Cintaku Seperti Butiran Tasbih

Cintaku Seperti Butiran Tasbih
Mirip Adalah Jodoh


__ADS_3

Di Kediaman Wiraguna, sang mama masih saja menangis memikirkan Gilang, sedangkan Wiraguna sudah masuk kedalam kamarnya begitu juga Karnia...


Karnia yang sudah berada di kamarpun segera menelpon papanya untuk memberitahukan segalanya.


**


Anissa dan Gilang pun sudah selesai mengisi perut mereka yang kosong dan segera menuju ketepi pantai yang tadi mereka datangi, dari kejauhan pemilik warung yang Anissa titipkan motornya sudah bergegas menutup pintu warungnya, Anissa dan Gilang segera mempercepat langkah mereka setelah turun dari taxi menuju yang empunya warung..


" permisi, bu...


" eeh Non, baruu saja ibu mau nutup warungnya sekalian nunggu kalau non datang ngambil ni motor.


" makasih banyak ya bu, Minta maaf tadi ada urusan jadi ninggalin motor di sini.


" gak pa pa neng, sambil menyerahkan kunci ke tangan Anissa.


" kalau gitu kami pamit ya bu, ucap anisa dengan ramah..


Sang pemilik warungpun tersenyum ke arah Anissa, akhirnya Gilang dan Anissa pun melajukan motor meninggalkan pantai.


Kali ini Gilang yang membawa motor Anissa, dan Anissa sendiri berada di belakang tepatnya di bonceng Gilang.


**

__ADS_1


di Rumah keluarga Karnia, sang papa pun menelpon papanya Gilang.


" Wir, kenapa anak lo menolak perjodohan ini, bukankan kamu harus bisa membujuk anak lo untuk menikah dengan Karnia??


" maafkan aku Dirga, aku tidak tau kenapa Gilang bisa menolak perjodohan ini, ini semua gara gara wanita yang bernama Anissa itu, ucap Wiraguna.


" Anissa, dari golongan mana?? Sampe anak lo jatuh Cinta sama dia.


Pertanyaan papa nya karnia seakan merasa dirinya dan keluarganya lah yang kaya raya.


" aku juga tidak tau Dirga, nanti aku mau mencari tau wanita itu berasal dari mana.


" pokoknya aku tidak mau tau dengan maslah ini, yang aku mau anak lo haris tetap menikah dengan Karnia, lalu mengakhiri teleponnya.


Gilang dan Anissa menuju Kos Anissa, dalam Hati Anissa merasa iba dengan sang kekasih, karena dirinyalah Gilang di usir sang papa. Air matanya tiba tiba jatuh tanpa di sadari Gilang, dan dia pun segera menghapusnya dengan ujung hijab nya..


.


.


" gue mampir bentar ya di kos lo, entar gue coba nelpon Ardi untuk bermalam di rumahnya.


" iya, jawab anissa ketika mereka sudah sampe di depan kos Anissa.

__ADS_1


**


Tampak pemilik Kos sedang melihat ke arah Anissa dan Gilang yang turun dari motor, mereka yang sedari tadi sudah duduk di teras rumah yang bersampingan dengan kos sambil melihat lihat penghuni kos yang keluar masuk, tapi mereka biasa saja. Tapi ketika Gilang dan Anissa masuk merekapun memanggil Anissa, tampak bu Rahma pun memangg Anissa.


"neng Nissa, kemari bentar.


Anissa yang merasa di panggilpun mendekat dan memberikan salam.


" itu siapa??? Cowok nya ya neng.


" Anissa pun tersenyum, teman bu, ucap Anissa yang menutupi kebenaranya.


Pak Rusli yang duduk di samping bu Rahmapun menimpali pertanyaan Bu Rahma.


" kalian cocok soalnya mirip, kalau sudah cocok suruh mas nya cepat cepat ngelamar, ucap pak Rusli di ikuti tawa bu Rahma dan Anissa.


Gilang yang dari jauh melihat Anissa tertawa bersama sang pemilik kos pun kepo dengan apa yang mereka bicarakan sambil melihat ke arah Gawainya...


Anissa pun melangkah mendekati Gilang dan duduk di samping Gilang.


" mau Anissa buatkan minuman ?? Tanya Anissa


" gak usah, duduk sini gi, tadi ada bicara apa ko sampe tertawa gitu, tanya Gilang setelah Anissa duduk di sampingnya..

__ADS_1


__ADS_2