
Lima tahun kemudian.
Seorang anak kecil tengah berlari ke arah seorang pria.
"Papa, Papa." Panggil anak itu pada ayahnya yang sedang berada di taman mengerjakan sesuatu di laptopnya.
"Papa..." Panggilnya lagi, kini merentangkan tangan agar ayahnya menggendongnya.
"Iya sayang, kenapa?" Tanya Airon menggendong anak laki-laki itu. Ya, anak kecil itu adalah anak Airon.
"Main yuk Pa." Kata anak laki-laki itu.
"Kamu mau main apa?" Tanya Airon.
"Bola." Kata anak laki-laki itu.
"Ayo." Segera Airon dan anak laki-laki itu bermain bola dengan begitu senangnya.
"Gol.." Teriaknya girang karena berhasil mencetak gol.
"Wah, cucu Oma hebat." Puji Tania yang juga menyaksikan keduanya bermain.
"Deon keren kan Oma?" Tanya anak Deon pada Tania.
"Iya, cucu Oma keren." Kata Tania mengangkat kedua jempolnya.
"Deon, nanti kita main lagi ya, ayah harus ke kantor dulu. Ok." Kata Airon pada Deon bahwa dia harus berangkat untuk bekerja.
"Ok Pa, tapi besok pagi kita main lagi ya." Kata Deon ya g tahu jika ayahnya hanya bisa bermain dengannya pada pagi hari sebelum dia berangkat ke kantornya. Deon adalah anak yang pengertian.
Setelah berpamitan dan mencium pipi Deon, Airon pun berangkat ke kantornya.
"Selamat pagi pak." Ergan menyapa Airon, kini ia tak lagi memanggil Airon dengan panggilan tuan.
"Selamat pagi Ergan." Sahut Airon membalas sapaan Ergan.
"Apa jadwal saya hari ini?" Tanya Airon.
Ergan pun menjelaskan apa saja yang akan Airon lakukan hari ini.
"Itu saja?" Tanya Airon.
"Iya pak." Sahut Ergan.
"Pak Airon, ada yang ingin saya bicarakan dengan bapak." Kata Ergan.
"Apa yang ingin kamu bicara?" Tanya Airon sibuk membolak-balik berkas yang ada di mejanya.
"Saya ingin bapak segera mencari sekretaris baru." Kata Ergan.
__ADS_1
"Kamu kan ada." Kata Airon.
"Saya tidak bisa terus menjadi sekretaris anda, saya punya pekerjaan lain." Kata Ergan yang kini bukan lagi asisten pribadi Airon tapi dia sudah menjadi manager keuangan.
Tapi di karena kan Airon tak memiliki sekretaris terpaksa Ergan menjabat manager keuangan sekaligus sekretaris Airon yang selalu membuat Ergan kerepotan karena pekerjaan yang tak ada habisnya.
"Saya sudah malas mencari sekretaris Gan, saya kapok." Airon sepertinya tak mau mendengarkan saran Ergan yang meminta dia untuk mencari sekretaris baru.
Bagaimana tidak, dari sekretaris pertama sampai yang baru-baru ini di pecat olehnya, semua sekretaris itu begitu nekat menggoda dirinya. Hal itu membuat Airon muak dan malas lagi memiliki sekretaris.
"Tapi, bapak harus mencari, jika tidak saya lebih baik resign, daripada pekerjaan menumpuk membuat saya mati mendadak." Kata Ergan.
"Ayolah, Gan, masa kamu bicara seperti itu." Sahut Airon.
"Sebaiknya cepat berikan keputusanmu, agar aku bisa mengumumkan pencarian sekretaris baru." Kata Ergan tak lagi berbicara formal pada Airon.
"Baiklah, carikan aku sekretaris yang baru, aku juga tak ingin kau mati sebelum kau menikah dan membuat adikku patah hati." Ujar Airon mengalah.
Di tempat lain, seorang wanita membuang dirinya di atas sofa usang di ruang tamu rumahnya.
"Bagaimana, apa kau mendapatkan pekerjaan?" Tanya seorang laki-laki mengulurkan segelas air pada si wanita.
"Tidak kak, aku tidak mendapatkan pekerjaan." Sahut wanita itu mengambil air yang di berikan padanya, lalu meneguknya sampai habis tak tersisa.
"Kakak tidak kerja hari ini?" Tanya si wanita.
"Malam nanti." Sahut si pria. Dan, pria itu adalah Hanson. Pria yang dulu menjadi suruhan Syahnni untuk menculik Dania.
"Pergilah, dan istirahat yang cukup." Kata Hanson menatap punggung adiknya.
Di dalam kamarnya, adik Hanson membuka laptopnya yang juga sudah usang, sepertinya laptop itu sudah sangat lama dia gunakan.
Dia membuka situs mencari pekerjaan, dan salah satu perusahaan yang membutuhkan karyawan baru mencuri perhatiannya.
Montering A.D salah satu perusahaan terbesar di Indonesia.
Adik Hanson dengan antusias mengirim CV dirinya untuk melamar di perusahaan itu. Dan, berharap dia di terima bekerja di sana, dia hanya membutuhkan satu keajaiban untuk itu.
Ke-esokan harinya, setelah bermain dengan Deon, Airon berangkat ke kantornya. Seperti biasa.
Ergan masuk ke dalam ruangan Airon.
"Apa ini?" Tanya Airon melihat tiga baris map yang bertumpuk ada di mejanya.
"Profil-profil yang melamar untuk menjadi sekretaris mu." Sahut Ergan santai.
Airon menatap map-map yang ada di atas mejanya, dan itu banyak sekali. Ada sekitar lima ribu map yang ada di sana.
Melihat map-map itu membuat Airon menjadi lemas. Dia benci jika harus melihat dan membacanya satu persatu.
__ADS_1
Tiba-tiba, sebuah ide muncul di benaknya.
Airon mengeluarkan ponselnya lalu menekan tombol dial pada nomor yang ingin di tuju-nya.
"Halo, Papa." Suara di seberang sana terdengar dan itu adalah suara Deon.
"Papa mau minta tolong, boleh?" Tanya Airon pada Deon.
"Papa mau minta tolong apa?" Tanya Airon.
"Tunggu sebentar ya." Kata Airon meminta Deon untuk menunggu.
"Dari baris 1,2,3 kamu pilih yang baris nomor berapa?" Tanya Airon.
"Mmm, Deon pilih nomor 3." Jawab Deon.
"Sekarang atas, tengah, bawah, kamu pilih yang mana?" Tanya Airon lagi.
"Mmm, Deon pilih tengah." Entah kenapa Deon selalu saja pilih yang pertengahan.
"Sekarang pilih warna. Biru, kuning, hijau, Deon suka warna apa?" Tanya Airon lagi.
"Biru, Deon suka biru." Kata Deon.
"Papa tutup dulu ya telponnya, nanti kita ketemu di rumah, terima kasih Deon." Kata Airon lalu menutup panggilan telponnya.
Airon menyingkirkan susunan map yang ada di kiri dan kanannya menyisakan susunan map yang ada di tengah. Setelah itu Airon mengambil map biru yang ada di bagian tengah.
"Ini, besok minta dia datang ke kantor." Airon menyerahkan map biru kepada Ergan.
Ergan membuka map itu dan melihat profil si pelamar.
"Deon cukup pintar memilih wanita yang cantik dan muda." Ujar Airon setelah membaca profil si pelamar.
"Baiklah, saya kan mengiriminya email agar besok dia datang ke kantor.?" Ujar Ergan.
"Ya," Sahut Airon.
"Semoga anda menyukainya, dan dia segera bisa bekerja." Kata Ergan. Karena semakin cepat Airon memiliki sekretaris baru, semakin cepat pula Ergan terbebas dari dua pekerjaan.
Setelahnya,, Ergan pun mengirim email pada si pelamar yang terpilih.
"Hai, sayang, bagaimana pekerjaan kamu hari ini." Istri Airon menyambut Airon yang pulang ke rumah.
"Sama seperti biasa." Sahut Airon.
"Mana Deon?" Tanya Airon.
"Deon sudah tidur." Sahut Syahnni. Ya, Syahnni adalah ibu Deon. Dan Syahnni masih menjadi istri Airon.
__ADS_1
"Kamu mau mandi?" Tanya Syahnni.
"Aku mau ke kamar Deon dulu." Kata Airon cuek pada Syahnni.