Cintaku Seperti Butiran Tasbih

Cintaku Seperti Butiran Tasbih
Merestui ( 2 )


__ADS_3

Ucapan sang suami di benarkan oleh sang istri, kita tunggu nak Gilang mau menyampaikan kapan, toh mereka pulangnya minggu depan ucap sang istri yang memberitahukan kepada sang suami.


Waktu isa telah berlalu dan kini mereka sudah berkumpul di meja makan, sang abah sama Gilang duduk berhadapan.


" Ayo nak Gilang, di makan, mohon maaf lauk seadanya ucap bu Romlah.


" gak pa pa bu, gilang melahap makanan desa yang di anggapnya sangatlah enak.


Gilang yang terbiasa dengan susana kota akhirnya bisa menyusuaikannya. Memang keluarga Anissa terbilang keluarga berada di di kampungnya.


Mereka semua melahap makanan tanpa ada suara hingga selesai.


Ketika sudah selesai makan malam, Gilang pun berkata, nyak sama Abah, apa gilang boleh berbicara sesuatu??


Kedua suami istri itupun saling melempar pandangan dan juga Anissa yang tampak Ragu dengan jawabab sang abah nanti.


" boleh nak, mau bicara apa?? Ucap sang abah.


" minta maaf sebelomnya, sambi menelan salivanya sendiri, dan meneruskan kata kata yang sempat terhenti, maksud kedatangan Gilang bersama Anissa, ingin melamar Anissa menjadi istri Gilang, ucapnya mantap.


sang abah pun tampak menarik napasnya, lalu menjawab perkataan Gilang.

__ADS_1


" Anissa adalah anak satu satu nya nyak sama Abah, Anissa adalah anak kebanggaan nyak sama abah, dan nyak sama abah sangat menyayangi Anissa, dan kami berdua pun tidak pernah menyakiti Anissa, jika kamu ingin menjadikan Anissa sebagai istri hanya satu permintaan Abah, tolong jangan sakiti Anissa, jika kamu merasa sudah tak sanggup hidup bersamanya, sang abah memberhentikan kata katanya, sang ibu pun menggenggam tangan sang suami agar melanjutkan kata katanya, dan sang suami pun melanjutkan kata katanya.. Jika kamu sudah tak sanggup hidup bersamanya pulangkan dia kembali kepada kami ucap sang abah..


Gilang yang mendengar kata abah Anissa pun tertegun, dan berjanji dalam hatinya bahwa dia takan menghiyanati Anissa dan akan terus menjaga Anissa..


.


.


Sedikit teggang di raut wajah Gilang, tapi untung bu Romlah tau caranya agar mengurangi keteggangan yang di rasakan Gilang.


"Nak Gilang mengertikan maksud Abah, jadi sebenarnya Abah sudah merestuinya..


Gilang yang tadinya teggang akhirnya berkurang keteggangannya, lalu mereka semua berpindah ke kursi yang berada di teras depan, Gilang dan sang bapak pun asik berbicara sedangkan Anissa dan sang ibu pun ikut mendengarnya.


" ya udah, kan yang pentig sang mamaa sudah memberi restu. Di sini tidak ada unsur pemaksaan ucap pak Dirman.


🌸🌸🌸


malam semakin larut mereka sudah berada di kamar masing masing, Anissa dan Gilang sama sama masih terjaga, sedangkan nyak sama sang Abah sudah terlelap dengan tidur.


Gilang yang masih terjaga mencoba menelpon Anissa, dan Anissa pun menerima panggilan dari sang kekasih.

__ADS_1


" iya kenapa??


" kamu belom tidur??


" belom, kamu juga kenapa belom tidur tanya Anissa.


" gak bisa merem abis mikirin kamu ucapnya sambil tertawa kecil.


" keluar bentar yuk, aku pingin bicara sama kamu, ajak Gilang.


" tunggu bentar, mau pake hijab dulu.


Lalu kedunya melangkah keluar dan duduk di kursi di ruang tamu.


" Niss, sumpah kata kata abah bisa membuat gue gak bisa tidur.


" loh kok bisa?? Emangnya kak Gilang punya niat mau ninggalin aku??


" isnhaa Allah gak, cuman takut aja.


" istighfar aja, sesungguhnya rasa takut itu berasal dari setan..

__ADS_1


Setelah selesai berbicara berdua keduaya kembali masuk kekamar masing masing.


__ADS_2