
Dengan membawa secangkir kopi di tangan Anissa pun duduk bersebelahan dengan Gilang, kedua mata mereka saling bertatap cukup lama, hingga akhirnya di kejutkan dengan panggilan dari Ardi.
" mas Bro entar kalau dah pulang dari kos Anissa, masuk aja, pintu nya gak di kunci, soalnya gue lagi di luar ucap Ardi.
" ok ok, jawab Gilang dengan singkatnya.
** Anissa jadi salah tingkah dengan apa yang sudah terjadi, begitu juga Gilang keduanya merasakan hal yang sama.
Tiba tiba Gilang mulai berbicara.
" sayang, aku ingin bertemu dengan kedua orang tuamu, kata kata Gilang membuat seorang Anisa terkaget, dan Gilang pun melanjutkan kata katanya, aku ingin engkau menjadi istriku, meskipun saat ini keadaanku saat ini tidak baik baik saja.
Anissa ternganga dengan kata kata Gilang, entah perasaan apa yang tergambar di dalam pikirannya, namun terpampang dengan jelas di binar matanya bahwa dia sangat bahagia, tapi di sisi lain dia takut mengecewakan kedua orang tuanya.
" inshaa Allah satu minggu lagi kan kampus libur, kita ke kampung untuk bertemu nyak sama Abah ucap Anissa.
" Gilang pun mengiyakan kata kata sang kekasih, tapi sebelumnya aku akan mencoba bertemu sama mama dan akan menyampaikan semua ini kepada mama, semoga mama mendukung dengan niat kita.
" inshaa Allah Aamiin, jawab Anissa.
__ADS_1
🌸🌸🌸
Ke esokan harinya Wiraguna sudah berangkat kekantor sedangkan Diandra masih di dalam kamarnya,rumah tampak sepi Gilang dengan menggunakan Ojek online pun sudah berada di depan Rumahnya, pak satpam yang melihat ke arah keluarpun mendekati seseorang yang kelihatan sedang mendekati pintu pagar rumah dan di kejutkan dengan suara pak Abdul yang bertanya.
" cari siapa ??
Gilang yang pake penutup kepala pun menengok ke suara yang menegurnya dan membuka penutup kepalanya, Mama ada pak??
" eeh den Gilang, pak Abdul yang melihat anak majikanya pun mulai bertanya tentang kabar nya, den baik baik saja kan?? semenjak aden gak di rumah Ibu di kamar mulu, kasian.
Gilang yang mendengar dari pak Abdul kalau sang mama sedang tak baik baik saja lalu bergegas masuk ke dalam rumah setelah pintu pagar di bukankan pak Abdul, tampak Gilang mengetuk pintu rumah.
Kreeeek bunyi pintu di buka oleh Mbok Jum.
" Den Gilang, akhirnya kamu datang den. nyonya di kamar nya den.
"makasih ya mbok.
Gilang masuk menuju kamar sang mama berada, tampak karnia baru saja keluar dari kamar nya sendiri, dia yang melihat Gilang masuk di kamar sang mama, diapun mengikuti dari belakang, untuk menguping apa yang di bicarakan anak sama mama tersebut.
__ADS_1
Sang mama yang tidak tau ke datangan Gilang pun masih tertup selimut, Gilang lalu membangunkan sang Mama.
" mam, ini Gilang mam.
Sang mama yang mendengar suara Gilang pun bangun dan langsung memeluk sang putra dan menciumnya, air matanya jatuh tak tertahankan lagi, semangat yang sudah hilang akhirnya kembali lagi.
" kamu sehat sehat saja kan Nak??
Karnia yang sedang menguping di balik pintu pun penasaran dengan apa yang di bicarakan Gilang sama sang mama, dia mencoba memasang telinganya dengan lebih lebar lagi, tapi sayang masih tak terdengar juga.
" mam, Kedatangan Gilang kesini untuk memohon restu dari mama, karena Gilang Ingin menikah dengan Anissa mam.
sang mama tampak terkejut dengan keputusan Gilang, karena baginya, keputusan Gilang akan membuat kemarahan sang papa akan semakin menjadi, tapi dia juga merasa bahagia karena sang anak mau bertanggung jawab dengan Cintanya..
" apa kamu sudah benar benar siap menikah dengan Anissa?? Kalau kamu sudah siap, mama akan selalu mendukung kamu nak.
Gilang yang mendengar mama merestuinya lalu memeluk sang mama dan mengucapkan terimakasih ma.
Sang mama lalau berdiri dan menuju sebuah lemari dia mengambil sesuatu dari dalam lemari, dan memberikannya kepada Gilang,
__ADS_1
" lamar lah Anissa dengan cincin Ini, ini adalah Cincin warisan nenekmu, dan Ini ATM mama buat mu, papa tidak mengetahuinya, pakelah itu jika kamu sudah menikah nanti, mama minta maaf kalau tidak hadir di pernikhanmu, tapi suatu saat mama akan bertemu dengan keluarga Anissa, sampaikan permintaan maaf mama ke orang tua Anissa.