
Hari ini Gilang tidak kekampus, pikirannya yang kacau membuat dirinya malas untuk ke kampus.
Sedangkan Diandra sudah di larang Wiraguna untuk menghubungi Gilang ataupun bertemu dengan Gilang, hati ibu mana yang tidak bersedih ketika seorang anak di usir dari rumah karena menolak perjodohan.
Sedangkan Karnia yang hanyalah sebatas anak teman rekan kerja enak enakkan di rumah lelaki yang sudah jelas jelas menolak perjodohan itu.
Diandra yang tidak terima dengan perlakuan sang suami pun memberanikan diri untuk berbicara kepada sang suami yang siang itu berada di kantornya.
" mbok Jum, minta tolong bilang sama pak Budi siapkan mobil.
" iya nyonya, sang pembantu pun segera keluar menyamperi Pak Budi.
" pak, di suruh nyonya siapkan mobil.
" emang nyonya mau kemana??
" gak tau, aku loh kasian sama nyonya, semenjak Den Gilang menolak perjodohan itu nyonya kelihatanya gak sehat.
" iya ya, mbok, merekapun terdiam ketika melihat karnia yang sedang melintas di depan mereka.
" habis ngerumpi ya?? Tanya karnia yang mencari tau.
" iih ngapain juga ngerumpi, dosa tau kilah Mbok Jum.
" Awas ya kalau ketauan ngerumpi tentang aku.
" iiiih, kepedean jawab mbok Jum sambil berlalu.
Dengan berlalunya Mbok Jum sang nyonya pun sudah berada di depan pintu, pak Budi yang melihat sang nyonya sudah berjalan ke arah mobil pak Budi pun segera berlari membukakan pintu untuk sang nyonya.
" kita ke kantor ya Pak, ucap nyonya Daiandra.
__ADS_1
Tanpa menjawab pak Budi hanya mengangguk lalu di belokkan mobil ke arah kantor..
🌸🌸
Anissa yang sudah berada di kampus pun tampak duduk seorang diri, Ardi yang melihat kesendirian Anissa lalu mendekatinya.
" hay, kok ngelamun.
" gak kok kak. Kak Gilang mana?? Dari tadi aku gak liat.
" emang dia gak ngabarin kamu atau kamu nelpon nanya ke dia??
" gak kak, gak tau kenapa aku jadi merasa serba salah dengan kak Gilang.
" dalam masalah ini lo gak bersalah Niss, yang salah itu papa nya Gilang dan Juga tu nenek lampir.
" Aaaa, Anissa kaget mendengar nenek lampir, siapa nenek lampir.
hahahhah, Anissa tertawa dengan nyaringnya. Padahal selama ini Ardi tidak pernah mendengar Anissa tertawa senyaring sekarang ini.
" idiih pelan pelan tertawanya, entar kemasukan lalat canda Ardi.
" abis kakak sih lucu.
di saat Ardi dan Anissa saling bercerita tiba tiba si Mona datang menghampiri Mereka.
*
" eeh ganjen,, lo masih betah aja sama Gilang.
" mau betah atu gak bukan urusan lo, iyakan Niss, tanya Ardi kepada Nissa.
__ADS_1
" nyamber aja tu mulut, apa jangan jangan lo suka juga sama si Ardi ya.
Anissa yang malas ladenin Mona hanya bisa diam, karena dia tau mebalas perkataan Mona hanyalah sia siap belaka.
" lo jangan mimpi bisa miliki Gilang seutuhnya, karena gue tau Wanita pilihan Gilang bukan tipe kaya lo, ucap Mona sambil berlalu.
" weeeek, kasian yang di tolak cintanya sama Gilang sudah jadi orang Gila.
Anisaa pun kembali tertawa melihat tingkah Ardi yang mengejek si Mona.
.
.
** di kantor, Nyonya Diandara sudah masuk ke ruangan sang suami sekertaris pun menghampiri nyonya Diandra,
" mohon maaf Ibu, tuan Wira guna sedang Ada miting dengan klaiyen.
" terimakasih biar saya tunggu di sini.
Sang sekertaris pun meninggalkan sang nyonya...
...****************...
Tak menunggu lama yang di tunggu pun sudah keluar dari ruangan rapat dan memasuki ruangan kerjanya.
" eeh mama, kenapa tidak istirahat saja di rumah tanya sang suami.
" mama ingin bicara sesuatu dengan papa, dan mama rasa di sini adalah tempat yang terbaik buat berbicara.
" kita makan siang di kantin dekat sini ya, disini juga gak enak kalau berbicara ajak sang suami.
__ADS_1
Diandra tak menolak karena baginya berbicara sekarang adalah waktu yang tepat, karena di Rumah Karnia selalu jadi mata mata baginya..