang akan sudah akan pulang.


"Hai." Sahut Ergan balas menyapa Airish.


Antara bingung ingin bersikap hangat atau dingin pada Airish. Ergan benar-benar tak tahu harus memperlihatkan perasaannya yang sebenarnya atau pun tidak.


"Argh. Apa kamu punya waktu?" Tanya Ergan akhirnya setelah bergelut dengan pemikirannya sendiri.


"Memangnya kenapa?" Tanya Airish.

__ADS_1


"Aku ingin mengajak kamu makan siang." Kata Ergan.


Dia harus melakukan itu. Ergan tak mau jika nanti Airish akan dekat lagi dengan laki-laki lain.


Mungkin, jika Airish mendapatkan laki-laki yang seperti Harry lagi, Ergan masih akan beruntung. Tapi, jika Airish bertemu dengan laki-laki yang baik, tamatlah sudah. Airish pasti akan lepas selama-lamanya.


"Ya, aku punya." Sahut Airish.


Membuat Ergan senang bukan main, tapi itu hanya di dalam hatinya. Tak ia tunjukkan terang-terangan di depan Airish.


Di tempat lain. Syahnni berada di hotel bersama dengan laki-laki yang akan memuaskannya lagi hari itu.


"Sebaiknya kamu tinggalkan saja suamimu itu." Ucap si laki-laki.


"Jangan memberiku saran yang tidak masuk akal!" Syahnni tampak marah mendengar apa yang di sarankan oleh laki-laki itu.


"Aku hanya tak mau melihatmu tersakiti sayang." Ucap si laki-laki memeluk Syahnni dari belakang.


"Hey, memangnya kamu siapa tak ingin aku tersakiti hah? Kamu itu cuman laki-laki bayaranku. Laki-laki yang ku bayar untuk memuaskan diriku. Mengerti!" Kata Syahnni. Dia tak ingin laki-laki itu terlalu jauh mencampuri urusan hidupnya.


"Maaf." Ucap laki-laki itu menunduk.


"Ayo, cepat mulai. Aku sudah tak tahan menginginkan hal itu." Kata Syahnni.


Laki-laki itu mulai melucuti baju Syahnni. Setelahnya dia mulai melakukan pemanasan yang membuat gairah Syahnni semakin liar.

__ADS_1


Syahnni membayangkan laki-laki itu adalah Airon. Mungkin jika Airon yang melakukan itu padanya. Dia akan merasa semakin nikmat. Tapi sayangnya, Airon tak pernah mau menyentuh dirinya.


__ADS_2