Cintaku Seperti Butiran Tasbih

Cintaku Seperti Butiran Tasbih
Memberi Kabar


__ADS_3

Anissa yang sudah di beritahu Gilang pun berniat ingin menelpon orang tuanya, tentang Niat baik Gilang.


* entar kalau ada jam kosong aku mau nelpon nyak sama Abah, semoga mereka mau menerima kak Gilang *


Anissa pun melajutkan aktifitasnya dan akhirnya jam kosong pun tiba, Anissa mencari tempat yang aman untuk dirinya biar bis berbicara dengan bebas, dan Anissa memilih sebuah taman yang ada di kampusnya.


Tuut tuut, 2 kali deringan hp berbunyi terdengar suara dari sebrang sana.


" Assalamu Alaikum Neng, suara malaikat tak bersayapnya yang terdengar.


" waalaiku salam nyak, Anissa langsung bertanya kabar tentang orang tuanya, setelah sudah lama bertanya kabar, lalu Anissa pun kembali berkata.


" nyak, ada Anissa yang ingin bicarakan Nyak sama Abah, mengenai seseorang.


Sang ibu yanh mendengar kata seseorang pun langusung bertanya dengan nada tak sabar.


" siapa Neng?? Cowoknya Neng?? Tebak sang ibu.


Anissa pun menjawabnya dengan perasaan takut serta malu.


" iya nyak,


" eleh eleeeh, neng Alhamdulillah, siapa namanya?? Kalau udah siap neng bilang sama cowoknya Neng datang bertemu nyak sama Abah.

__ADS_1


" buu, buu, panggil sang bapak yang sepertinya baru pulang dari sawah


" iya pa, bentar lagi bicara sama Neng, sang bapak yang mendengar nama Anaknya yang di sebut lalu mendekati sang Istri, dan ikut berbicara dengan sang putri.


" neng kapan pulang??abah dah rindu, abah dah pengen liat neng, kata sang bapak.


" iya abah, bentar lagi neng pulang, jawab Anissa.


" entar kalau Anissa pulang nyak sama abah mau di belikan apa??


" gak usah neng, dengan kepulanganmu saja nyak sama abah sudah senang, jawab sang ibu.


"ya udah Nissa mau pulang dulu solanya jam Kampusnya udah kosong, lagian Nissa lapar mau makan dulu ucap Anissa yang di akhiri dengan Memberi salam.


Gilang yang sudah mengantongi Restu dari sang mama pun keluar bersama sang Mama, mereka terkejut karena melihat Karnia terjatuh ke depan Setelah pintu di buka Gilang,


" ngapain lo di depan Pintu tanya Gilang kepada Karnia, sedangkan sang mama tersenyum melihat karnia yang terhuyung ke depan, lo nguping ya?? Tanya Gilang lagi.


karnia yang malu karena ketahuan mencoba menyangkalnya dengan berkilah.


"gak kok, orang tadi gue mau nengok tante doang, ucapnya.


" Awas lo kalau lo ngadu sama papa, ancam Gilang yang membuat Karnia sedikit ciut.

__ADS_1


**


Sang mama yang mengantarkan Gilang sampai di depan rumahpun kembali berkata..


" Jangan lupa titip kan salam mama ya,, sambil melambaikan tangan ketika Gilang sudah menaiki Motor Milik Ardi.


Kedatangan Gilang layaknya Obat buat Diandra, dia yang tadinya merasa sedih sudah kembali ceria, apa lagi dia membayangkan sangputra yang sebentar lagi akan melamar kekasihnya, senyum bahagianya tergambar dengan jelas di bibirnya.


**


Karnia yang merasa ada yang aneh dengan sang tantepun mendekati Diandra.


" tante sepertinya sedang bahagia selidik Karnia.


" yah, seperti yang karnia lihat sekarang, tante mau tanya sama kamu bisa?? Tanya Diandra kepada Karnia.


"mau tanya apa tante, nada bicaranya di buat sedemikian rupa biar kelihatan kalau dia adalah wanita yang baik.


" apa benar kamu mau pindah kampus di sini??


" iya tan, biar dekat sama Gilang dan juga tante.


" kalau boleh tante kasih saran, lebih baik kamu jangan terlalu berharap sama Gilang, karena siapa tau Gilang tidak akan pernah menjadi jodohmu.

__ADS_1


__ADS_2