Cintaku Seperti Butiran Tasbih

Cintaku Seperti Butiran Tasbih
Di Jodohkan


__ADS_3

Gilang pun Turun bersama Wiraguna dan Diandra, dan sudah di sambut oleh mbok Jum, selamat datang Tuan juga Nyoya ucap wanita paruh baya dengan senyuman yang ramah utuk kedua majikanya.


"Apa kabar Mbo Jum, tanya sang nyonya.


" alhamdulillah baik nyonya, jawab Mbo Jum, nyonya mau saya buatkan Minum??


"gak usah mbok, nanti aja, kalau nanti saya mau biar saya yang buat sendiri, ucap Diandra dan di angguk mbok Jum.


" mbok jum sipakan makan siang saja ya, soalya bapak mau makan siang sekarang, ucap sang nyonya dan di angguk juga oleh mbok Jum.


**


Gilang yang sudah masuk ke dalam kamarnya pun segera mengambil gawainya dan menelpon Ardi.


"Di lo udah pulang dari kampus??


" udah nie baru aja nyampe rumah.


" Anissa gimana??


" nanti gue cerita tentang Anissa, tapi gue mau mandi dulu gue gerah nie, ucap ardi sambil menutup gawainya..


...****************...

__ADS_1


Anissa yang sudah berada di dalam kamar kosnya tampak memandang langit langit kamar nya, kenapa kak Mona benci bangat sama Anissa.


padahal diakan gak ada hubungan apapun dengan Kak Gilang, tanyanya kepada dirinya sendiri lalu terlelap di buai mimpi.


Di Meja makan kediaman Wiraguna dan Diandrapun sudah tersedia berbagai macam menu, makanan sudah di sajikan Mbok Jum untuk menyambut kedatangan Tuanya.


" mbok Jum minta tolong panggilkan Gilang untuk makan siang bersama sama.


" baik nyonya, ucap mbok Jum yang di sertai langkah ya menuju kamar anak majikannya.


Tok tok, Mbok jum mengetuk pintu kamar Gilang dan terdengar jawaban.


"Den di panggil Nyonya untuk makan siang bersama.


" iya mbok, jawab yang empunya kamar.


**


"Gilang, suara Wiraguna menyebut nama sang putra satu satunya.


" Kepulangan papa ingin menjodohkan kamu dengan wanita pilihan papa,tegas sang papa.


" Tapi pa, Gilang tidak mau di jodoh jodohkan, ini sudah jaman moderen pa, bukan jaman siti nurbaya lagi jawab Gilang.

__ADS_1


" Tapi papa ingin menikahkan kamu dengan anak rekan bisni papa, ucap sang papa lagi.


Gilang tidak mau menikah dengan cara seperti ini pa, masalah bisnisnya papa itu urusan bisnis, bukan urusan jodoh menjodohkan, lagian Gilang sudah dewasa, Gilang tau mana yang terbaik buat Gilang.


Susana di meja makan tampak teggang karena perdebatan antara anak dan bapak.


Sang ibu yang menjadi pendengar hanya terdiam dan mencerna kata kata yang di ucapkan sang suami dan anak.


Sang bapak yang merasa sang anak sudah membantah kata kata nya lalu berdiri dan berkata pokoknya kamu harus menikah dengan wanita pilihan papa dan berlalu dari meja makan.


.


.


Gilang yang merasa terpojok dengan kata kata sang bapak lalu bangkit dari kursi dan berjalan meninggalkan sang ibu sendiri di meja makan.


**


Anissa terkejut mendengar gawainya berbunyi, dan diliriknya layar posel miliknya ternyata sang ibu yang menelpon.


* *kok ibu nelpon Anissa ada apa ya**


" Assalamualaikum nyak, ada apa kok nelpon Anissa??

__ADS_1


" gak kenapa kenapa nak, nyak hanya kangen aja, kamu kapan libur nya?? Soalnya nyak sama abah udah kangen sama kamu neng, ucap sang ibu di sebrang sana.


" inshaa Allah pasti Anissa pulang nyak kalau sudah libur, ucap Anissa yang sebenarnya juga rindu dengan malaikat tak bersayapnya.


__ADS_2