Cintaku Seperti Butiran Tasbih

Cintaku Seperti Butiran Tasbih
Pada pendirian


__ADS_3

Dari kejahuan tempat Anissa dan Gilang duduk sambil berpeggangan tangan tampak nyonya Diandra menyaksikan dua insan manusia yang sedang di landah gunda gulana, tampak jelas di mata Anissa mengalir bulir bulir kecil dan Gilangpun menyeka air mata Anissa yang jatuh dengan tisu yang sudah di sediakan di meja restoran.


🌸🌸


Gilang dan Anissa tidak mengetahui bahwa ada seseorang yang melihat akan semua gerak gerik mereka.


" Gil, terus terang aku tidak bisa memaksa kehendak aku untuk terus mencintai kamu meskipun di dalam hati ini cintaku hanya untukmu, bukankan Cinta tidak bisa di paksakan, kerena Jodoh,Maut dan Rezeki sudah ada yang mengatur, sejauh apapun engkau berlari maka engkau pasti akan mencapai garis finish nya.


Diandra yang berada tak begitu jauh dari Meja Gilang dan Anissa pun terkejut mendengar kata kata bijak yang di katakan Anissa, dia pun tertegun, mungkin apa yang di pilih Gilang adalah kebenaran.


tapi dia tidak mungkin menolak perkataan sang suami.


***


Di rumah Wiraguna pun menelpon seseorang.


"kapan Kania akan kemari menemui Gilang,?? Biar nanti Gilang sendiri yang akan menjemput Kania di bandara ucap Wiraguna kepada pemilik suara yang di sebrang sana.


Oh ok, ok, kabari aku kalau Kania sudah tiba di bandara, lalu menutup teleponnya.


" mbok Jum, nyonya kemana??


" nyoya ada keperluan di luar tuan.


"ooh ,maksih ya mbok Jum ucap sang Tuan.

__ADS_1


🌸🌸


Anissa dan Gilang pun sudah kembali dari pertemuan mereka begitu juga Diandra, ketika Gilang hendak memasuki pintu pagar,mobil sang mama pun muncul dari arah yang sama.


* mama dari mana malam malam begini, jangan bilang dia mengikuti aku* batin Gilang.


setelah sama sama memarkirkan mobil dan masuk ke dalam rumah tampak Wiraguna sedang duduk di sofa menunggu sambil memainkan gawainya.


"Dari mana kalian tanya, sang suami.


" tadi mama jalan " cari angin malam eeh ternyata ketemu Gilang, ya udah pulangnya bareng bareng aja, bohong sang mama.


Gilang yang merasa di bohongi sang mama langsung melengkapi kebohongan mama dengan menjawab pertanyaan sang papa.


"haaam, hanya itu jawaban dari seorang Wiraguna.


Gilang pun hendak melangkah masuk kekamarnya lalu di panggil sang papa.


Gil, besok kamu jemput Kania di bandara pukul 12, soalnya kania ingin bertemu sama kamu.


Diandra dan Gilangpun kaget mendengar kata kata Wiraguna.


" Gilang sibuk pa, Gilang gak bisa, tolak Gilang.


"pokoknya Gilang yang harus menjemput Kania besok titik.

__ADS_1


* Gilang sekan kehabisan kata kata langsung masuk kedalam kamar dan membanting pintu dengan kerasnya.membuat Diandra terkejut.


" pa, apa sebaiknya bapak jangan memaksa Gilang seperti ini pa, ucap Diandra.


" tau apa kamu,lebih baik kamu ikuti saja apa kata kata aku, toh ini demi kebaikan Dia sendiri.


"tapi pa, mama rasa ini terlalu memaksa.


" tidak ada kata tapi tapian ucap sangsuami lalu berjalan berlalu meninggalkan sang istri.


Mbok Jum yang mendengar perkataan Tuanya lalu mendekati sang nyonya,


nyonya mau makan malam??


" tida mbok, terimakasih,


"Mbok boleh aku bertanya sesuatu??


" tanya apa nyonya.


"masalah Gilang, apa selama ini Gilang sering membawa gadis yang bernama Anissa??


mbok jum tampak mengingat nama Anissa.


" kayanya tidak pernah Nyonya, kalau Mona sih sering datang kesini tapi bukan di ajak den Gilang.

__ADS_1


__ADS_2