Cintaku Seperti Butiran Tasbih

Cintaku Seperti Butiran Tasbih
kesedihan Mama


__ADS_3

Anissa yang belom sempat menjawab pertanyaan Gilang, menengok kerah Motor yang masuk halaman kos.


Tiit tiiit,,, bunyi klakson yang di bunyikan Ardi dengan sengaja.


Ardi pun turun dari motor miliknya dan melangkahkan kakinya ke arah Gilang dan Anissa berada.


" lo ada maslah apa sih?? Sampe lo keluar dari rumah, tanya Ardi yang memang belom tau permaslahan nya.


" huust, jangan keras keras, entar ada yang dengar bilang nya gue anak durhaka lagi, ucap Gilang yang sambil menaruh jarinya di mulut.


Anissa yang melihat kedua tingkah sahabat tersebut ikut tertawa, dan Gilang pun menjelaskan kenapa dirinya sampe di usir dari rumah, dan Ardi yang mendengar penuturan sahabatnya pun ikut merasakan kesedihan yang di alami Gilang..


🌸🌸🌸


Diandra yang menangis dengan kepergian Gilang dari rumahpun mengurung dirinya di kamar, mbok Jum pun merasa kasian terhadap sang nyonya, dia mencoba mengetuk pintu kamar sang nyonya dan menawarkan makanan, tetapi di tolak sang nyonya.


Karnia yang melihat ke arah Mbok Jum pun mendekatinya.

__ADS_1


" mau ngapain mbok Jum di depan kamar tante Diandra??? Gak usah so berlagak baik deh Mbok.


" Non karnia kenapa bilang begitu?? Toh itukan majikan nya mbok, mbok berhak dong, nawarin makan ke nyonya, lagian nyonya baik sama aku, seharus nya kamu yang mau jadi anak mantunya tu harus perhatian sama calon mertua, bukan malah sebaliknya.


" e e eh, pembantu aja belagu ucap Karnia dengan sombongnya.


" mending pembantu dari pada Benalu di hubungan nya den Gilang, ucap wanita paruh baya itu sambil berlalu.


* Karnia yang merasa malu dengan ucapan Mbok Jum pun menghentakan kakinya kelantai, awas lo ya pembantu sialan, ancamnya.


Malam sudah larut,Gilang dan Ardi pun sudah pulang dari kosnya Anissa.


" mas Bro santuy saja lah, gak usah berterimakasih seprti itu, kan kita sahabat.


Gilang yang memang bersahabat dengan Ardi sudah sejak lamapun tersenyum dengan kata kata sahabatnya.


* Diandra yang menghawatirkan putra satu satunya pun, mencoba menghubungi Gilang, dan benar saja Sang putra pun segera mengangkat telopon dari sang mama.

__ADS_1


" sayang, kamu di mana?? Udah makan apa belom, terdengar suara serak sang mama.


" mama gak usah menghawatirkan Gilang ma, Gilang baik baik saja, Gilang di Rumah Ardi sekarang ma.


" kabarin mama kalau kamu butuh sesuatu.


" iya ma, mama gak usah terlalu mikirin Gilang ya, Gilang akan baik baik saja.


**


Ternyata obrolan Diandra dan Gilang di dengar oleh Karnia, dalam hatinya berkata, gue bakalan lapor ke Om wira tentang semua ini, enak aja udah di usir sama papanya masih aja menikmati fasilitas dari sang mama.


Karnia yang di tolak cintanya oleh Gilang pun berubah menjadi mata mata di rumah nya Gilang sendiri dan dia pun berencana akan tinggal di sini bersama Diandra dan Juga Wiraguna, rasa malunya mengalahkankan Cintanya yang di tolak oleh Gilang sehingga membuat seorang Karnia nekat melakukan berbagai cara untuk merusak hubungan antara Gilang dan Anissa.


🌸🌸


Azan subuh berkumandang, Anissa sudah bangun dan mengambil wudhu untuk segera menunaikan sholat, Anisaa tampak Khusu dengan sholatnya hingga selesainya sholat, dan segera menyiapkan keperluan kampusnya.

__ADS_1


Gawainya berbunyi menyadarkan Anissa dari aktifitasnya, panggilan dari malaikat tak bersayapnya yang mungkin sudah merindukan kepulanganya, segera di raih telepon genggamnya dan mengangkatnya..


__ADS_2