Cintaku Seperti Butiran Tasbih

Cintaku Seperti Butiran Tasbih
Adu Mulut


__ADS_3

Gilang dan Karnia sudah memasuki kediaman Wiraguna dan di sambut oleh Nyonya Diandra.


ucapan selamat datang dan sambutan cipika cipiki oleh Diandra kepada Karnia pun telah di lakukan, dan diandrapun mengajak Karnia utuk duduk di ruang tamu sedangkan Gilang langsung masuk kedalam kamarnya tanpa memperdulikan Karnia.


Diandra dan Karniapun saling bertukar cerita dan bertanya kabar tentang papa dan mama nya karnia.


**


Wiraguna yang sudah siap siap pulang pun sudah meninggalkan ruang kantornya, tampak pak Budi sudah membukan pintu mobil untuk sang tuan dan melajukan mobil ke arah rumah majikanya.


sepanjang perjalanan Wiraguna tampak sibuk meminkan hp nya dan tersenyum, entah dengan siapa dia berbalas pesan, dan tibalah dia di halaman rumah nya.


Tampak Mbok Jum bergegas membukan pintu untuk tuannya setelah mendengar bunyi bel yang di pencet seseorang.


" Gilang yang lelah menjemput Karniapun masih terlelap dengan tidur siangnya, sedangkan di ruang tamu Karnia dan Diandra dan juga Wiraguna asik bercerita hingga di meja makan.


" ma, mana Gilang tanya sang papa.


" kayanya di kamar.


" kenapa tidak keluar temani Karnia.


" mungkin dia lelah pa.

__ADS_1


**


Anissa yang masih sendri di tepi pantai mencoba menghubungi Gilang, dan Gilang pun tersadar akan bunyi gawainya.


" Assalamualaikum Gil.terdengar suara serak.


" waalaikum salam, hey, lo kenapa??


Anissa tidak menjawab pertanyaan Gilang, tangis yang sedari tadi ditahan akhirya terdengar juga.


" lo di mana?? Biar gue temuin lo sekarang. Terdengar suara ombak memecah pantai, lo di pantai yang tu hari kita kunjungi sama Ardi kan??


lalu Gilang pun mematikan hp nya dan segera menyambar jaket yang tergeletak di tepi ranjang, dengan tergesa Gilang berlalu dari hadapan kedua orang tuanya dan dan Karnia


" mau kemana tanya sang papa ketika melihat Gilang yang terburu buru.


" karnia ikut bersama denganmu ucap sang papa.


" papa apa'an sih, masa gue mau ketemu teman dia musti ikut.


" pokoknya selama Karnia ada di sini kemanapun kamu pergi Karnia harus ikut bersamamu.


Gilang menarik napasnya yang terasa sesak akibat kata kata sang papa.

__ADS_1


Ya udah kalau mau ikut, tapi ingat jangan berbuat macam macam, ucap Gilang yang di sertai langkah Karnia.


🌸🌸


Gilang melajukan Mobilnya dengan kecepatan Tinggi dia sudah tidak perduli dengan keselamantanya, yang penting dia harus cepat cepat menemui Anissa.


mobil yang di kendarai Gilang pun sudah memasuki area pantai, di sana Anissa duduk seorang diri, Gilang pun turun dari mobil dan mendekati Arah Anissa, Karnia yang melihat akan Anissa pun berceloteh.


" ooh demi gadis kampung ini lo rela ngebut di tengah jalan.


Anissa yang merasa ada seseorang berbicara pun menengok ke arah suara tersebut, betapa terkejut nya Anissa milihat Gilang datang bersama karnia.


Karnia yang merasa dirinya lebih cantik dari Anissa pun berkata dengan sombongnya,


" dari segi penampilan nya aja udah ketauan kalau dia berasal dari kampung.


" siapa yang mengizinkan kamu untuk berbicara tanya Gilang kepada karnia.


" suka suka gue dong, kan lo calon suami gue.


" itu menurut lo, tapi bukan menurut gue, ucap Gilang.


" Gue bakalan ngadu sama om Wira ancam Karnia.

__ADS_1


" ngadu aja, siapa suruh lo ikut sama gue, asal lo tau cinta gie cuman buat Anissa.


" ooh jadi namanya Anissa?? Pantasan kampungan.


__ADS_2