Cintaku Seperti Butiran Tasbih

Cintaku Seperti Butiran Tasbih
Ramah Tamah.


__ADS_3

Diandra yang hari ini sudah tau akan keberangkatan Gilang untuk bertemu dengan kedua orang Tua Anissa pun berdo'a semoga anaknya baik baik saja dan di terima lamaranya, sambil bersandar Diandra berdoa di dalam hati


* semoga Apa yang di inginkan sang putra menjadi kenyataan dan menjadi keluarga sakinah hingga akhir Usianya. *


dan entah kenapa Wiraguna sudah pukul 7 dia belum menyiapkan dirinya kekantor begitu juga Karnia yang belum mengurus kepindahanya.


Diandra yang melihat Karnia hanya berdiam diri dirumahpun berkata.


" Nia, kapan lo mau kekampus?? Tanyanya tanpa menengok ke arah Karnia.


" entar jam 10 aja tante.


" ooh gitu.


" tante apa kabar nya Gilang ya?? dia bertanya karena melihat Wiraguna keluar kamar.


" tante gak tau, coba aja cari tau sendiri

__ADS_1


" kan Gilang biasa datang kesini untuk bertemu tante, ucap nya setelah wiraguna mengambil tempat di salah satu Kursi. Dan berpura pura menutup mulut.


Wiraguna pun terlihat marah kepada sang Istri.


" apa ma?? jadi kalau saya ke kantor Gilang datang menemuimu??


Diandra pun menjawab dengan santainya.


" Gilang datang kesini hanya untuk meminta restu kepadaku pa, tak lebih.


Wiraguna dan Karnia pun terkejut, dengan kata kata Diandra.


sedangkan Karnia hanya terpaku, di matanya ingin menumpahkan butiran butiran putih tapi ditahanya..


...****************...


Hari sudah sore, jarum jam sudah menunjukan pukul 4 ,Anissa dan Gilang sudah memasuki area perkampungan, Gilang yang mengendarai motor pun terpana melihat suasana kampung Anissa yang asri, sepanjang jalan orang orang yang pulang dari ladang tampak menegur Anissa yang mereka kenal, dan Anissa mengarahkan Gilang ke sebuah lorong dan memasuki sebuah halaman.

__ADS_1


di depan Gilang berdiri sebuah bangunan dengan berwarna hijau tampak begitu besar halaman yang ditanami sayur sayuran, Gilang yang sedang memarkirkan motor dan Anissa yang sudah berjalan ke arah pintu, belum sempat Anissa mengetuk pintu tampak seorang wanita berusia 50an sudah membukakan pintu untuknya.


Anissa dan wanita tersebutpun saling berpelukan dan melepas rindu, dan tiba tiba di hampiri seorang Pria yang seusia pun mendekati Anissa dan memeluk mereka adalah Kedua orang tua Anissa, pak Dirman dan Bu Romlah.


Anissa pun memangg Gilang untuk memberi salam kepada orang tuanya, Gilang yang Gugup pun mendekati kedua orang tua tersebut dan mengulurkan tangan lalu menciumnya.


" mari masuk nak, ajak bu Romlah kepada Gilang, dan Gilang beserta Anissa pun mengikuti langkah kedua orang tuanya.


" nyak, Abah, ini teman Anissa, namanya Gilang, Anissa memperkenalkan Gilang kepada Nyak sama Abahnya.


* setelah memperkenalkan Gilang kepada nyak sama sang Abah Anissa pun masuk ke kamar nya di ikuti sang ibu, dan membiarkan sang suami bersama Gilang.


" Neng kamu ganti baju aja dulu, kalau udah selesai temanin Abah sama Nak Gilang, nyak mau buat kopi dulu.


" gak usah nyak, biar nanti Anissa Aja nyak duduk aja sama abah, ucap Anissa.


Anissa adalah anak yang baik, dan rajin memasak, dia tak pernah malas melakukan setiap pekerjaan, Anissa melakukan semua itu karena Anissa sangat menyayangi kedua orang tuanya.

__ADS_1


Setelah mengganti baju Anissa pun menuju ke dapur untuk membuat kan kopi, dan kopi pun sudah berada di nampan dan Anissa pun menyuguhkan kepada kedua Orang tuanya dan juga Gilang.


__ADS_2