Cintaku Seperti Butiran Tasbih

Cintaku Seperti Butiran Tasbih
kembali ke Kota.


__ADS_3

Seminggu sudah Anissa dan Gilang di desa, hari Ini Anissa dan Gilang pun harus kembali ke kota, karena esok sudah harus kembali ke kampus.


Kebetulan Juga tinggal sebulan lagi Gilang akan di wisuda, tentu kegiatan Gilang akan extra sibuk..


rencana kekota nanti sekitat Jam 10 pagi, nyak sama abah terlihat sangat sedih, Anissa yang bisa melihat kesedihan dari raut wajah kedua orang tuanya pun mencoba mendekati dan memeluk mereka.


Hari ini pak Dirman tidak kesawah, dia ingin melihat dan mengantar anaknya yang akan pulang ke kota..


" kok Abah tidak ke sawah??tanya Anissa.


" gak neng, Abah mau melihat Neng.


Anissa yang tau sang bapak sangat menyayangi dirinya lalu memeluk sang bapak, dan berkata.


" bapak jangan terlalu memikirkan Anissa, toh sekarang Anissa kan sama kak Gilang, jadi Anissa bakalan di jaga sama kak Gilang.


Gilang yang baru saja keluar dari kamarnya pun turut menjawab.


" iya Abah, nyak, inshaa Allah Gilang akan menjaga Anissa sama seperti Abah sama Nyak menjaga Anisaa, ucap Gilang yang menyakini calon mertuanya.


Lalu Gilang duduk di samping sang Abah dan si nyak.


di tangan Gilang tampak memenggang sebuah kotak pemberian Ibunya, dia sengaja memberikan cincin ini baru saat ini. Karena dia tau, Bahwa Anissa adalah calon Istrinya, dan akan membuat kepercayaan Niatnya kepada kedua Orang tua Anissa dan juga Anissa sendiri.


" Niss, ini cincin pemberian oma ku kepada ibuku, dan yang pantas mengenakan ini adalah dirimu, ucap Gilang di hadapan kedua orang tua Anissa, mereka terharu menyaksikan ini, apa lagi ketika Gilang memakaikan Cincin ini di jari manis milik Anissa..

__ADS_1


Anissa yang terharu langsung menitikan Airmatanya, begitu juga kedua orang tuanya..


" nak Gilang, jika kalian sudah menikah nanti, nyak mohon, bimbing Anissa menjadi wanita sholehah, dan nyak minta tolong, jangan sakiti Anissa..


" iya nyak, Gilang janji, Gilang takan pernah menyakiti Anissa..


🌸🌸🌸


Tanpa terasa jarum jam sudah menunjukan pukul 9 lewat 45 menit.


Anissa dan Gilang sudah bersiap siap berangkat, semua yang mereka butuhkan sudah ada di dalam Jok motor, Gilang sudah memanaskan mesin motornya.


kedua suami Istri tampak berdiri melihat sepasang kekasih yang sudah bersiap siap.


Anissa lalu mendekati kedua orang tuanya dan memeluk lalu mencium kedua orang tuanya, begitu juga Gilang.


***


di sepanjang perjalanan Anisaa dan Gilang saling berbincang dan bercanda.


Tiba tiba hp Gilang berbunyi.


Triing triing triiing,, Gilang lalu menepikan motor dan mengangkatnya, ternyata panggilan dari Sang mama.


" Assalamu Alaikum,

__ADS_1


" Waalaikum salam, jawab sang mama.


" Gimana kabarnya nak,??


" Gilang baik ma, mama gimana??


Keduanya saling bertanya kabar, lalu gilang berkata, ma, entar Gilang telpon balik kalau Gilang sudah tiba di Rumah?


" oh iya nak Hati hati di jalan jawab sang mama, lalu menutup teleponnya.


.


.


Lalu Gilang melajukan kembali kendaraanya..


" Nis kalau Gimana Aku nyari Kontrakan aja ya??


" emang kenapa dengan Rumah kak Ardi,??


" gak kenapa kenapa sih, cuman aku pengen tinggal di rumah sendiri, biar nanti kalau kita nikah gak kerepotan nyari rumahnya jawab Gilang yang membuat Hati Anissa berbunga bunga.


" tapi??? Kak Gilang kan belum kerj,?? Tanya Anissa lagi.


" kamu tenang saja, mama sudah memberikan Gilang ATM, kata mama Gilang boleb pake untuk keperluan kita kalau sudah menikah nanti.

__ADS_1


" Anissa yang mendengar kata kata sang kekasih lalu tersenyum..


__ADS_2