Cintaku Seperti Butiran Tasbih

Cintaku Seperti Butiran Tasbih
Jemput 1


__ADS_3

Di dalam kamar perasaan Gilang tak tenang, pikiran kacau seakan ingin berteriak mengapa dunia ini keras, apakah cintanya kepada Anissa harus berakhir sampe di sini ataukah dia harus berjuang dan menolak perjodohan ini, kenapa papa selalu bertindak sesuka hatinya, kenapa papa harus mengambil keputusan secara sepihak tanpa harus berbicara terlebih dahulu dengan aku, tangis Gilang di dalam kamarnya.


Begitupun dengan Anissa, yang semenjak pulang bertemu Gilang dia hanya bisa menangis, tak tau apa yang harus dia lakukan kalau Gilang benar benar di jodohkan dengan wanita pilihan orang tuanya.


🌸🌸🌸


Berbeda dengan Kania yang sedang bahagia karena akan bertemu dengan Gilang, Kania sibuk memasukan barang barang kedalam kopernya dan menunggu sampe hari esok, di ingatanya hanyalah kebahagiaan bisa bertemu dengan seorang Gilang Wiraguna pria yang hanya di lihatnya lewat selembar foto..


**


Anissa yang tersadar dari tidurnya segera bangun dan melihat jarum jam sudah menunjukan pukul 2 malam, lalu berdiri dan menuju kamar mandi, matanya yang sembab akibat memikirkan perjodohan Gilang di basuh dengan air wudhu, di gelarnya sejadah dan melakukan sholat hajad dan meminta kepada sang pemilik kehidupan untuk memberikan yang terbaik kepada dirinya.


* ya Allah jika benar Lelaki yang saat ini bersamaku adalah Jodohku maka dekatkan kami dengan ikatan pernikahan, jika lelaki yang dekat denganku saat ini bukan jodohku hamba mohon Jauhkan hambamu dari kehidupanya *


Lalu Anissa menyudahi sholat hajatnya dan kembali berbaring sambil menunggu waktu subuh.

__ADS_1


.


.


Pagi pagi sekali di rumah tuan Wiraguna, nyonya Diandra sudah duduk di kursi sofa sedangkan sang suami masih melingkar dengan selimut begitupun dengan Sang anak.


Tampak mbok Jum sudah sibuk di dapur menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga sang majikan.


Diandara yang sedari tadi duduk lalu berdiri mendekati mbok Jum yang berada di dapur.


*Mbok, panggilnya dan yang di pangiilpun terkejut dan menoleh.


" entar kalau tuan sudah berangkat ke kantor mbok jum temanin aku ke kampus den Gilang ya.


" iya nyonya jawab mbok jum tanpa bertanya tujuan sang nyonya ke kampus.

__ADS_1


Dan setelah di iyakan oleh mbok Jum, sang nyonyapun kembali duduk dan menyeruput minumanya yang masih hangat.


.


.


Gilang yang sudah terbangun dari tidurnya karena silau matahari yang masuk lewat jendela karena semalam Gilang lupa menarik gorden jendelanya pun segera menuju kamar mandi dan menyiram tubuhnya dengan air, dan siap siap ke kampus untuk menemui Anissa terlebih dahulu dan berbicara tentang kedatangan Karnia,dia pun segera menuntaskan aktifitasnya di kamar mandi dan segara berganti lalu turun menemui kedua orang tuanya yang sudah menunggunya di meja makan.


**


sebenarnya Gilang tidak ingin sarapan bersama sang papa, tapi apa daya karena sang ibu yang sudah terlebih dahulu memanggilnya untuk sarapan terlebih dahulu akhirnya dia pun duduk berhadapan di meja makan bersama sang papa yang sudah siap ke kantor, di meja makan tampak hening tiba tiba di kejutkan dengan papa yang memulai berbicara.


"jangan lupa jam 12 siang jemput Karnia di bandara.


Gilang diam tak menjawab dan sesegera mungkin menyudahi sarapanya.

__ADS_1


" ma, pa, Gilang duluan, sambil mencium tangan kedua orang tuanya, lagi lagi sang mama terheran melihat perubahan sikap Gilang yang banyak berubah.


dulu sebelum mengenal Anissa Gilang adalah seorang anak yang dingin dan tidak mau ambil pusing dengan kedaan sekitarnya.


__ADS_2