Cintaku Seperti Butiran Tasbih

Cintaku Seperti Butiran Tasbih
Sehari Tanpa Gilang ( 2 )


__ADS_3

Anissa yang menahan sakit karena jatuh pun hanya bisa meringis ketika seorang teman wanita mencoba membalutkan lukanya dengan perban yang sudah di kasih cairan merah..


" lo kenapa cuman diam aja ketika dia yang salah marahin dirimu ?? Tanya wanita tersebut.( Sebut saja namanya Ana )


" malas gue Na ngadapin wanita itu.


" emang dia siapa sih?? udah jelas jelas dia yang salah malah dia yang nyalahin kamu.


" dia bukan siapa siapa, cuman gue malas aja ngeladenin dia.


" tahan ya sakitnya dikit lagi dah selesai ikatanya ucap Ana yang sudah mengikat perban di tangan Anissa yang tergores karena jatuh tadi...


" makasih banyak ya Na, udah bantu aku.


" iya sama sama, lain kali balas aja kalau dia macam macam sama lo.


Anissa hanya mengangguk dengan saran Temannya tersebut..


**


Karnia dan Mona sudah berada di Kantin, Karnia bercerita kepada Mona tentang kejadian tadi pagi.


" eh lo tau gak, tadi pagi gue nabrak Si cewek kampung itu, ujar Karnia dengan semangat.


" teruss,, dia marahin lo?? Tanya Mona yang penasaran.


" mana berani dia sama gue, dia berani kecuali ada Gilang di samping nya..


Ana yang duduk tidak jauh dari meja Karnia dan Juga Mona pun mendengar setiap Omongan mereka..

__ADS_1


" kasian ya si wanita kampungan itu, kemarin di kunci di dalam kamar mandi, sekarang di tabrak sama lo, ucap Mona sambil tertawa yang di ikuti tawanya Karnia.


" hahahha iya ya, sial betul hidupnya, tawa Karnia yang mengejek Anissa meskipun orangnya tak ada di hadapan mereka..


🌸🌸🌸


Ana yang sudah selesai dengan urusan perutnya pun segera keluar meninggalkan kantin, ketika Ana berjalan melewati di depan Karnia, dia pun terkejut, Mona yang melihat Karnia terkejut lalu bertanya.


" lo kenapa?? Kok panik Gitu??


" tu cewek teman nya Anissa. samil menunjuk ke arah Ana.


" emang kenapa kalau dia teman nya Anissa??


" jangan jangan dia mendengar omongan kita, kalau dia mendengan omongan kita bisa bisa dia ngadu sama Anissa, kalau yang ngunci dia di kamar mandi adalah kamu, ucap karnia kepada Mona dengan raut wajah yang panik..


" dia gak mungkin dengar, toh dia duduknya jauh dari kita kok ucap Mona meyakinkan Karnia.


.


.


.


berbeda dengan Gilang dan Ardi yang hari ini tak ke kampus, karena harus mengikuti kegiatan Magang, sebenarnya Gilang tidak tega meninggalkan sang kekasih sendirian, karena di kampus ada Karnia bersam Mona, dia takut mereka akan mengerjain si Anisaa, tapi apa daya dia harus mematuhi peraturan kampus..


**


Sedangkan Si Ana yang tak melihat Anissa di luar halamanpun segera masuk ke ruangan kelas Anissa.

__ADS_1


" Niss kamu kok gak ke kantin??


" malas Na, lagian tadi dari kos aku udah sarapan kok.


" ooh, tadi di kantin gue ketemu sama tu cewek yang nabrak Lo itu, kayanya mereka berbicara tentang lo deh, ucap Ana yang memberi tahu Anissa.


" lo yakin?? Mereka bicara tentang Gue??.


" yakin lah, toh Gue duduk gak jauh dari meja mereka kok.


" Apa yang mereka omongin tentang Gue??.tanya nya dengan semangat.


" kalau gue gak salah dengar sih merek bilang sial betul hidup lo, kemarin di kunci dalam kamar mandi, sekarang di tabrak pula, Ana bercerita kepada Anissa apa yang dia dengar di kantin tadi.


" Apa?? Mereka bicara tentang kejadian kemarin yang gue terkunci di kamar mandi?? jadi kemarin itu mereka yang ngunciin gue, nada Anissa yang marah membuat Ana terheran heran..


" sabar sabar emang kemarin lo di kunci di kamarandi??


" iya Na, gue hampir mati, kalau kak Gilang sama kak Ardi gak cepat temuin gue, dimana mereka sekarang?? Tanya Anisaa kepada Ana.


" tapi lo jangan bilang gue yang kasih tau le elo tentang ini.


" iya, kasih tau ke gue di mana mereka.


" sepertinya merek masih di kantin..


.


.

__ADS_1


Mendengar jawaban Ana, Anissa segera melangkah ke kantin sambil menahan rasa sakit di tanganya, Ana pun mengikuti langkahnya dari belakang dia takut terjadi apa apa sama Anissa...


__ADS_2