
Anissa dan Gilang tiba di kota pukul 7 tepat, tak lupa keduanya singgah di sebuah masjid untuk menunaikan sholat berjama'ah, dan singgah di sebuah rumah makan yang terletak di pinggir jalan.
Gilang memang anak orang berada, tetapi Gilang tidak pernah memilih makanan, hanya saja dia sedikit dingin dengan lawan jenisnya.
berbeda dengan Anissa, Anissa terlahir dari keluarga sederhana jadi sudah terbiasa dengan keadaan yang ada, di tambah lagi Anissa anak yang periang.
Gilang semenjak menjalin hubungan dengan Anisaa tak pernah Ada masalah karena Anissa adalah wanita yang mengerti dengan pasangannya.
Setelah menikmati makanan di pinggir jalan Gilang mengantar Anissa di Kosnya, di sana tampak duduk penghuni kos yang lain, mereka yang melihat Anissa di antar Gilang pun hanya menengok dan menyapa.
Gilang dan Anissa pun turun dari motor, Anissa segera membukakan pintu kosnya dan segera mungkin menuju dapur untuk membuatkan Kopi untuk Gilang dan juga tetangga kosnya.
Setelah sekian menit Anissa keluar dengan beberapa kopi di gelas dan menyuguhkannya, merekapun saling bercerita dan berkenalan, meskipun bukan kali pertama Gilang datang kekos Anissa tapi hanya saja baru duduk bersam akhirnya baru bisa berkenalan, canda dan tawa mereka seakan tak ada habisnya, hingga akhirnya Gilang berpamitan pulang..
" semuanya Aku pamit ya, dah malam gak enak sama pemilik kosnya.
" santui saja, ucap salah satu dari mereka.
Anissa pun berkata kepada Gilang, esok gak usah jemput Nisaa, biar aku kempusnya naik Ojek aja.
Gikang pun mengangguk dan berjalan ke arah Motor yang di parkir, lalu pergi meninggalkan Anissa dan yang lainya.
Setelah Kepulangan Gilang semuanya pun ikut masuk kekamar masing masing..
🌸🌸🌸
Gilang yanh sudah memberitahu Ardi bahwa dia akan pulang pun segera membukakan Pintu ketika Gilang membunyukan Bel yang berada di depan rumahnya.
__ADS_1
" mas bro, baru nyampai ya?? Tanya Ardi sambil mengucek matanya.
" iya nie, udah nyampe dari jam 7 tadi, cumn singgah cari makan dulu dan ngantarin Anissa ke kosnya.
" oooh, hoaaam sambil menguap, terus Gimana Dengan orang tua Anissa?? Tanya Ardi yang kelihatanya penasaran dengan apa yang terjadi di rumah Anissa.
" aman bro aman.
" Alhamdulillah.. Ucap ardi sambil kedua tangannya mengusap wajahnya..
" sebentar lagi Mas bro gue dah jadi papa goda Ardi.
" aah nikah aja belom masa dah jadi papa, ngaco lo Ucap Gilang
ee,,, lo dah gak ngantuk ya??tanya Gilang lagi.
" hahha tawa Gilang melihat tingkah temannya.
Keduanya bercanda hingga akhirnya tak tau kapan waktunya mereka tidur..
Keduanya tersadar ketika terdengar suara hiruk pikuk orang berlalu lalang, dan menyadarinya bahwa semalam mereka tidur di kursi.
.
.
Gilang yang lebih dulu bangun segera masuk kekamar mandi dan keluar setelah merasa kedinginan dan mengganti pakaian, sebelum ke kampus Gilang pun tak lupa membangunkan Ardi yang tinggal sendirian karena kedua orang tuanya tinggal di kota lain..
__ADS_1
***
Gilang lalu berpacu menuju kampus, di sana dia belum menemukan Anissa.
* Anissa kok belum datang, apa tu anak belom bangun ya?? Wah bisa gawat ni. *
lalu di ambilnya gawainya yang berada di saku celananya dan menghubungi sang kekasih, dan bertanya setelah tersembung..
" lo dimana?? Tanya gilang
" ni dah mau masuk kampus.
" ooh , gue tunggu lo depan gerbang ya.
" ok ok..
Lalu keduanya menutup gawai masing masing, Gilang segera berjalan ke arah Pintu gerbang menunggu kedatangan sang kekasih.
Betapa terkejutnya Gilang ketika Melihat Karnia turun dari Mobil miliknya, Gilang yang melihat Mobil miliknya di kendarai Oleh Karnia langsung mendekatinya.
" eeh, kenapa lo make mobil milik Gue?? Tanya Gilang dengan nada kasar.
Karnia yang merasa ada seseorang yang berbicara kepadanya langsung menoleh, dia dengan perasaan yang kaget pula lalu berkata.
" om Wira, yang mengizinkanya, toh kan lo calon suami Gue, ucapnya sambil tersenyum.
Anissa yang sudah turun dari ojek pun melihat Gilang sedang bersama Karnia pun menuju kearah Gilang berada, tapi dia tak menyadari kalau wanita yang bersam Gilang tersebut adalah Karnia...
__ADS_1