Cintaku Seperti Butiran Tasbih

Cintaku Seperti Butiran Tasbih
Ungkapan Cinta


__ADS_3

🌸🌸🌸


di Kos, Anissa tampak berkutat dengan pekerjaan kampusnya, layar laptop di tatapnya entah apa yang Anissa lakukan dengan benda yang ajaib itu, tiba tiba dia terhenti dan senyum sendiri.


*apakah aku sedang jatuh cinta??? Oh tidak tidak, ini tidak boleh terjadi, aku harus bisa membahagiakan mak sama abah batin nya *


Astagfirullahhulaziim,, Anissa tersadar dari hayalan nya, bunyi bel rumah terdengar dari luar karena di bunyikan seseorang.


* siapa yang datang malam malam gini, sambil melangkah ke arah pintu,lalu Anissa menarik gagang pintu dan membukanya,betapa terkejut nya Anissa, untungnya dia selalu mengenakan Hijab meskipun di dalam kamar kosnya.


.


.


"eeh, kak Gilang, kak Ardi.


"maaf ya, datang tang memberitahu duluan, ucap gilang.


"gak pa pa kak, kita duduk di luar aja, kebetulan di sana ada meja dan kursi untuk tamu.


ucap Anissa sambil melangkah maju menuju meja dan kursi berada.Gilang dan Ardipun mengikuti langkah Anissa.


"mau minum apa kak.


"apa aja jawab Ardi, dengan cepatnya.


"tunggu bentar ya kak, Anissa kembali masuk kedalam,kebetulan di kamar kos Anissa ada dapur nya jadi Anissa tidak repot repot memikirkan minuman apa yang akan di suguhkan kepada Kedua kakak seniornya..

__ADS_1


Tak menunggu lama Anissa pun keluar sambil membawa dua cangkir kopi hangat yang sengaja dia beli di warung jika ada tamu mendadak seperti ini.


Gilang terlihat sedikit kaku untuk memulai berbicara, hanya Ardi yang sedari tadi tampak bersemangat bercerita.


"mas bro, jangan diam aja, kan tadi katanya mau bantu Anissa kerja bareng, sekarang kok malah diam sih?


Aduh dudu dudduuu,, Ardi bersuara.


"ada apa kak tanya Anissa.


"gak kok, gak kenapa napa ucap Ardi sambil menahan sakit karena kaki nya di injak Gilang.


Gilang tampak Tersenyum seolah tidak terjadi apa apa..


"Sa, jangan panggil aku kakak ya, ucap Gilang tiba tiba.


"terus, aku panggil apa dong??


Ardi yang mendengar lalu terkesima, amboi amboi, sambil tertawa pelan.


"ya, udah kita mulai kerja tugasnya ucap Anissa yang mencoba melawan detak jantungnya.


" boleh boleh Ucap Ardi dengan semangat..


.


.

__ADS_1


tanpa terasa jam sudah menunjukan pukul 10:00 tepat, dan tugas yang di kerjakan pun sudah selesai.


"Nis kita pamit ya, soalnya gak enak sama penghuni kamar lain, dan Anissa pun mengangguk.


Lalu Gilang dan Ardipun berlalu dari indekos milik Anissa, begitupun Anissa tampak memasuki kamar dan mengunci pintunya.


.


.


Gilang yang sedari tadi tidak melihat hp nya terkejut karena melihat panggilan dari sang mama, dan diapun kembali menekan nomor sang mama, dan sang mamapun mengangkat panggilan dari sang anak.


.


.


"kemana aja, kok baru nelpon balik??


"maaf ma, tadi Gilang abis mandi langsung jalan aja, jadi gak sempat otak atik hp,


"Oh, gitu, terus ini lagi di mana sekarang??


"lagi di jalan mau pulang kerumah ma.


"yaudah hati hati,Ucap sang mama sambil menutup telepon..


...****************...

__ADS_1


dari hari ke hari dan bulan pun berganti bulan kedekatan Anissa dan Gilang semakin dekat,kemana mana Anissa selalu di temani Gilang, hingga suatu hari Anissa di ajak Gilang ke sebuah taman, dan Anissa pun tak menolak karena Anissa tidak sendirian ketaman melainkan ada Ardi bersama mereka..


Setelah di sepakati waktu dan jam untuk sampe di taman,akhirnya merekapun tiba di taman yang di tujukan, Anissa dan Gilang memilih duduk di sebuah kursi yang sudah di sediakan sedangkan Ardi santai memainkan gawainya di tempat yang lain..


__ADS_2