
Jam kuliah Gilang telah Usai, Gilang tampak terburu buru berjalan menuju tempat parkiran,Mona yang dari kejauhan tampak mendatangi Gilang.
"mau kemana kok buru buru amat??
Gilang yang mengenali suara Mona lalu menoleh, dan tidak membutuhkan basa basi lalu menarik Mona.
"Sini lo, lo ngapain marah sama Anissa, lo gak ada hak marah sama siapapun yang dekat sama gue.
"ooh jadi tu cewek ganjen ngadu sam lo.
"bukan tipe Anissa kalau soal ngadu ngadu, tapi seseorang yang ngasih tau ke gue kalau lo cegat Anissa, lo sama gue gak ada hubungan apapun, jadi stop ganggu gue dan Anissa ancam Gilang terhadap Mona.
Setelah memarahi Mona Gilang lalu masuk kedalam mobilnya dan membanting Pintu mobil dengan keras, Mona yang masih berdiri di samping Mobil Gilang pun kaget karena bantingan Pintu.
**
Kemarahan Gilang membuat Mona semakin membenci Anissa, terlihat dari sorot mata seorang Mona.
__ADS_1
.
.
Gilang yang sedang di perjalanan menuju bandara sudah tak sabar ingin bertemu dengan kedua orang tuanya, di lajukan Mobil miliknya dengan kecepatan sedang.
Sedangkan Kedua orang tuanya tampak menuruni anak tangga pesawat dengan hati hati, sekian menit jam pun sudah berlalu, mobil Gilang sudah memasuki area bandara dan Gilang mencari tempat parkir yang aman untuk mobilnya.
Sedangkan kedua orang tuanya sudah duduk di kursi di rungan tunggu bandara, Gilang yang sudah berada di ruang tunggu pun segera menekan Nomor sang ibu.
"nie mama udah ngeliat kamu.
Gilang yang kebetulan juga berjakan menuju arah Sang ibu lalu menutup telepon dan menghampiri kedua orang tuanya, mereka tampak saling berpelukan mengobati kerinduan yang sudah sekian lama tak bertemu.
...****************...
Anissa yang hari ini tidak di temani Gilang sedang berjalan di temani Ardi menuju tempat Parkir, Mona yang dari kejahuan dengan Amarah yang membara lalu menghampiri Anissa, dan menampar Anissa yang sedang berjalan di samping Ardi, Anissa yang merasa di tampar Mona lalu memeggang pipinya.
__ADS_1
"kak Mona kok main nampar sembarangan ya, tanya Anissa dengan nada yang lembut meskipun tamparan yang di berikan Mona begitu kuatnya, bekas tangan Mona tergambar dengan jelas di pipi Anissa, Ardi yang berada di samping Anissa pun ikut membela Anissa.
" lo gila ya Mon, main tangan sama anak orang, lo merasa di sakiti karena gak di terima cintanya sama Gilang, tanya Ardi dengan nada mengejek.
" gue gak ber urusan sama lo Di, jadi mending lo diam.
"eeh lo ber urusan sama Anissa berarti lo juga berurusan sama Gue ucap Ardi yang membuat nyali seorang Mona ciut seketika.
Anissa yang masih memeggang pipi nya karena tamparan Mona pun tampak mendekati Mona dan berkata.
"gue bisa saja balas perbutan lo, tapi gue lebih menjaga harga diri gue ketimbang membalas perbuatan lo, jika gue balas perbuatan lo berkesan gue murahan seperti lo.
Nada yang di ucapkan Anisa sangat lembut tapi Ardi yang mendengarnya merasa begitu sakit untuk Mona yang mendengarnya, lalu Anissa dan Ardi pun berlalu meninggalkan Mona yang mungkin menahan malu karena kata kata Anissa..
**
Di dalam Mobil Gilang yang di temani kedua orang tuanya pun melaju dengan cepatnya menuju kediaman mereka, sekian lama Gilang mengendarai Mobil dan kini sudah memasuki halaman Rumah, tampak pria yang berbaju putih lengkap dengan pluit di bahu tampak membukan pagar dan membiarkan sang majikan masuk.
__ADS_1