
Pesawat yang di tumpangi Karnia sudah mendarat terlihat gadis cantik yang mengenakan celana pendek dan kacamata sudah tampak menunggu di ruang tunggu, sedangkan di tanganyanya sibuk memainkan gawainya dan lalu menekan nomor Tuan Wiraguna.
" hallo Om, kok aku belom di jemput sih?? Sudah sepuluh menit loh om karnia di sini, terdengar nada kesel dari nada bicaranya.
" ooh, om minta maaf, mungkin Gilang nya macet, ya udah om coba menghubungi Gilang ya ucap Wiraguna yang coba menenangkan karnia.
* Gilang benar benar keterlaluan, awas ya kalau sampe Karnia ngadu sama papanya.*
" hallo Gilang, papa kan sudah bilang jam 12 kamu harus jemput Karnia di bandara.
" iya pa tapi Gilang ada kegian Kampus jelas Gilang.
"pokoknya sekarang juga kamu harus ke bandara, kalau tidak semua fasilitas kamu papa ambil.
" Apa?? papa jangan egois pa,
Tuut tuut tuut !!!! sambungan terputus, Gilang tampak frustasi dengan keputusan sang papa.
" Niss ayok ikut gue jemput wanita itu.
" Lebih baik aku gak usah ikut Gil, entar ada masalah lain lagi lo sama papa lo, tolak Anissa.
" ya udah kalau kamu gak mau, aku minta izin jemput Karnia dulu pamit Gilang dan berlalu dari hadapan Anissa.
**
__ADS_1
Perjalanan dari kampus ke bandara hanya butuh 15 menit, lalu Gilang berjalan menuju ruang tunggu dan ingin segera menemui gadis pilihan sang papa.
Dari ke jauhan Gilang sudah melihat Karnia, meski belum saling bertemu tapi Gilang sudah mengenalinya, Gilang mengenalinya karena sang mama yang menunjukan foto Karnia sewaktu di kampus.
🌸🌸🌸
" lo karnia kan tanya Gilang yang ingin memastikan bahwa dia tak salah Menjemput.
" iya, lo siapa?? Oh iya lo Gilang kan anak nya teman papa. Jawab karnia tanpa di jawab Gilang.
" Mobil lo mana?? Tu koper masukin ke mobil, ucap nya.
Lalu Gilang pun memasuki Koper milik Karnia di dalam Mobil, tanpa ras malu karnia pun menggandeng Tangan Gilang.
" maaf, gak usah gandeng gandeng tangan Gue,
" loh kenapa?? Kan lo calon suami Gue.
Gilang tidak menjawab lagi dengan perkataan Karnia.
Sepanjang perjalanan dari bandara menuju kerumah Gilang hanya diam di hayalanya hanyalah wajah Anissa.
* maaf kan Aku Niss, bukan ke mauanku untuk berdua dengan gadis ini, tapi ini semua karena papa batin Gilang.
.
__ADS_1
.
Anissa yang tau bahwa Gilang menjemput Karniapun tidak langsung pulang ke kosnya, tapi melainkan sebuah pantai menjadi tempat tujuannya untuk menenangkan pikirannya, di batinya bergejolak berbagai pertanyaan, sedang apa dan di mana sekarang Gilang dan Karnia berada.
**
Kriing Kriiing gawai Anissa berbunyi, satu panggilan dari sang Ibu, Anissa yang melihat sang ibu menelpon dan segera mengangkatnya.
" Asalamualaikum nyak.
" Waaliakum salam neng, lagi di mana, sudah makan apa belom??
Anissa yang ternyata masih ada di pinggir pantaipun terpaksa berbohong pada sang ibu.
" lagi baring aja nyak, dan Nissa juga udah makan, kabar nyak sama Abah gimana??
" Alhamdillah sehat Neng, neng di sana jaga diri, ucap sang ibu.
"Iya nyak, inshaa Allah bulan depan Anissa pulang libur nyak,
" ooh, kabarin nyak kalau neng jadi pulang.
" iya nyak, nanti Nissa kabarin.
semenjak Anissa kuliah di kota, Anissa belum pernah sama sekali pulang, jadi sang Ibu dan sang bapak sangat merindukan putri satu satunya.
__ADS_1