Cinta Yang Tak Terduga

Cinta Yang Tak Terduga
kenangan


__ADS_3

"Pak Airon mau kopi?" Tanya Diandra ketika masuk ke ruangan Airon.


"Boleh." Sahut Airon menatap Diandra.


Diandra pun keluar membuat kopi untuk Airon. Tak lama kemudian Diandra kembali dengan secangkir kopi di tangannya.


"Ini Pak kopinya, di minum." Kata Diandra.


"Terima kasih." Ucap Airon tanpa mengalihkan pandangannya dari pekerjaan yang sedang dia lakukan.


"Ada apa? Masih ada yang ingin kamu katakan?" Tanya Airon ketika melihat Diandra tak juga beranjak pergi kembali ke meja kerjanya.


"Saya tunggu Pak Airon minum kopinya." Kata Diandra.


"Saya akan meminumnya nanti, silakan kembali ke meja kamu." Kata Diandra.


"Saya tidak akan pergi sebelum Pak Airon minum kopinya." Kata Diandra.


Mendengar apa yang di katakan oleh Diandra, bahwa dia tidak akan pergi sebelum Airon meminum kopi itu, dengan terpaksa Airon mengangkat cangkir kopi itu dan meminumnya pelan.


Setelah meneguk kopi buatan Diandra, raut wajah Airon berubah. Kopi itu, persis seperti beberapa hari lalu yang di minumnya, kopi yang seperti buatan Dania.


"Siapa yang membuat kopi ini?" Tanya Airon dengan wajah serius.


"Kenapa Pak Airon? Apa kopinya tidak enak?* Tanya Diandra.


"Saya tanya kamu Diandra, siapa yang membuat kopi ini." Airon kembali bertanya.


"Saya yang membuatnya Pak Airon." Kata Diandra menunduk.


"Kamu yang membuat ini?" Tanya Airon lagi.


"Iya Pak Airon, kalau Pak Airon tidak suka kopinya, saya akan ganti dengan yang baru."

__ADS_1


"Tidak, jangan, saya suka sama kopinya. Kamu bisa keluar sekarang." Ucap Airon.


Airon menatap cangkir kopi yang ada di mejanya, kembali ingatan Airon terpaku pada Dania.


Kopi itu sama persis dengan buatan Dania. Dan, entah kenapa, banyak kemiripan antara Diandra dengan Dania.


Di meja kerjanya, ingatan Diandra kembali pada masa-lalu.


Seorang perempuan dengan bekas bakar di wajahnya sedang mengajari Diandra membuat kopi.


"Ini akan enak jika di buat dengan cinta dan perasaan." Katanya pada Diandra.


"Masa beda kak. Ya, kopi hitam, rasanya akan tetap sama." Sahut Diandra.


"Kalau seperti itu, kamu bikin kopi dan kakak juga bikin, nanti kamu sendiri coba, apa rasanya sama atau tidak." Kata wanita itu.


Setelah kopi keduanya siap, Diandra mencoba dan membandingkannya, dan ternyata rasanya memang berbeda.


"Iya kak, rasanya memang berbeda." Kata Diandra.


"Iya deh, lain kali, Diandra akan bikin pakai cinta dan perasaan." Kata Diandra memeluk wanita itu.


Bisa, di lihat, ternyata wanita itu adalah Dania.


Ya, wanita yang bersama Diandra di masa-lalu adalah Dania.


"Hai, kakak ipar, lagi melamun apa?" Tanya Airish yang sudah ada di depan meja Diandra.


"Airish, tidak ada, hanya memikirkan pekerjaan." Sahut Diandra.


"Aku keruangan Ergan dulu ya, lagi kangen soalnya." Kata Airish.


"Iya." Sahut Diandra, keduanya saling membalas senyum.

__ADS_1


Pulang kerja, Diandra menunggu taksi di depan kantor, tak lama kemudian Airon keluar.


"Ayo, saya antar kamu pulang." Kata Airon.


"Saya naik taksi saja Pak." Sahut Diandra menolak.


"Jangan menolak, cepat naik." Kata Airon.


Diandra masuk ke dalam mobil Airon.


Di dalam mobil Airon memberikan kartu kreditnya pada Diandra, juga uang tunai untuk belanja Diandra.


"Ini untuk apa Pak Airon? Tanya Diandra.


"Untuk kamu, pakai kartu itu untuk membeli apa pun yang kamu mau." Kata Airon.


"Dan, ini uang belanja kamu." Airon mengulurkan lembaran seratus ribu pada Diandra.


"Tidak usah Pak, tidak ada yang ingin saya beli, saya juga masih punya uang." Kata Diandra menolak pemberian Airon.


"Jangan menolak Diandra, kamu istri saya, jadi sudah seharusnya saya menafkahi kamu." Ujar Airon.


Mau tak mau, Diandra menerima pemberian Airon itu, dia juga tak mungkin terus menolaknya.


"Pak Airon kita mau kemana?" Tanya Diandra ketika mobil Airon mengambil arah yang berbeda dari arah ke pulang ke rumahnya.


"Saya lapar, kita makan dulu." Kata Airon.


Di sepanjang jalan ke restoran, Daindra hanya diam membuang pandangan keluar.


Melihat lampu-lampu malam ibu kota, itu terlihat indah di mata Diandra.


Sesampainya di restoran, Airon membukakan pintu untuk Diandra, lalu keduanya pun masuk ke dalam restoran.

__ADS_1


Entah kenapa jantung Diandra berdegup kencang, membuat Diandra merasa tak jaman


__ADS_2